Sembilan Tahun Konflik Sosial Gereja Pentakosta Tebernakel Garu V Selesai di Era Kepemimpinan Rico Waas

Sembilan Tahun Konflik Sosial Gereja Pentakosta Tebernakel Garu V Selesai di Era Kepemimpinan Rico Waas
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pemerintah Kota Medan berkomitmen kuat menjaga harmonisasi antarwarga dan umat beragama. Konflik sosial yang sempat terjadi di Gereja Pentakosta Tebernakel Jalan Garu V, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, telah menjadi pelajaran berharga.

Sebagaimana diketahui bahwa di tempat ibadah itu disebut belum memiliki kelengkapan izin, sehingga kerap menimbulkan gesekan antarwarga di saat jemaat gereja melaksanakan ibadah.

Keributan antarwarga tersebut sempat viral dan menghebohkan jagat dunia maya. Pemko Medan kemudian mengambilalih masalah tersebut dengan mengajak pemangku kebijakan terkait untuk mencarikan solusi terbaik. Hampir sembilan tahun lamanya belum mengantongi izin, gereja itu kini telah memiliki kelengkapan dimaksud.

“Ini bukan semata keberhasilan dari Pemko Medan. Bukan juga keberhasilan saya selaku wali kota. Tetapi banyak pihak yang terlibat dalam masalah ini untuk menyelesaikannya. Saya berterimakasih untuk itu,” ujar Wali Kota Medan Rico Waas saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Mitigasi Risiko Disharmonisasi dan Konflik Sosial bagi camat se-Kota Medan yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan di Le Polonia Hotel, Medan, Jumat (25/9/2026).

Rico Waas menyebut unsur kewilayahan sangat vital sebagai leading sector dalam menuntaskan persoalan dimaksud. Karenanya dalam acara itu, ia secara khusus mengapresiasi kinerja Camat Medan Amplas, Zulfahmi Tarigan beserta jajaran.

“Terimakasih Pak Camat Medan Amplas. Mungkin selama masalah itu terjadi, bapak dan jajaran sangat sibuk untuk menyelesaikannya dan berkoordinasi dengan banyak pihak terkait. Atau bahkan susah tidur dan tidak enak makan karena masalah itu,” canda Rico yang disambut tawa audiens yang berhadir.

Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut menunjukkan pentingnya dialog, keterbukaan dan keterlibatan berbagai pihak sebelum gesekan berkembang lebih jauh.

“Ini menjadi ujian dan cobaan yang telah kita lalui. Yang terpenting bagaimana kita bersama-sama menjaga agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” katanya.

Rico meminta camat dan lurah tidak menunggu persoalan membesar. Komunikasi dengan FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga aparat harus terus dibangun sehingga setiap gejala disharmonisasi dapat segera diketahui dan dicarikan solusi.

“Kebersamaan tumbuh dari kepercayaan, dan kepercayaan lahir dari komunikasi. Mari kita kuatkan kesepahaman untuk menjaga Medan tetap harmonis,” tegasnya.

Pendeta Michael mengapresiasi langkah Pemko Medan dan FKUB memperkuat mitigasi konflik sosial. Ia menilai lewat kegiatan tersebut penting bagi Medan yang memiliki keberagaman suku, budaya dan agama.

Michael juga menyebut persoalan Gereja Pentakosta Garu V telah diselesaikan melalui komunikasi dan sinergi berbagai pihak, termasuk Pemko Medan, FKUB, TNI-Polri, Kementerian Agama, kecamatan dan kelurahan.

“Konflik di Gereja Pentakosta di Jalan Garu V Medan Amplas selesai dengan baik, walau ada sedikit gesekan. Intinya, kita harus memahami bahwa itu menjadi ujian dan cobaan yang telah kita lalui bersama,” ujarnya.

Ketua FKUB Kota Medan Muhammad Yasir Tanjung mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem deteksi dini potensi disharmonisasi di 21 kecamatan.

Ia berharap kolaborasi pemerintah, tokoh agama dan masyarakat semakin kuat sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan tidak berkembang menjadi konflik sosial.

Kegiatan tersebut diikuti 21 camat, para lurah serta tokoh agama dari berbagai organisasi keagamaan di Kota Medan.

Penyelesaian konflik sosial di Gereja Pentakosta Garu V ini memberi sinyal bahwa di kepemimpinan Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, harmonisasi antarumat beragama menjadi skala prioritas yang harus dijaga bersama. (MR/red)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan