Pemko Medan Bantah Janji Biayai Akomodasi AFF U-19, Sekda Wiriya: Itu Tanggung Jawab PSSI

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan membantah keras tudingan tidak memenuhi komitmen pembiayaan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship (AFF U-19) 2026.
Pemko menegaskan sejak awal tidak pernah ada kesepakatan maupun janji untuk menanggung biaya hotel dan penginapan para peserta turnamen internasional tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, menegaskan keterlibatan Pemko Medan dalam persiapan AFF U-19 hanya sebatas penyediaan dan pembenahan fasilitas olahraga yang akan digunakan selama kejuaraan berlangsung.
“Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk membiayai akomodasi hotel peserta AFF. Hal itu tidak pernah dibahas dalam setiap pertemuan. Yang diminta kepada kami hanya dukungan fasilitas berupa stadion dan lapangan,” tegas Wiriya kepada wartawan, Senin (1/6/2026).
Menurut Wiriya, pada rapat koordinasi yang berlangsung Maret 2026, Pemko Medan diminta menyiapkan Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga, dan Lapangan Taman Cadika. Setelah dilakukan inspeksi oleh PSSI, sejumlah fasilitas tersebut dinilai perlu pembenahan agar memenuhi standar pelaksanaan turnamen.
Ia menjelaskan, Stadion Kebun Bunga dan Lapangan Taman Cadika dipersiapkan sebagai lokasi latihan tim peserta. Sementara Stadion Teladan direncanakan menjadi venue pertandingan meski hingga kini masih dalam proses renovasi.
“Kontrak pekerjaan Stadion Teladan baru berakhir September 2026. Sejak awal PSSI mengetahui stadion ini masih dalam tahap pengerjaan melalui proyek APBN dan APBD. Meski demikian, Pemko tetap memberikan dukungan maksimal dengan melakukan berbagai pembenahan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Bahkan, kata Wiriya, Pemko Medan juga melakukan gotong royong di kawasan stadion untuk mempercepat kesiapan fasilitas, meskipun secara teknis proyek tersebut belum diserahterimakan dan masih menjadi tanggung jawab kontraktor.
Namun, persoalan muncul setelah Pemko Medan menerima surat permintaan dukungan pembiayaan dari PSSI pada 24 Mei 2026. Permintaan tersebut dinilai tidak memiliki dasar regulasi yang memungkinkan penggunaan anggaran daerah.
“Tiba-tiba kami menerima surat permintaan pembiayaan. Setelah dipelajari, tidak ada ketentuan yang dapat menjadi dasar penggunaan APBD untuk membiayai akomodasi peserta. Anggaran juga tidak tersedia untuk itu, sehingga tidak bisa dipenuhi,” katanya.
Penyelenggara Harus Bertanggung Jawab
Wiriya menegaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga, tanggung jawab penyelenggaraan kejuaraan internasional berada pada induk organisasi cabang olahraga yang bersangkutan.
“Dalam hal ini penyelenggaranya adalah PSSI. Bahkan terdapat surat dari Sekretaris Jenderal Kemenpora kepada PSSI terkait penyelenggaraan AFF U-19. Artinya, penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah merupakan kewenangan sekaligus tanggung jawab PSSI,” tegasnya.
Karena itu, Pemko Medan menilai tidak tepat jika biaya akomodasi peserta dibebankan kepada pemerintah daerah melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Jangan kemudian meminta menggunakan dana BTT untuk kebutuhan tersebut.
Aturannya tidak memungkinkan. Pemda hanya membantu fasilitas stadion dan lapangan, bukan membiayai operasional penyelenggaraan,” ujar Wiriya.
Untuk memperjelas persoalan tersebut, Pemko Medan telah mengirim surat kepada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri pada 26 Mei 2026 guna meminta penjelasan terkait permintaan dukungan pembiayaan yang disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Kami memahami aturan itu tidak memperbolehkan. Selain itu, sejak awal memang tidak pernah ada pembicaraan maupun komitmen mengenai pembiayaan akomodasi peserta. Yang diminta hanya dukungan fasilitas olahraga,” katanya.
Panitia Kecewa
Sebelumnya, polemik akomodasi peserta ASEAN Boys Championship 2026 mencuat setelah sejumlah tim peserta dikabarkan mengalami kendala pembayaran hotel.
Salah seorang panitia pelaksana, Muhammad Fauzi, mengaku kecewa terhadap sikap Pemko Medan yang dinilai tidak memenuhi komitmen terkait pembiayaan akomodasi peserta.
“Kami kecewa karena Pemko Medan tidak komitmen soal akomodasi negara peserta AFF. Kasihan para pemain muda yang datang untuk bertanding justru harus dipusingkan dengan persoalan hotel,” ujarnya.
Fauzi menyebut Timor Leste bahkan telah meninggalkan Grand Mercure Medan akibat persoalan pembayaran hotel.
Sementara tim Filipina disebut menghadapi ancaman masalah serupa. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mencoreng citra Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan internasional apabila tidak segera diselesaikan.
“Event ini membawa nama Indonesia di level internasional. Jika persoalan ini tidak segera dituntaskan, tentu akan berdampak pada citra penyelenggaraan turnamen,” pungkasnya.(MR/red)
