Abrasi Pesisir Desa Bagan Kuala Semakin Parah, Pemkab Sergai Upayakan Relokasi Warga Terdampak
METRORAKYAT.COM, SERGAI – Cuaca ekstrem di perairan Selat Malaka selama tiga hari terakhir yang melanda pesisir Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menyisakan pilu yang mendalam bagi warga.
Pasalnya akibat gelombang tinggi pasang air laut, telah menyebabkan 29 rumah warga di desa tersebut rusak dan tertimbun pasir, sehingga memaksa sejumlah keluarga mengungsi di dataran lebih tinggi.
Melihat kondisi warga yang memprihatinkan itu, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melalui Kecamatan Tanjung Beringin sudah melakukan peninjauan secara langsung, dan gerak cepat untuk menindaklanjuti bencana abrasi serta gelombang tinggi yang melanda pesisir desa tersebut.
Terlihat kawasan pesisir Bagan Kuala mengalami tingkat abrasi yang semakin parah dan berisiko tinggi terhadap keberadaan permukiman di sekitarnya, sehingga mengancam keselamatan warga.
“Kami sudah meninjau lokasi secara langsung. Daerah ini memang tergolong lumayan parah, karena mengalami tingkat abrasi cukup tinggi,” terang Camat Tanjung Beringin Nurchinta Depi Tambunan lewat seluler kepada awak media, Minggu (26/10/2025).
Nurchinta juga menyampaikan, bahwa Pemkab Sergai melalui Kecamatan Tanjung Beringin bersama Dinas Sosial telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait relokasi rumah warga, agar masyarakat terdampak dapat dipindahkan ke area yang lebih aman.
Sebab lanjutnya, akibat gelombang pasang yang cukup tinggi itu sehingga membawa timbunan pasir yang menyebabkan rumah-rumah warga di Dusun I terendam dan rusak.
Bukan hanya itu, selama gelombang tinggi para nelayan tidak bisa melaut untuk mencari nafkah, karena takut terjadi seperti tiga sampan gurita yang telah karam kemarin akibat hantaman ombak.
“Pemkab Sergai melalui Kecamatan Tanjung Beringin terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi,” ujarnya.
Camat Nurchinta juga menghimbau kepada nelayan khususnya warga Desa Bagan Kuala untuk sementara agar menunda aktivitas melaut hingga kondisi cuaca kembali stabil.
Terpisah, Kepala Desa Bagan Kuala Safril mengatakan, akibat ombak tinggi kemarin, banyak rumah warga yang rusak tertimbun pasir, bahkan sampan nelayan ada yang karam.
Pemerintah kabupaten dan kecamatan serta pemerintah desa tetap berupaya dengan cepat untuk mengatasi dan membantu kebutuhan warga terdampak.
“Akibat gelombang tinggi kemarin tiga sampan karam, Alhamdulillah semua nelayan selamat. Saat ini kami berusaha mengevakuasi sampan nelayan yang karam,” kata Safril.
Dijelaskan Safril, abrasi di kawasan pesisir pantai Bagan Kuala saat ini semakin meluas setiap tahun. Jarak rumah warga sudah sangat dekat dengan bibir pantai sekitar 10 meter, dan jika ini dibiarkan akan semakin meluas abrasi terjadi.
“Diperkirakan abrasi mencapai 20 hingga 30 meter setiap tahun. Lima tahun lalu jarak rumah warga masih sekitar 150 meter, kini jaraknya sudah sekitar 10 meter dari bibir pantai. Dengan cuaca ekstrem yang tidak menentu, masyarakat khawatir tinggal di rumah mereka sendiri,” ujarnya.
Safril menambahkan, pemerintah desa bersama Pemkab Sergai telah menyampaikan usulan pembangunan pemecah ombak kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Dinas Perikanan Sergai.
Selain itu, terkait relokasi rumah, para warga yang berada di wilayah pesisir yang paling rawan telah menyetujui rencana tersebut.
“Kami pemerintah desa sangat berharap permohonan pemecah ombak terkabul, dan relokasi rumah warga juga dapat terealisasi dengan cepat,” harap Safril. (MR/AS)
