Komisi X DPR RI Kunker Di Kendal, Pengawasan Satuan Pendidikan Bantuan Teknologi dan Informasi
METRORAKYAT.COM, KENDAL – Komisi X DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik di Kabupaten Kendal, dalam rangka Pengawasan terhadap Satuan Pendidikan Penerima Bantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) baru – baru ini.
Pada kesempatan itu turut hadir Anggota Komisi X DPR RI, Wakil Ketua Komisi X, Dede Yusuf Effendi, bersama Mujib Rohmat, Agustina Wilujeng, Putra Nababan dan AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi.
Kunjungan Komisi X diawali dengan meninjau SD Tanjungmojo 1 di Desa Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi SMP Negeri 1 Kangkung, Kabupaten Kendal. Para Anggota Komisi X berkesempatan berdialog dengan guru dan tenaga pendidik terkait TIK.
Dede Yusuf usai bersilaturahmi di Ruang Paringgitan Setda Kendal kepada awak media menyampaikan, kunjungan kerja spesifik Komisi X DPRI RI dalam rangka melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap program TIK di Kendal.
Dijelaskan, kunjungan yang bertujuan untuk menggali informasi terkait dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi. Diantaranya, upaya Pemkab Kendal terkait Kebijakan Bantuan Perangkat TIK dari Kemendukbud berupa laptop ke satuan pendidikan.
“Intinya adalah, kita ingin tahu, apakah laptop yang sejak 2021 dan 2022 diturunkan kepada hampir lebih 200 ribu sekolah, apakah sudah termanfaatkan atau belum. Dan tadi sudah kita temukan di lapangan, dulu hanya untuk ANBK (Assesmen Nasional Berbasis Komputer). Tetapi kemudian ada kebijakan, kalau hanya dipakai ANBK saja, berarti kan hanya satu tahun sekali. Maka perlu diperkuat untuk penggunaan para siswa,” tandas Dede Yusuf.
Selain itu, pihaknya juga menanyakan dukungan dan fasilitas apa saja yang telah diterima oleh satuan pendidikan di Kendal terkait bantuan perangkat TIK, dan bagaimana dampaknya terhadap proses pembelajaran di satuan pendidikan.
“Jika ada, dukungan apa saja yang harus disiapkan Pemerintah Kabupaten Kendal, juga sejauhmana pemanfaatan bantuan perangkat TIK dengan aplikasi pembelajaran yang terdapat Platform Merdeka Belajar,” beber Dede Yusuf.
Lebih jauh, pihaknya juga ingin mengetahui, kendala apa yang ditemui Pemerintah Kabupaten Kendal dalam penggunaan bantuan TIK tersebut. Bagaimana solusinya. Apakah bantuan perangkat TIK tersebut membutuhkan pembiayaan lain yang harus dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal.
“Tadi kita sudah lihat sama-sama, siswa-siswa SD dan SMP menggunakan dengan tidak ada kendala. Jadi mereka bisa memanfaatkan dan kita juga tanya, bagaimana sistemnya, internetnya, listriknya dan lain-lain. Tadi, juga kita tanyakan kepada kepala dinas dan Bapak Bupati, katanya belum ada kendala, atau belum ada hambatan. Malah minta tambah kurang lebih jumlahnya,” lanjut Dede Yusuf.
Dirinya menyebut, melalui Kunjungan Kerja Spesifik di Kendal, akan menjadi catatan, bahwa TIK bermanfaat. Soal temuan-temuan yang lain pun akan didalami.
“Tapi yang jelas tadi Pak Bupati Kendal, Bapak Dico sudah menyampaikan sejauh ini bermanfaat sekali buat sekolah-sekolah tentunya. Karena masih banyak siswa yang belum pernah memegang laptop,” ujar Dede Yusuf.
Acara kemudian dilanjutkan dengan saling menyerahkan cenderamata oleh Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Effendi didampingi Yoyok Sukawi dan juga Anggota Komisi X yang lain, dengan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto.
Sementara Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menyampaikan harapan, dengan adanya kunjungan Komisi X DPR RI, aspirasi yang disampaikan dari Pemkab Kendal bisa ditindaklanjuti.
“Karena kan tujuan mereka (Komisi X DPR RI) ingin melihat seperti apa program-program yang dari kementerian, terus apa yang dikeluhkan daerah-daerah dan lain sebagainya, untuk meningkatkan dunia pendidikan yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kendal,” kata Dico kepada awak media.
Bupati Kendal juga menyebut, sarpras menjadi satu kunci utama dan kemampuan keuangan daerah juga butuh banyak dari pemerintah pusat, dan berharap segera terealisasi.
“Selain itu, kompetensi guru sangat penting dalam peningkatan SDM di Kabupaten Kendal. Harapannya itu juga bisa ditindaklanjuti oleh Komisi X dan bisa menjadi program yang konkret untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Kendal,” harap Bupati kendal. (MR/SIVA ZOU)

