Ekonomi Sumut Tumbuh 5,06%, Permata Bank Ajak Nasabah Medan Perkuat Ketangguhan dan Keseimbangan dalam Mengelola Kekayaan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Di tengah perubahan ekonomi di berbagai fase kehidupan, membuat kebutuhan dalam mengelola kekayaan terus berkembang. Kekayaan kini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana keputusan finansial dapat mendukung kebutuhan keluarga, keberlanjutan bisnis, kualitas hidup, hingga rencana jangka panjang. Semangat tersebut tercermin dalam Wealth Wisdom 2026 yang kembali hadir di Medan.
Memasuki penyelenggaraan ke-12, signature event tahunan Permata Bank ini mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” dengan semangat “Growing Together Through Changes”, yang mengajak nasabah melihat kekayaan secara lebih utuh di setiap tahap perjalanan kehidupan.
Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah dinamika ekonomi Sumatra Utara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Sumatra Utara pada triwulan II 2026 tumbuh 5,06% secara tahunan (year-on-year), dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp341,05 triliun
1. Sementara itu, inflasi tahunan Sumatra Utara tercatat 3,23% pada Agustus 2026
2. Kondisi tersebut menjadi konteks bagi nasabah untuk terus mencermati perkembangan ekonomi, memahami risiko, serta menyesuaikan strategi pengelolaan kekayaan dengan tujuan finansial masing-masing.
Eddie Sajoga, Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, mengatakan, “Bagi kami, kekayaan bukan hanya mengenai seberapa besar aset bertumbuh, tetapi bagaimana kekayaan tersebut dapat mendukung hal-hal yang penting dalam kehidupan.
Ada keluarga yang ingin dilindungi, bisnis yang diharapkan terus berkembang, kesehatan yang perlu dijaga, serta generasi berikutnya yang perlu dipersiapkan. Karena itu, membangun kekayaan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menjaga keseimbangan dan ketangguhan dalam menghadapi perubahan.
” Melihat Kekayaan Secara Lebih Holistik
Wealth Wisdom 2026 mengajak nasabah memaknai kekayaan melalui enam pilar, yaitu Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments. Keenam pilar tersebut menjadi kerangka untuk melihat bahwa kekayaan tidak hanya berkaitan dengan aspek finansial, tetapi juga tujuan hidup, kesehatan, relasi, kontribusi, serta berbagai momen yang memberi makna dalam kehidupan, “ujarnya.
Di Medan, tema tersebut diwujudkan melalui tiga sesi yang saling melengkapi, mulai dari keberlanjutan bisnis dan legacy, kesehatan fisik dan mental, hingga dinamika pasar dan strategi investasi.
Melalui kelas “Beyond Wealth: A Legacy That Lasts”, Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN periode 2011–2014, berbagi pengalaman mengenai kepemimpinan dan keberlanjutan bisnis, termasuk bagaimana nilai dan legacy dapat terus dijaga ketika estafet beralih kepada generasi penerus.(MR/red)

