Keluhkan Asap Pabrik PT SSU dan Merasa “Dibola-bolakan” Dinas Lingkungan Hidup, 120 Orang Warga Tomuan Tanda Tangani Surat Pengaduan ke DPRD Pematangsiantar

Keluhkan Asap Pabrik PT SSU dan Merasa “Dibola-bolakan” Dinas Lingkungan Hidup, 120 Orang Warga Tomuan Tanda Tangani Surat Pengaduan ke DPRD Pematangsiantar
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PEMATANG SIANTAR – Warga sekitar Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, akhirnya menyampaikan keluhan secara langsung kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pematangsiantar. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Komisi III DPRD terkait dampak asap yang diduga berasal dari pabrik korek api PT Sintong Sari Union (SSU) di Jalan Siatas Barita, pada Senin (24/8/2026).

Lambok Tampubolon, perwakilan warga, menyatakan keberadaan asap dari pabrik tersebut telah menimbulkan keresahan yang berkepanjangan bagi masyarakat sekitar. Gangguan itu dirasakan setiap hari dan sudah berlangsung cukup lama, sehingga warga tidak tahan lagi dan memutuskan membawa persoalan ini ke dewan.

“Dampak gangguan kesehatan yang dirasakan warga antara lain sesak napas, batuk, mata perih, hingga rasa tidak nyaman yang diduga berasal dari aktivitas industri tersebut,” ujar Lambok di hadapan anggota DPRD. Pertemuan itu dihadiri langsung Ketua Komisi III Chindira didampingi anggota dewan Imanuel Lingga, Togam Pangaribuan, Polma Sihombing, dan Chairudin Lubis.

Lambok menambahkan, pihaknya berharap pertemuan dengan DPRD dapat memberikan solusi nyata atas keresahan yang dialami warga. Sebanyak 120 warga telah menandatangani surat resmi pengaduan sebagai bukti bahwa gangguan yang diduga disebabkan oleh pabrik tersebut sudah sangat meresahkan dan dirasakan secara massal.

Lebih lanjut, Lambok mengungkapkan kekecewaannya terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dianggap tidak merespons keluhan warga dengan baik. Warga sudah berusaha menyampaikan keluhan sebelumnya, namun tidak mendapat pelayanan yang memuaskan.

“Kami sangat kecewa dengan DLH, karena saat kami mempertanyakan keluhan secara langsung, tidak ada yang menerima kami. Bahkan kami seperti di bola-bolakan,” tukas Lambok dengan nada kesal, berharap dewan dapat menjadi jembatan bagi warga yang merasa diabaikan.

Hal senada disampaikan Rahmawati Lubis, salah seorang warga yang juga hadir dalam pertemuan tersebut. Ia menyatakan dirinya merupakan salah satu korban yang terdampak penyakit asma akibat polusi dari pabrik tersebut. Sambil menunjukkan foto hasil rontgen, ia mengaku hingga saat ini masih rutin mengonsumsi obat dari dokter.

“Ironisnya, setiap pagi saya berharap menghirup udara segar, namun kami sekeluarga justru menghirup asap pabrik. Asap hitam yang berasal dari pabrik itu beroperasi setiap hari kurang lebih selama dua jam. Saya sangat khawatir dengan kesehatan anak-anak saya,” ucap Rahmawati dengan wajah sedih.

Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPRD Pematangsiantar Chairudin Lubis menyatakan pihaknya akan segera mengambil tindakan dengan melakukan kunjungan langsung ke lokasi pabrik PT SSU. Nantinya, dewan akan meminta penjelasan secara langsung terkait perizinan dan pengelolaan lingkungan pabrik tersebut.

Ketua Komisi III Chindira juga menyampaikan bahwa persoalan ini akan ditindaklanjuti dengan serius, termasuk menunggu hasil uji laboratorium terkait kualitas udara di lokasi. DPRD berjanji memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan keadilan atas permasalahan lingkungan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut. (MR/Red)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan