Menatap Keterpurukan di Balik Dinding Papan Usang: Kisah Kelam Keluarga Hasnah

Menatap Keterpurukan di Balik Dinding Papan Usang: Kisah Kelam Keluarga Hasnah
Bagikan

METRORAKYAT. COM, NAGANRAYA – Di balik gemerlapnya keindahan alam, tersembunyi kisah pilu dari Dusun Tuwi Blang Gampong Gunong Pungki Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya yang berjarak lebih kurang 25 KM dari pusat Ibu Kota kabupaten.

Di sinilah kita dihadapkan pada pemandangan yang menyayat hati, sebuah rumah yang tidak layak huni terlihat kontras berdampingan dengan rumah tetangganya yang bangunan beton menjadi tempat tinggal bagi Hasnah bersama suaminya Jhonny Siregar dan putri mereka Indah Ramadhani yang mengalami cacat fisik sejak kecil dengan kondisi kaki dan tangan lumpuh.

Rumah berukuran 3×5 meter ini menjadi saksi bisu akan perjalanan hidup mereka setiap hari, Atap yang reyot membiarkan tetesan hujan menembus masuk, menciptakan jejak-jejak basah yang menandai lantai yang berdebu.

Dinding-dinding papan usang menjadi saksi bisu akan keberadaan waktu yang tak kenal ampun. Namun, yang membuat keadaan mereka semakin menyedihkan adalah kondisi keluarga yang tinggal bersama dalam keputusasaan, mereka terpaksa menginap di rumah tetangga saat hujan turun, menyusul kondisi genting rumah yang semakin memburuk.

” _Saya penduduk desa Gunong Pungki sejak tahun 2018_ ,” kata Hasnah, suaranya penuh dengan luka dan keputusasaan.

” _Beginilah kondisi rumah kami_ ” ucapnya sembari bersalaman kepada wartawan yang melihat kondisi mereka, dan terlihat suaminya menggendong anaknya didudukkan atas kursi kayu yang ditempatkan didepan ruamh di bawah rimbunnya pohon kelapa sawit yang tumbuh didepan rumahnya.

“Rumah ini sudah lama rusak sudah beberapa kali kami coba memperbaiki tapi kami tidak punya cukup uang. Suami saya kadang dapat kerja, kadang tidak.”

Keadaan semakin memburuk saat anak pertama mereka melahirkan dan mereka harus pergi ke Banda Aceh merawatnya hampir sebulan lebih, jelas Hasnah pada wartawan yang datang.

Rumah yang sudah rapuh terpaksa ditinggalkan kosong selama sebulan lebih. Namun, di tengah kesedihan itu, tetangga mereka, Misdi, menawarkan bantuan dengan penuh kebaikan hati. ” _Saya mau bantu mereka_ ,” ucap Misdi dengan suara gemetar di antara deru angin. “T _anah ini dulunya milik saya, tapi saya jual untuk mereka. Kita harus bantu mereka_ .” Ucap Misdi.

Menanggapi permasalahan tersebut, H. Nyak Abubakar MD selaku Keuchik Gampong Gunong Pungki Kecamatan Tadu Raya, menceritakan tantangan yang mereka hadapi dalam membantu warganya.

Sejak tahun 2022 lalu pihaknya sudah pernah mengajukan profosal bantuan rumah ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh (Perkim Aceh) sebanyak 13 unit, namun hingga saat ini belum terealisasi.

“ _Memang selama ini ada juga yang sudah mendapatkan rumah dan ada juga yang sudah kami ajukan baik ke baitul mal nagan raya ataupun ke perkim Aceh, sekitar Tahun 2022 kami dari Pemerintah gampong sudah mengajukan profosalnya ke perkim aceh sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK) yang sampai hari ini satu KK pun belum terealisasi_ ” Jelasnya

Meski demikian, saat ini pihaknya memprioritaskan bantuan rumah kepada warga yang telah lama menetap di wilayah tersebut adalah pilihan yang diambil mengingat status pendatang baru dan tinggal tidak tetap akan seperti Ibu Hasnah yang baru terdata sejak tahun 2021.

“ _Secara pemberdayaan ekonomi sudah pernah kita bantu baik melalui CSR perusahaan yang ada di desa kita maupun bantuan dari Baitul Mal sudah juga kita fasilitasi, dan beliau kadang-kadang tinggalnya tidak tetap kemudian beliau juga pendatang terhitung semenjak tahun 2021 jadi menurut kami masih banyak yang lain yang sudah lama menetap di sini yang juga membutuhkan rumah maka oleh sebab itu kalau toh nanti ada bantuan dari pemerintah ya ikut dulu nanti udah yang duluan kita utamakan dulu baru setelah itu giliran beliau_ ” ucap Abubakar

Selain keluarga Hasnah, kondisi memprihatinkan juga dialami oleh dua orang anak yatim piatu Abdullah (9) dan Amelia (17) yang telah lama ditinggal mati orang tuanya.

“ _Seperti yang kita lihat ini, bahwa nenek mereka baru saja almarhum dan beliau punya cucu dua orang anak yatim piatu, terus kemudian ada anaknya yang keduanya janda dan juga punya cucu dari anaknya yang janda tersebut, dengan kondisi rumah seperti ini sangat-sangat tidak layak dihuni dan harapan dari kami pemerintah Gampong Gunong Pungki kepada Pemerintah Kabupaten nagan raya maupun pemerintah Provinsi Aceh untuk membantu segera merealisasi permohonan bantuan rumah yang pernah kami ajukan dulu, tutupnya. (MR/udinjazz)

Metro Rakyat News