Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Cabang Wilayah VI Siantar Simalungun Dukung Penuh Gerakan Sekolah Bersih dengan Menerapkan Program Gerakan “SITALASARI”
METRORAKYAT.COM, PEMATANGSIANTAR – Sesuai dengan Visi Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara “Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan,” yang telah ditetapkan oleh Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, SE., MM maka melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga, S.STP., M.Si telah membuat program inovasi yaitu Gerakan Sekolah Bersih yang merupakan salah satu dari enam pilar Gerakan Kolaborasi Sumut Berkah.
Gerakan Sekolah bersih tersebut diterapkan di sekolah dengan standar 12 Area Strategis yaitu:
1. Toilet Sekolah
2. Ruang Kelas
3. Ruang Guru
4. Ruang Kasek/Wakasek dan Tata Usaha
5. Ruang Laboratorium dan Ruang Praktik Siswa
6. Ruang Ibadah
7. Ruang UKS
8. Gudang Sekolah
9. Kantin Sekolah
10. Taman dan Halaman Sekolah.
11. Area Parkir
12. 12.Ruang Sekurity dan Piket
Teknis penerapan Gerakan Sekolah Bersih tersebut dimulai sekolah dengan membentuk Tim Sekolah bersih melalui Surat Keputusan Kepala Sekolah serta menyusun program kerja Sekolah Bersih, melaksanakan program Gerakan Sekolah Bersih serta membuat Laporan secara berkala mulai dari harian, mingguan dan bulanan.
Dan Cabang Dinas Wilayah VI telah melakukan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah SMA/SMK/SLB negeri dan swasta untuk mensukseskan Gerakan Sekolah Bersih yang merupakan program prioritas Bapak Gubernur Sumatera Utara melalui Bapak Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara.
Dalam mendukung penuh Gerakan Sekolah Bersih tersebut, Dinas Pendidikan Provsu Cabang Dinas Wilayah VI Siantar Simalungun membuat turunan Gerakan Sekolah Bersih dengan menerapkan kearifan lokal SITALASARI yang merupakan akronim dari Sekolah Indah Tertata Lestari dan Asri.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas Wilayah VI Siantar Simalungun August Sinaga, SPd., S.ST., MAP, lewat keterangan tertulisnya, Kamis (24/7/2025).
Dalam keterangannya August Sinaga menjelaskan, Gerakan Sekolah Bersih SITALASARI menerapkan Kebersihan di 12 Area Strategis pada Sekolah dengan berakar pada filosofi Simalungun “Habonaron do Bona” dan semangat gotong royong Tolu Sahundulan.
Dimana Filosofi “Tolu Sahundulan” dalam budaya Simalungun merujuk pada tiga kedudukan atau posisi dalam struktur sosial yang saling berkaitan dan memiliki peran masing-masing, yaitu Tondong, Sanina, dan Boru. Filosofi ini menekankan pentingnya kerja sama, saling menghormati, dan hidup rukun dalam masyarakat Simalungun.
Lanjutnya menjelaskan, Program SITALASARI lahir sebagai bagian dari Gerakan Kolaborasi Sumut Berkah – Sekolah Bersih, dengan semangat untuk membangun sekolah yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga kaya nilai. Dengan berakar pada filosofi “Habonaron do Bona” dan semangat gotong royong Tolu Sahundulan, program ini memperkuat nilai-nilai lokal, menanamkan karakter, dan menumbuhkan rasa cinta lingkungan dalam diri setiap warga sekolah.
Didalam melaksanakan Gerakan Sekolah Bersih SITALASARI pada 12 area strategis di Sekolah dengan menerapkan 6 langkah secara terpadu yaitu :
1. KEBERSIHAN LINGKUNGAN TERJAGA
Seluruh area sekolah bersih dari sampah, baik di kelas, toilet, kantin, maupun halaman.
Tersedia tempat sampah terpilah (organik, anorganik, B3). Ada jadwal rutin untuk kerja bakti atau piket kebersihan oleh siswa dan guru
2. PENATAAN LINGKUNGAN YANG RAPI DAN ASRI
Taman dan tanaman hijau tertata baik di lingkungan sekolah. Jalur pejalan kaki, pagar, dan papan informasi rapi dan informatif. Tanaman hias, pohon peneduh, dan kebun sekolah menjadi bagian dari tata ruang.
3. SARANA DAN PRASARANA MENDUKUNG LINGKUNGAN SEHAT
Tersedia toilet bersih dengan air mengalir. Wastafel untuk cuci tangan dengan sabun. Tempat makan/minum bersih dan bebas plastik sekali pakai.
4. PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH
Sekolah menjalankan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Ada kegiatan bank sampah, kompos, atau ecobrick. Siswa diajarkan memilah dan mengolah sampah secara rutin.
5. KEGIATAN EDUKATIF RAMAH LINGKUNGAN
Pendidikan lingkungan masuk dalam kurikulum atau ekstrakurikuler. Ada proyek-proyek seperti: kebun sekolah, hidroponik, konservasi air, atau penghijauan. Sekolah mengikuti program Adiwiyata atau kegiatan pelestarian alam lainnya.
6. EFISIENSI ENERGI DAN AIR
Menggunakan listrik secara bijak, seperti mematikan lampu/kipas saat tidak dipakai. Menggunakan air secukupnya dan memperbaiki kebocoran segera. Jika memungkinkan, memakai energi alternatif seperti panel surya.
7. PARTISIPASI WARGA SEKOLAH DAN KOMUNITAS
Semua warga sekolah (kepala sekolah, guru, siswa, petugas, orang tua) aktif dalam menjaga lingkungan. Ada kolaborasi dengan masyarakat sekitar, pemerintah, atau LSM lingkungan. Budaya peduli lingkungan menjadi bagian dari karakter siswa. (MR/MBPS)


