Disdik Sergai Gelar Forum Konsultasi Publik, Bupati Darma Wijaya Tekankan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan

Disdik Sergai Gelar Forum Konsultasi Publik, Bupati Darma Wijaya Tekankan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai (Disdik Sergai) menggelar forum konsultasi publik standar pelayanan publik, bertempat di Aula Dinas Pendidikan Sergai, di Sei Rampah, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog antara penyelenggara pelayanan pendidikan dengan masyarakat, dan para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan standar pelayanan publik di lingkungan dinas pendidikan.

Forum ini diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai unsur, yaitu kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta, pengawas pendidikan, pengurus Dewan Pendidikan Sergai, komite sekolah, kelompok kerja kepala sekolah, pengelola PAUD dan PKBM, serta unsur terkait lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai, Raden Cici Sistiansyah dalam laporannya menyampaikan bahwa pelayanan publik merupakan salah satu tugas utama pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dan hak masyarakat.

Menurutnya, pemerintah dituntut memberikan pelayanan yang berkualitas, tepat, mudah, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Dinas pendidikan sebagai salah satu perangkat daerah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan memiliki tanggung jawab untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap standar pelayanan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Raden Cici menjelaskan, forum ini dilaksanakan untuk menghimpun aspirasi, masukan, saran, kritik, serta rekomendasi dari masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bahan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.

“Selain itu diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, membangun sinergi dan kolaborasi antara dinas pendidikan dengan seluruh pemangku kepentingan, serta mendorong terwujudnya budaya pelayanan publik yang profesional, berintegritas dan berorientasi kepada kepuasan masyarakat,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sergai H. Darma Wijaya mengapresiasi pelaksanaan forum konsultasi publik yang digelar oleh Dinas Pendidikan Sergai.

Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Oleh karena itu, pelayanan publik tidak boleh hanya dimaknai sebagai pelaksanaan tugas administratif, tetapi harus menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kemudahan, kepastian, keadilan dan kepuasan kepada masyarakat.

“Pelayanan publik merupakan salah satu wajah utama pemerintah di masyarakat. Kualitas pelayanan yang diberikan pemerintah sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat kepada penyelenggara pemerintahan,” tegas Bupati.

Di bidang pendidikan kata Darma Wijaya, pelayanan memiliki arti yang sangat penting karena pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Ia meminta para kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik untuk tidak hanya memperhatikan kualitas proses belajar mengajar, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik dan orang tua.

Salah satu contohnya seperti pelayanan administrasi perpindahan sekolah, ini adalah bentuk pelayanan yang harus benar-benar mendapat perhatian serius.

Masyarakat yang berpindah tempat tinggal karena pekerjaan atau tugas sangat membutuhkan pelayanan administrasi pendidikan yang mudah, cepat dan jelas.

“Pelayanan pendidikan bukan hanya proses belajar mengajar, tetapi banyak hal lain termasuk pelayanan kepada masyarakat. Misalnya persoalan pindah sekolah, itu juga merupakan bagian dari pelayanan,” bilangnya.

Darma Wijaya juga menyoroti persaingan antara sekolah negeri dan swasta. Ia mengingatkan sekolah negeri agar terus melakukan pembenahan sehingga mampu memberikan pelayanan dan kualitas pendidikan yang mampu memenuhi harapan masyarakat.

“Sekarang orang tidak lagi hanya melihat biaya. Mereka bersedia membayar lebih mahal asalkan mendapatkan kualitas pendidikan dan pelayanan yang baik,” ujarnya.

Masih kata Bupati, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi sekolah negeri untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi kualitas pembelajaran, pelayanan, komunikasi maupun kemampuan memahami kebutuhan peserta didik.

Ia mengingatkan para kepala sekolah dan guru agar memahami persoalan setiap anak didik. Karena setiap peserta didik memiliki kemampuan dan latar belakang yang berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai.

Menurutnya pentingnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pemerintah, sekolah dan masyarakat harus berjalan bersama karena pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri.

“Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat, dan harus berani menyampaikan masukan untuk kemajuan pendidikan,” terang Bupati.

Bupati juga memberikan perhatian terhadap satuan pendidikan yang telah mengikuti penilaian mandiri pelayanan publik. Diminta hasil penilaian tersebut tidak hanya dipandang sebagai kegiatan penilaian atau pemenuhan administrasi, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu menjadi bahan evaluasi, antara lain apakah pelayanan telah diberikan secara tepat, apakah masyarakat memperoleh informasi yang jelas, apakah prosedur pelayanan sudah sederhana, apakah waktu penyelesaian memiliki kepastian, apakah sarana dan prasarana memadai, serta apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari pelayanan pendidikan yang diberikan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara, Herdensi dalam paparannya menjelaskan bahwa forum konsultasi publik merupakan ruang penting bagi penyelenggara pelayanan untuk mendengarkan masyarakat sebagai pengguna layanan.

Ia menyambut baik pelaksanaan forum tersebut karena pelayanan pendidikan merupakan salah satu pelayanan dasar yang wajib diselenggarakan pemerintah daerah.

“Forum ini penting karena dinas pendidikan dapat bertanya langsung kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan mengenai bagaimana pelayanan yang terbaik, sehingga pelayanan pendidikan dapat semakin baik,” jelasnya.

Herdensi menekankan bahwa standar pelayanan tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif. Standar tersebut harus diketahui masyarakat dan menjadi pedoman bagi penyelenggara dalam memberikan pelayanan.

Ia juga mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi, kepastian waktu pelayanan, kejelasan biaya atau tarif, sarana dan prasarana, serta mekanisme pengaduan masyarakat.

Jika semakin tidak jelas jangka waktu sebuah pelayanan, maka semakin besar pula potensi terjadinya ketidakpastian dan penyalahgunaan dalam proses pelayanan.

“Jangka waktu pelayanan harus jelas. Apakah satu hari, dua hari, tiga hari atau berapa lama, semuanya harus memiliki kepastian,” tegas Herdensi.

Selain itu lanjutnya, masyarakat harus diberikan ruang untuk menyampaikan pengaduan, saran dan masukan. Seluruh masukan tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pelayanan untuk melakukan perbaikan.

Ia juga mengingatkan satuan pendidikan agar berhati-hati dalam menetapkan pungutan, khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah yang memiliki ketentuan mengenai pembiayaan pendidikan.

“Dalam konteks ini transparansi dan kepastian informasi kepada masyarakat menjadi sangat penting, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun persoalan dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan,” terangnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Sergai berharap berbagai masukan yang disampaikan peserta dapat menjadi bahan evaluasi dalam menyempurnakan standar pelayanan publik, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Sergai.

Forum ini membahas sejumlah aspek standar pelayanan publik, mulai dari persyaratan pelayanan, sistem, mekanisme, prosedur, jangka waktu penyelesaian, biaya atau tarif apabila ada, produk pelayanan, sarana dan prasarana, kompetensi pelaksana pelayanan, hingga mekanisme penanganan pengaduan, saran dan masukan.

Pemkab Sergai komitmen untuk terus membangun pelayanan pendidikan yang mudah, transparan, profesional, akuntabel, berintegritas dan berorientasi pada kebutuhan serta kepuasan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan itu, seluruh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai, Kabag Organisasi dan Pemerintahan Setdakab Sergai, pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Sergai, serta para kepala sekolah dan pemangku kepentingan bidang pendidikan. (MR/AS)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan