Jerry Massie Tegaskan Ijazah Prabowo Sah, Polemik Gibran Jangan Diseret

Jerry Massie Tegaskan Ijazah Prabowo Sah, Polemik Gibran Jangan Diseret
Bagikan

METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menegaskan bahwa polemik dugaan penggunaan surat keterangan (suket) palsu oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak memiliki kaitan dengan keabsahan ijazah maupun kedudukan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Jerry, persoalan yang menyeret nama Gibran tidak serta-merta berdampak terhadap posisi Prabowo sebagai Presiden.

Ia menilai, narasi yang menyebut Prabowo ikut lengser apabila Gibran dimakzulkan merupakan pandangan yang keliru.

“Memang secara hukum dan legitimasi, wapres secara sah sudah gugur dan dia sudah tidak lagi menjadi wapres,” ujar Jerry.

Jerry juga menyoroti munculnya sejumlah konten di media sosial yang mengaitkan persoalan Gibran dengan kedudukan Prabowo.

Ia mempertanyakan alasan pihak-pihak yang disebutnya sebagai pendukung Gibran terus membangun narasi bahwa pemakzulan Wakil Presiden akan otomatis menjatuhkan Presiden.

“Prabowo tidak ada masalah dengan ijazahnya. Jadi, kasus ijazah bodong dan suket palsu Gibran tidak ada kaitannya dengan Prabowo,” tegasnya.

Jerry menambahkan, Prabowo telah beberapa kali mengikuti kontestasi pemilihan presiden, sehingga menurutnya persyaratan pendidikan yang bersangkutan telah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Memangnya Prabowo maju melalui suket palsu? Tidak. Prabowo sudah tiga kali maju sebagai capres dan satu kali sebagai cawapres. Artinya, persyaratan pendidikannya sudah diverifikasi,” katanya.

Lebih lanjut, Jerry menyarankan agar persoalan Gibran diselesaikan melalui mekanisme konstitusional. Ia menilai partai politik di DPR RI perlu mencermati putusan dan ketentuan hukum yang relevan sebelum mengambil langkah politik maupun konstitusional.

Jerry juga mengingatkan adanya sejumlah konsekuensi politik apabila Prabowo tetap mempertahankan Gibran di tengah polemik tersebut.
Pertama, menurutnya, publik dapat menilai Presiden melindungi wakilnya yang tengah dipersoalkan secara hukum.

Kedua, Prabowo berpotensi dianggap tidak tegas dalam menyikapi persoalan tersebut. Ketiga, polemik itu dikhawatirkan terus memicu aksi demonstrasi.

“Akan ada dampak buruk bagi Prabowo jika mempertahankan Gibran. Publik bisa berpendapat Prabowo melindungi seseorang yang dipersoalkan secara hukum, dianggap tidak tegas, dan persoalan ini bisa terus memicu demonstrasi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Jerry meminta pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan mengenai ijazah Prabowo agar dapat dimintai pertanggungjawaban hukum apabila terbukti melakukan pencemaran nama baik atau menyebarkan tuduhan tanpa dasar.

Pernyataan Jerry tersebut menjadi bagian dari polemik politik dan hukum yang berkembang terkait isu dokumen pendidikan Gibran serta dampaknya terhadap hubungan kelembagaan Presiden dan Wakil Presiden.(MR/red)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan