Alamak! Lanjut Terus Melintas Truk PT Perkebunan RSK mengangkut JangKos Tanpa Terpal Penutup
METRORAKYAT.COM, LABUHANBATU – Hasil investigasi dan pantauan awak media dilapangan di jalan lintas Provinsi tepatnya jalan Lintas Aek Nabara -Pangkatan,Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Sabtu,(12/4/2025) bahwa mobil Dump Truk milik PT perkebunan RSK,(Rantau Sinar karsa) Grup Asian Agri masih tetap lanjut melakukan pengangkutan Jangkos,(Janjangan Kosong) Sawit sisa pengolahan PKS (Pabrik Kelapa Sawit) dengan bak terbuka tanpa ditutupi terbal bebas melintasi jalan lintas provinsi.
Terkait Truk PT perkebunan RSK mengakut Jangkos tanpa di tutup terbal melintasi jalan provinsi yang padat pemukiman,awak media langsung konfirmasi dengan manager PT perkebunan RSK, R.Sianipar melalui HP seluler dengan WhatsApp pribadinya, namun tidak tanggapan dan jawaban walaupun pesan sudah tersentak dua berwarna biru, Sabtu (12/4/2025).
Walau pun masyarakat yang rumahnya berada di sepanjang jalan lintas Provinsi tepatnya di jalan Lintas Desa Kp.Padang -Desa Sennah,Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara sudah resah dan mengeluhkan dengan mobil Dump Truck milik PT Perkebunan RSK tersebut saat mengakut Jangkos,(Janjangan Kosong) Sawit sisa pengolahan PKS.
Saat melintas menimbulkan Bau busuk dan abu- abu Jangkos tersebut beterbangan yang diduga bisa merugikan mengguna jalan lintas yang lain, karna bak terbuka tanpa tertutup tebal.
Karna masyarkat juga menduga bahwa Jangkos sawit tersebut merupakan limbah sisa pengolahan dari PKS PT.Sepadan Jaya yang berada di Dusun Aek Nauli Desa Kp.Padang Kecamatan Pangkatan tujuan keperkebunan kelapa sawit di daerah Desa Sennah,Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara untuk kompos tanaman sawit di Perkebunan tersebut.
Hal itu merupakan ungkapan warga,berinisial SBN,(40) kepada awak media membenarkan bau yang dirasakan. ” Memang bau disaat Mobil-mobil dump truck Tersebut melintas membawa jangkos sawit sisa pengolahan dari pabrik,” ujarnya Kamis (10/4/2025) kemarin.
“Abu-abu Jangkos juga berterbangan dijalan lintas karna jalan lintas saat banyak berlobang-lobang dan disaat jangkos sawitnya juga kalau basah, airnya menetes-netes dari bak mobil tersebut dan diduga bisa merugikan pengguna jalan lintas tersebut,” ungkapnya.
“Kami warga meminta kepada dinas terkait supaya bertindak tegas,karna yang dilalui bukan jalan perkebunan yang suka-sukanya mereka,ini jalan lintas provinsi yang ada aturannya,”ucapnya lagi. (MR/HPS)
