Sosialisasikan Perda Adminduk, Ratusan Masyarakat Helvetia Usung Edward Hutabarat 3 Periode

Sosialisasikan Perda Adminduk, Ratusan Masyarakat Helvetia Usung Edward Hutabarat 3 Periode
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Saat ini data kependudukan setiap warga Kota Medan dapat dilihat dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdapat di pojok atas KTP yang dimiliki.

“Hanya ada satu NIK kita yang terdaftar seumur hidup, makanya jangan sampai ada warga yang tidak memiliki KTP, KK Akta Kelahiran, Akta Nikah dari Dinas Catatan Sipil,”  ungkap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kota Medan, Edward Hutabarat, pada sesi pertama (1) kegiatan Sosialisasi Perda No.3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan Kota Medan di Jalan Matahari Raya no.37,  Sabtu (16/12/2023) pukul 11.00 Wib. Yang mana, kegiatan sosper dibagi dalam dalam 3 sesi, mulai dari tanggal 16-18 Desembar 2023 mendatang.

Nantinya sesi kedua (2) di Jalan Karya Gg Rukun Kelurahan Karang Berombak, Minggu (17/12/2023) pukul 12.00 Wib dan sesi ketiga (3) di lapangan Wijaya Kusuma, dibelakang Polsek Helvetia, Senin (18/12/2023) pukul 11.00 Wib.

Apalagi saat ini, sambung Edward dihadapan tokoh agama, tokoh masyarakat, banyak bantuan pemerintah buat masyarakat khususnya warga kurang mampu. “Bantuan itu akan diperoleh warga, apabila telah terdaftar di Data Terpadu Kementrian Sosial (DTKS). Langsung datang aja ke kantor Dinas Sosial, dengan membawa foto copy KTP dan KK,” jelasnya.

Dewan yang duduk di Komisi III DPRD Medan ini juga mengingatkan, bagi warga yang belum memiliki data kependudukan nya, agar segera mengurusnya ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

“Ini sesuai dengan Perda No. 3 Tahun 2021, bahwa setiap keluarga yang bertempat tinggal tetap di daerah wajib memiliki KK yang diterbitkan oleh Dinas setempat,” terangnya.

Usai Edward Hutabarat memaparkan isi dari Perda tersebut, Nurma br Hutabarat warga Helvetia mempertanyakan, bisakah BPJS mandiri dialihkan ke BPJS milik pemerintah. “Saat ini saya sudah tidak sanggup lagi membayar iuran BPJS Kesehatan klas III, akibat tidak ada mata pencaharian yang tetap,” tuturnya.

Menjawab pertanyaan ini, Edward mengarahkan agar Nurma datang ke kekantor dan juga rumah miliknya di Jalan Jangka. “Nant, tim saya yang bernama Bunda Bety, akan membatu peralihan BPJS Kesehatannya,” imbuhnya.

Politisi Partai PDI Perjuangan ini juga menyampaikan, apabila ada putra dan putri warga Helvetia yang ingin kuliah secara gratis, silahkan nanti datang kekediaman nya.

“Sekitar bulan 4 nanti antar data anak yang ingin kuliah gratis tersebut, agar bisa didaftarkan. Karena ini merupakan program dari kementerian pendidikan. Dengan syarat, setelah semester 8 wajib si anak harus lulus, apabila tidak lulus di semester 9 nya harus bayar sendiri. Untuk itu, kuliah lah dengan sungguh sungguh,” tandasnya

Dipenghujung kegiatan sosper, Edward Hutabarat kembali menghimbau masyarakat Helvetia agar dalam pemilu nanti tidak asal pilih perwakilan nya di DPRD Kabupaten/Kota dan Sumut.

“Pilihlah anggota dewan yang selalu turun membantu setiap permasalahan masyarakat. Untuk itu, masyarakat harus cerdas menggunakan hak pilihnya,” pungkasnya, disambut ucapan ratusan masyarakat yang siap mengusung Edward Hutabarat 3 priode. (MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.