Banjir Jadi Keluhan Menahun, Rico Waas Tinjau Pembenahan Drainase Helvetia
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas kembali turun langsung ke tengah masyarakat. Kali ini, Rico meninjau pengerjaan jalan konblok dan perbaikan drainase di kawasan Helvetia, tepatnya di Jalan Gaperta dan Jalan Beringin, dekat Jalan Kapten Muslim, Kamis (24/9/2026) sore.
Didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Khairul Azmi, Rico melihat langsung progres pekerjaan sekaligus kondisi akses warga selama proses pembangunan berlangsung.
Kehadiran Rico mendapat sambutan antusias masyarakat. Selain mengecek pekerjaan fisik, ia juga menyempatkan diri menyapa warga dan berinteraksi dengan anak-anak di sekitar lokasi.
“Tadi pagi setelah dari puskesmas, kali ini kita ke Helvetia meninjau ada beberapa jalan masyarakat yang dibangun rekan-rekan Dinas PU (SDABMBK) Medan dengan konblok yang belum selesai. Ini saya lihat progresnya dan bagaimana akses ke rumah-rumah warga,” kata Rico.
Menurut Rico, peninjauan langsung dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masukan warga, kata dia, menjadi bagian penting dalam menentukan pembangunan infrastruktur di lingkungan permukiman.
“Kita ingin daerah lingkungan ini semakin asri. Saya juga pantau dengan tim di kecamatan untuk memetakan lagi daerah mana yang masih membutuhkan pembangunan jalan. Biar diaplikasikan sistem konblok, bukan hanya sekadar aspal saja,” ujarnya.
Selain jalan, Rico juga menyoroti pembenahan drainase yang menjadi salah satu persoalan utama warga di kawasan tersebut.
Di kawasan Gaperta, antara Gaperta Ujung dan Jalan Beringin dekat Jalan Kapten Muslim, drainase tengah diperbaiki dan diperbesar. Namun, proses pengerjaan membutuhkan koordinasi dengan pihak PLN karena terdapat tiang listrik yang harus digeser.
Rico menjelaskan, kapasitas drainase yang sebelumnya memiliki lebar sekitar 80 sentimeter akan ditingkatkan menjadi 120 sentimeter. Perubahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran dan membantu mengatasi persoalan genangan air.
“Di Gaperta ini butuh waktu karena harus berkoordinasi dengan PLN. Tiang PLN harus digeser. Karena drainase yang sebelumnya 80 cm, ini harus 120 cm agar lebih lebar dan dalam untuk membenahi resapan air, debit lebih banyak. Mohon doanya agar sistem drainase lebih baik di Medan,” ungkapnya.
Bagi warga, perbaikan infrastruktur tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Mereka berharap pembenahan jalan dan drainase dapat menjadi solusi terhadap persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di lingkungan mereka.
Qorina, salah seorang warga, mengapresiasi perhatian Pemko Medan dan Dinas SDABMBK yang turun langsung menangani kondisi jalan serta drainase di kawasan tersebut.
Ia berharap pengerjaan konblok dan drainase di Lingkungan III, Gaperta, Jalan Beringin, segera rampung sehingga aktivitas warga kembali nyaman dan persoalan banjir tidak lagi berulang.
“Terima kasih perhatian Pak Wali. Kami berharap segera selesai dan tidak banjir lagi. Selama ini banjir, jalan tinggi. Ini sudah lama banjir,” kata Qorina.
Menurutnya, warga memahami apabila proses pembangunan untuk sementara waktu mengganggu akses dan aktivitas sehari-hari. Namun, kondisi tersebut dapat dimaklumi jika hasil akhirnya mampu memberikan solusi terhadap persoalan banjir.
“Kalau mengganggu karena proyek, ya wajarlah. Kami juga memaklumi. Yang penting tidak banjir lagi ke depan. Demi keuntungan bersama,” ujarnya.(MR/red)

