Laksanakan Reses II, Dr. Lily MBA Jemput Aspirasi, Warga Kecamatan Medan Petisah Banyak Keluhkan Tentang Banjir, Bantuan Sosial dan BPJS Kesehatan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, Dr. Dra. Lily MBA, MH melaksanakan kegiatan Reses II Masa Sidang II Tahun Sidang 2024/2025 untuk mendengarkan dan menjemput aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan Satu (1) yang dilaksanakan di Jalan Meranti Kelurahan Sekip Kecamatan Medan Petisah, Minggu (23/2) dimulai pukul 14.00 Wib sampai selesai. 
Turut hadir pada kegiatan tersebut, perwakilan dari Dinas Kesehatan Medan, Evy Ohara, SKM, perwakilan dari Dinsos Medan, Ester Hutabarat, Seklur Sekip, Daniel Panggabean, dan warga masyarakat di kecamatan Medan Petisah.
Pada kata sambutannya, Dr. Lily MBA mengatakan tujuan reses anggota dewan adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat, melakukan pengawasan kebijakan pemerintah, dan meningkatkan akuntabilitas DPRD. “Reses merupakan kegiatan DPRD di luar kegiatan masa sidang dan di luar gedung. Reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituennya secara rutin, ” ujar Politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kota Medan ini.
Untuk itu sebut Lily lagi agar masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan reses dewan tersebut dengan menyampaikan aspirasi dan keluhan yang kerap di alami terkait pelayanan pemerintah.
Pada sesi tanyajawab yang dilakukan, warga di Kecamatan Medan Petisah banyak mengeluhkan kondisi parit tumpat dan rusak, sehingga mengakibatkan banjir atau genangan air jika turun hujan. Seperti yang disampaikan Purnama Sitompul, warga Jalan Pabrik Padi, Kelurahan Sekip, yang mengatakan daerah mereka sering banjir, dikarenakan di depan satu rumah paritnya menyempit karena di atasnya dibangun titi, dan yang punya rumah tak mau titinya dibongkar.
Hal senada juga disampaikan Efendi, warga Kelurahan Sei Putih Timur II, mengeluhkan kondisi parit di Jalan Meranti Gang Bengkok, dimana air paritnya tumpat dan tidak jalan. “Sudah dua tahun tidak ada tindakan. Pihak kelurahan telah datang memfoto, tapi gak jelas juga realisasinya, ” sebut Efendi.
Sementara itu, Radha Krisna, warga Jalan PWS Gang Sriwijaya, menyampaikan perihal di Jalan Meranti Gang Sriwijaya dan Gang Bengkok paritnya rusak alias tumpat dan diminta dibangun baru.
Pada kesempatan yang sama, Eli Elisa, warga Kelurahan Sei Putih Timur 1, mengungkapkan di Jalan Punak simpang Jalan PWS, jalannya rusak akibat pembuatan parit, sehingga warga sering terperosok. “maka beliau meminta jalannya untuk diaspal.
Menyikapi soal keluhan Jalan Meranti Gang Bengkok, anggota DPRD Medan, Dr, Dra Lily MB., MH, menyarankan agar kepling dan lurah harus lebih proaktif bersama masyarakat. ” Segera dikordinasikan kepada kepling, kelurahan atau kecamatan dengan melakukan gotong royong membersihkannya, “ungkap Lily.
Lily juga meminta agar laporan warga terkait sampah, drainase sumbat dapat segera ditindaklanjuti oleh Dinas terkait.
Sementara itu, Hendra Prawira, dari Yayasan Sosial Punak Indonesia, mempertanyakan jika ada pelayanan rumahsakit yang tidak memuaskan, apakah hal ini bisa dilaporkan ke Dinas Kesehatan?.
Menyikapinya, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Medan, Evy Ohara, mengatakan, puskesmas mempunyai jaringan di rumahsakit. “Jika ada warga yang tidak mendapat layanan dengan baik, segera laporkan saja ke puskesmas, tak perlu melapor ke Dinas Kesehatan,” ujar Evy di hadapan ratusan warga yang hadir.
Pada kesempatan yang sama, Wak Kettel, warga Jalan PWS Gang Abadi, yang sehari-hari jualan es pakai sepeda, mempertanyakan soal bantuan sosial untuk lansia seperti dirinya yang belum menerima bantuan lansia.
Perwakilan Dinas Sosial Kota Medan, Ester Hutabarat, mengatakan cara persyaratan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, Wak Kettel layak mendapat bantuan seperti program PKH, namun mungkin saja beliau belum masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau yang disebut (DTKS).
Maka Ester Hutabarat menganjurkan agar warga yang membutuhkan bantuan dari pemerintah, segera mengusulkan diri nya, agar dimasukan ke DTKS, dan menunggu hasilnya dengan sabar, karena yang menetapkan masuk DTKS itu adalah pihak Kementerian Sosial.
Angggota DPRD Medan, Dr. Lily MBA MH, mengatakan semua aspirasi ini akan ditampungnya. “Dan aspirasi ini akan diteruskan untuk disampaikan ke Pemko Medan melalui laporan reses anggota DPRD Medan, dan akan dibawa ke sidang paripurna DPRD kota Medan.
Lily menyebut pada kegiatan reses, ada dibagikan lembar aspirasi, agar masyarakat yang hadir menuliskan semua keluhan dan aspirasi pada lembar aspirasi yang telah dibagikan.
Di akhir acara kegiatan reses Angggota DPRD Medan,Dr Lily MBA.,MH, membagikan souvenir sembari menyerahkan nasi kotak dan berfoto bersama.(MR/Irwan)
