Pengunjung di Lapas Kelas II A Pematangsiantar Kembali Mengeluh, Toilet Banyak Rusak dan Harus Diganjal Kaki atau Batu, Padahal Sudah Diberitakan
METRORAKYAT.COM, SIMALUNGUN – Publik atau warga pengunjung Lapas kelas II A Pematangsiantar kembali mengeluh. Pasalnya meski telah diberitakan dan disebut telah diperbaiki, toilet Lapas Kelas IIA Pemtangsiantar tetap rusak dan harus diganjal kaki dan atau batu supaya tertutup.
Hal ini sesuai keluhan JS (30) warga Kota Pematang Siantar yang membesuk kerabatnya pada Senin (6/11/2023) lalu. Disitu tampak jelas engsel atau penahan pintu penutup kamar mandi tidak ada dan harus diganjal atau ditahan dengan kaki agar bisa tertutup rapat.
Kepada wartawan JS mengaku merasa tidak nyaman menggunakan fasilitas kamar mandi Lapas Kelas IIA Pematangsiantar.
” Gak enak kali kamar mandi lapas ini bang. Masak harus diganjal-ganjal pakai kaki supaya bisa tertutup rapat,” ungkap JS.
“Untung saya cuma buang air kecil, kayakmana pulak saat buang air besar. Kan susah. Mau cari-cari batu untuk mengganjal udah gak sempat keburu keluar”, tambahnya.
Saat wartawan menyarankan agar langsung menyampaikan ke petugas layanan depan, JS menjawab ga sempat-sempat aku nyampaikan itu. “Tugas orang abang lah menyampaikan kepada pimpinan tertinggi di lapas ini,” pungkasnya sambil berlalu sembari menunjukkan wajah kusam tanda tidak senang.
Terkait keluhan tersebut, Kalapas Kelas IIA Pematangsiantar M Pitra Jaya Saragih yang dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp Kamis (16/11/2023) mempertanyakan apa kamar mandi yang rusak kemarin sudah jadi diperbaiki dan mendapat balasan: “Syukur Alhamdulilah
Sdh lae”. Namun saat wartawan mengirimkan foto pintu kamar mandi yang harus diganjal kaki supaya tertutup rapat, oleh M. P Jaya Saragih dijawab: “Hari ini kita blm monitor lg
Bila rusak berarti Dirusak lagi ato tdk dirawat oleh pengunjung..
Nanti kami himbau pengguna toilet unt menjaga sarpras yg ada”.
Mendapat jawaban tersebut, selanjutnya saat wartawan mempertanyakan apa dalam hal ini Kalapas boleh dikatakan lalai dalam melakukan pengawasan atau memberi perintah terhadap bawahan dalam menjaga sarpras, oleh Kalapas dijawab “Napi kita 1600 an bg
Petugas kita tertotal 143 org
Kita kekurangan sdm unt bs maksimalkan tusi dan terhadap tusi di pelayanan termasuk petugas loket yg intens melayani.. dan turut serta di dalam tusi nya melakukan cek ricek sarpras layanan..
Kita akan atensikan unt lebih maksimal melakukan tusi
Serta di awasi atasan langsung nya ( kasubsi )
Serta kasubbag atasan penilai lansung”.
Atas jawaban tersebut Kalapas Kelas IIA Pematangsiantar diduga kuat sengaja buang badan dan atau sengaja melempar tanggung jawab kepada bawahan.
Dan terkesan memaksa publik atau pengunjung “harus” ikut menjaga fasilitas umum (fasum) yang diberikan lapas yakni toilet.
Hal ini mengutip balasan konfirmasi Kalapas: “Publik juga harus tau dan ikut serta menjaga fasilitas umum yg di berikan lapas..”
Yang mana kata ‘harus’ menurut KBBI berarti wajib. Dan sesuatu yang wajib jika tidak dilaksanakan akan mendapat sanksi/hukuman. Dalam hal ini Lapas Kelas IIA Pematangsiantar diduga nantinya akan ‘menghukum’ publik atau setiap pengunjung yang tidak ikut menjaga toilet lapas.
Atas berbagai pertanyan yang dilayangkan wartawan selanjutnya diakhir konfirmasi Kalapas akhirnya mengajak setiap pengunjung untuk mau menggugah hati nurani yang bersih dari pengguna layanan terhadap kerapihan dan kebersihan toilet.
Sembari menyebutkan jika pihaknya kekurangan SDM Petugas yang khusus berdiri di depan toilet.
Dan terakhir menghimbau bila terdapat kekurang nyamanan atas sarpras yang dirasakan kita punya petugas layanan yang berada di depan..
Silahkan disampaikan ke petugas yg berada di depan untuk mendapat fast respon. (MR/MBPS/Red)
