16 Pengurus STM di Sei Agul Curhat ke Antonius Tumanggor, Soroti Sampah dan Kinerja Kepling
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Sebanyak 16 Pengurus Serikat Tolong Menolong (STM) se-Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, menyampaikan keluhan tajam terkait masalah sampah, kesehatan, banjir dan kinerja kepala. lingkungan kepada anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, dalam sebuah pertemuan di Jalan Karya Mesjid Medan pada Sabtu (13/12).

Menurut pengurus STM ini, banjir menjadi topik utama yang berkaitan dengan tata ruang yang bermasalah.
STM Budi Murni Sambu Baru mengaku, wilayah mereka diapit dua Sungai mengeluhkan banjir yang semakin dalam dan berharap adanya normalisasi sungai melalui koordinasi antara Pemko Medan dan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Selain itu, tata ruang yang semrawut dinilai salah satu faktor penyebab banjir.
Warga berharap Pemko Medan lebih memprioritaskan penanganan banjir di wilayah rentan.
Warga juga mengeluhkan kurangnya sosialisasi dari pemerintah terkait bencana banjir.Apalagj saat banjir beberapa waktu lalu, nyaris tidak ada bantuan datang bagi korban banjir.
STM Ampera menyoroti masalah Daerah Aliran Sungai (DAS), di mana proyek pengorekan sungai terhenti dan tembok sungai di Kampung Betlehem sudah tidak ada.
STM Dosniroha juga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah, saat banjir akhir november lalu mencapai ketinggian hampir 1,3 meter. Selain itu mereka juga menyoroti masalah penerangan lampu jalan di sekitar Jalan Karya Rakyat yang sering mati hidup. “Lampunya masih menggunakan lampu lama belum memakai lampu LED, ” ketus mereka.
Selain itu, hal yang paling di soroti ialah kinerja kepala lingkungan dan petugas pembersih sampah yang selalu telat datang mengambil sampah yang menyebabkan sampah menumpuk dan berbau. Warga berharap retribusi sampah digratiskan.
STM Setia Sambu Baru mengeluhkan permohonan becak sampah yang selalu ditolak, padahal sampah sudah menumpuk dan berbau. Meski demikian mereka mengakui minimnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di sepanjang sungai.
Selain itu, mereka juga menyampaikan Pendidikan, Kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Kedua masalah ini masih sulit dituntaskan. Masyarakat berharap Pemko Medan tidak mempersulit anak-anak yang hendak masuk sekolah negeri dan menyoroti sulitnya lulusan SMA mendapatkan peluang kerja.
Menanggapinya, Antonius Tumanggor berjanji akan mengundang para pengurus STM dalam acara reses dalam waktu dekat. Tujuannya adalah agar aspirasi warga dapat didengar langsung oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan diundang hadir.
Ia juga mengatakan siap membantu para pengurus STM yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Termasuk pada saat penerimaan siswa baru, wakil rakyat dari partai NasDem Medan ini mengatakan akan membantu penerimaan siswa baru tahun depan, namun harus menggunakan rekomendasi STM.
Anggota DPRD Kota Medan dua periode ini juga berjanji akan mengratiskan ambulan selama di wilayah Kota Medan dengan rekomendasi dari pengurus STM.
Selaik itu, Dia juga berjanji akan berkoordinasi dengan petugas kebersihan sampah dan meneruskan ke OPD terkait.
Hal yang terpenting, sebut Antonius lagi, meminta seluruh STM untuk saling menjaga dan mengingatkan bilamana ada diantara keluarga yang diduga berkelakuan menyimpang seperti penyalahgunaan narkoba.
Diakhir kegiatan tersebut, Ia pun menegaskan keluhan yang disampaikan melalui pertemuan tersebut akan menjadi masukan baginya untuk disampaikan kepada perangkat kelurahan dan kecamatan termasuk OPD sehingga lebih serius kedepannya.
Pertemuan pun ditutup dengan doa dan ramah tamah dilanjutkan makan malam bersama. (MR/Irwan).
