Diduga Catut Rekrutmen MBG di Paya Perupuk, Oknum Minta Setoran Uang kepada Pelamar

Diduga Catut Rekrutmen MBG di Paya Perupuk, Oknum Minta Setoran Uang kepada Pelamar
Keterangan foto: Modus penipuan berkedok perekrutan tenaga kerja Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (metrorakyat.com/Mar)
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGKAT – Modus penipuan berkedok perekrutan tenaga kerja Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Kali ini, sejumlah pelamar di Desa Paya Perupuk, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, diduga menjadi korban ulah oknum yang mengaku sebagai panitia resmi rekrutmen.

Oknum tersebut diduga meminta sejumlah uang kepada para pelamar dengan berbagai dalih, mulai dari biaya administrasi, pengurusan berkas, hingga jaminan kelulusan dalam seleksi.

Informasi yang dihimpun, oknum berinisial MDA, yang disebut-sebut sebagai asisten BRO, diduga mengaku sebagai petugas rekrutmen, koordinator lapangan, atau orang dalam dalam proses penerimaan karyawan MBG di Desa Paya Perupuk.

Salah seorang korban mengungkapkan, uang yang diminta disebut-sebut akan digunakan untuk mempercepat proses seleksi, memasukkan nama ke daftar prioritas, hingga memastikan pelamar diterima tanpa harus melalui tahapan tes yang panjang.

Ketua DPD LKLH/HNSI Kabupaten Langkat, Zoelham Efendi, yang anaknya turut menjadi korban, mengaku sangat kecewa atas dugaan praktik curang tersebut.

“Saya sangat kecewa dengan tindakan oknum yang mengaku sebagai panitia seleksi penerimaan karyawan MBG di Desa Paya Perupuk. Tindakan ini sangat tidak profesional dan telah mempermainkan para pencari kerja,” ujar Zoelham kepada Metrorakyat.com, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Zoelham, anaknya telah melengkapi seluruh persyaratan, mengikuti tahapan tes, bahkan menyerahkan sejumlah uang. Namun, hasil akhirnya nihil.

“Uang sudah disetor, tetapi pekerjaan tidak didapat. Ini jelas merugikan dan sangat mengecewakan,” tegasnya.

Zoelham menduga, bukan hanya anaknya yang menjadi korban. Dari sekitar 170 pelamar, sebanyak 126 orang dinyatakan tidak lulus, dan diduga sebagian di antaranya mengalami hal serupa.

Ia meminta pihak terkait segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami meminta aparat penegak hukum dan pihak berwenang untuk menyelidiki persoalan ini. Apakah tindakan ini diketahui oleh pihak pengelola dapur MBG atau murni dilakukan pihak ketiga. Semua harus dibuka secara terang,” tandasnya.

Sementara itu, Andi Nasution, yang disebut-sebut sebagai penanggung jawab Dapur MBG Desa Paya Perupuk, membantah terlibat dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Andi menjelaskan bahwa dirinya hanya bertanggung jawab di bidang kemitraan.

“Benar, saya penanggung jawab MBG, tetapi khusus bidang kemitraan. Untuk urusan dapur dan perekrutan karyawan, silakan langsung menghubungi Iskandar,” ujarnya.

Pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) telah berulang kali menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen Program Makan Bergizi Gratis tidak dipungut biaya apapun.

Baik pendaftaran, administrasi, seragam, maupun bentuk pembayaran lainnya, seluruhnya gratis. Rekrutmen resmi melalui BGN maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaksanakan secara transparan dan tanpa pungutan.

Sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan, segala bentuk pungutan dalam proses rekrutmen merupakan tindakan ilegal dan dapat diproses secara hukum.

Masyarakat diimbau untuk waspada. Apabila ada pihak yang meminta sejumlah uang dengan iming-iming kelulusan, dipastikan hal tersebut merupakan modus penipuan.

Bagi korban yang telah dirugikan, disarankan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian atau melalui layanan pengaduan resmi Badan Gizi Nasional. (mr/yo)

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan