Warga Resah Dengan Adanya Kebocoran Pipa Gas Di Desa Curup, Pertamina Adera Lamban Menangani

Warga Resah Dengan Adanya Kebocoran Pipa Gas Di Desa Curup, Pertamina Adera Lamban Menangani
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PALI – Warga sangat resah dan merasa sangat dicekam rasa ketakutan dengan adanya kebocoran gas dari walheat milik PT. Pertamina dalam beberapa hari ini diwilayah desa Curup Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kebocoran gas tersebut mulai terjadi sejak dari hari selasa (12/03/2024), kebocoran gas tersebut bukan saja mencemari lingkungan tapi membuat masyarakat sekitar sangat terganggu dengan adanya bau gas sangat yang menyengat disertai suara bising yang bergemuruh dikeluarkan dari kebocoran welheat tersebut.

Sementara pihak Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field terkesan sangat lamban dalam mengatasi kebocoran gas yang terjadi tersebut, kebocoran gas itu juga jadi penghambat masyarakat dalam mengkais rezeki untuk keluarganya.

Berdasarkan keterangan Abu Rizal. S.Ag yang merupakan aktifis lingkungan saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan, dari pengamatannya akhir akhir ini memang pihak Pertamina Adera terkesan kurang Fropesional dalam bekerja sesuai yang diatur dalam Undang Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

“Kami mengatakan demikian, karna sudah sering sekali terjadi kebocoran gas bumi diwilayah kerjanya seperti yang terjadi didesa Curup ini, masyarakat yang ada disekitar gas yang bocor tersebut dicekam rasa ketakutan yang mendalam, takut terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” katanya minggu (17/03/2024) Pukul 10.00 wib.

Rizal melanjutkan, sangat disayangkan pihak perusahaan tersebut sangat lamban mengatasi kebocoran gas yang dapat mengancam keselamatan masyarakat banyak yang ada didesa Curup.

“Berdasarkan informasi dari salah satu karyawan kepada kami mengatakan bahwa mereka akan mengadakan simulasi terlebih dahulu, padahal kebocoran gas tersebut sudah berlangsung 4 hari, kami menjadi tanda tanya apakah pihak PT. Pertamina Adera Zona 4 yang merupakan perusahaan milik BUMN tidak memiliki tenaga Tim ahli yang bisa menangani kebocoran gas secara cepat dan tanggap seperti yang terjadi sekarang ini,” tuturnya.

Bukan hanya itu Rizal juga menyebutkan, mungkin pihak perusahaan tidak memiliki rasa hibah dan kasihan dengan masyarakat. Hingga kesannya ada pembiaran dari pihak perusahaan dengan adanya kejadian ini.

“Kami dari kalangan aktifis Kabupaten PALI yang konsen terhadap permasalahan lingkungan hidup akan terus mengawal permasalahan ini dan akan mendesak pihak APH untuk menindak tegas dan memberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Menurutnya apa yang dilakukannya tersebut merujuk pada Undang Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolahan Lingkungan Hidup dan Pasal 40 Undang Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas bumi.

Awak media juga mendapat Informasi bahwa pihak BPD telah melayangkan surat kepada pihak perusahaan, terkait adanya kejadian ini. Adapun isi dalam surat dilayangkan tersebut tertuang peringatan jika pihak perusahaan tidak segera menanggulangi permasalahan tersebut, warga akan melakukan aksi penyetopan segala bentuk kegiatan aktifitas perusahaan.

Sementara itu Rinaldi Davinci selaku Koordinator Gerakan Tuntutan Rakyat (GTR) Sumsel ditempat yang sama juga menyatakan sikap akan turut serta membantu keluhan masyarakat tersebut.

“Kami dari GTR Sumsel juga akan membantu apa yang dikeluarkan oleh masyarakat desa curup terkait adanya gas yang bocor milik PT. Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Fild, karna ini dapat mengancam keselamatan masyarakat banyak yang ada didesa Curup,” ujar Rinaldi.

Sangat disayangkan hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan PT. Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Fild belum bisa dihubungi untuk di konfirmasi terkait lambannya penanganan kebocoran ini. (MR/YOPI007)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.