Nessya : Aplikasi Mobile JKN Kebutuhan Penting Buat Anak Muda
METRORAKYAT.COM, MEULABOH – Platform digital sudah menjadi bagian yang akrab bagi anak muda seperti yang dirasakan Nessya Wafla Nasya (22). Ia mengungkapkan bahwa kehadiran Aplikasi Mobile JKN menjadi kebutuhan penting untuk memastikan status kepesertaannya tetap aktif. Menurut Nesya, kemudahan akses layanan melalui aplikasi ini memberikan rasa aman dan praktis dalam proses layanan secara administrasi dari Program JKN.
“Saya install Aplikasi Mobile JKN waktu masi kuliah, di Usia 21, dari sana ketauan ga aktif kan BPJS nya, nah abis itu cari info dari situ juga gimana proses aktivasinya, berhubung masi kuliah ternyata cukup menyertakan surat keterangan aktif kuliah aja,”ujarnya Minggu (05/01).
Nessya pernah mengalami kondisi Low Back Pain akibat terjatuh dari tangga di Kost-an, dan memanfaatkan layanan JKN untuk mengatasi cidera yang dialaminya. Mengandalkan fitur antrean Mobile JKN, dikala keterbatasan aktivitas akibat cidera yang dialami, membuat Nessya merasa sangat terbantu ,“Pas mau ke klinik, ambil antrean dari rumah, disitu kan ada jumlah antrean dan urutannya, lalu saya pergi ke kliniknya udah mau dekat antreannya, jadi ga perlu lama nunggunya, karena kondisinya kan lagi sakit di bagian belakang, sampai klinik ga lama langsung dipanggil untuk pemeriksaan sama dokter,” Jelasnya.
Selanjutnya, Nessya dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis bedah. Proses rujukan tersebut, menurutnya, kini jauh lebih mudah berkat pemanfaatan layanan digital BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN. Rujukan dapat langsung muncul di aplikasi, sehingga pengambilan antrean pun bisa dilakukan secara online tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.
“Pokoknya sekarang ga ribet lagi ya. Rujukan langsung muncul di Mobile JKN, malamnya bisa langsung ambil antrean, besoknya tinggal datang ke poli bedah,” tutur Nessya. Setelah menjalani pemeriksaan di poli bedah, ia kembali diarahkan untuk melakukan pemeriksaan rontgen. Hasil rontgen tersebut kemudian dikonsultasikan kembali dengan dokter spesialis bedah pada minggu berikutnya, tanpa perlu mengurus rujukan baru.
Nessya mengungkapkan bahwa kemudahan ini sangat membantu pasien, terutama karena proses administrasi menjadi lebih sederhana dan tidak lagi memerlukan banyak berkas fisik. “Sekarang benar-benar dimudahkan, tidak perlu banyak kertas lagi,” ujarnya.
Digitalisasi layanan kesehatan ini pun dinilai semakin memberikan kenyamanan serta efisiensi bagi peserta JKN dalam mengakses layanan medis lanjutan. Nessya memuji kondisi fasilitas kesehatan saat ini yang sudah sangat baik di hadirkan di satu dekade program JKN. Menurutnya Fasilitas Kesehatan sudah memenuhi Janji layanan seperti yang telah dituangkan pada spanduk yang terdapat di fasilitas kesehatan “Alhamdulillah,rumah sakit dan klinik sekarang bagus-bagus ya, sesuai lah dengan Janji layanan, mereka tepati, baik itu fasilitasnya, alur berobatnya, adminnya ga ada fotokopian, semoga dari yang sudah baik ini bisa ditinggkatkan lebih baik lagi,”tutupnya.(MR/red)
