Bobby Nasution Minta Pemasok MBG Bermasalah Dievaluasi, Penghentian Operasional Bisa Dilakukan Sementara
METRORAKYAT.COM, SUMUT – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyoroti kembali terjadinya dugaan keracunan yang dialami siswa SMK Negeri 1 Merdeka, Kabupaten Karo, yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bobby menegaskan, persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG harus menjadi perhatian serius. Jika makanan yang diberikan kepada siswa dicurigai tidak sehat atau tidak layak konsumsi, pihak sekolah maupun pihak terkait diminta mengambil langkah pencegahan.
Menurut Bobby, makanan yang diragukan kualitasnya sebaiknya tidak dikonsumsi sebelum ada kepastian mengenai keamanan makanan tersebut.
“Kalau memang dicurigai makanannya tidak sehat, ya jangan dikonsumsi,” kata Bobby saat memberikan keterangannya di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (17/9/2026).
Ia menjelaskan, apabila terdapat persoalan pada pemasok makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penghentian operasional dapat dilakukan untuk sementara waktu.
Namun, langkah tersebut menurutnya bukan dimaksudkan untuk menghentikan program secara permanen. Penghentian sementara diperlukan agar pihak pemasok memiliki kesempatan memperbaiki sistem penyediaan makanan.
“Kalau mau dihentikan sementara, itu kepala sekolah yang mengajukan. Tujuannya supaya bisa diperbaiki sistemnya, bukan berarti dihentikan selamanya,” ujarnya.
Bobby juga meminta agar setiap keluhan mengenai menu maupun kualitas makanan disampaikan kepada pihak terkait. Selanjutnya, pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat provinsi untuk melakukan evaluasi terhadap pemasok.
Ia menilai evaluasi penting dilakukan untuk memastikan proses penyediaan makanan bagi siswa berjalan sesuai standar dan tidak kembali menimbulkan persoalan keamanan pangan.
“Kalau ada keluhan soal menu atau kualitas makanan, sampaikan. Nanti kita koordinasikan dengan BGN provinsi untuk mengevaluasi pemasoknya,” kata Bobby.(MR/red)
