Petani Padi Sawah Desa Redang Inhu Gagal Tanam, Perlu Perhatian Pemerintah

Petani Padi Sawah Desa Redang Inhu Gagal Tanam, Perlu Perhatian Pemerintah
Foto : Kepala Desa Redang, Edi Suparman (Metrorakyat.com)
Bagikan

METRORAKYAT.COM, INDRAGIRI HULU –  Kelompok Tani Mekar Jaya Desa Redang Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu ( Inhu ) tahun ini sudah dua kali mengalami  gagal tanam akibat banjir.

Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya Desa Redang Kecamatan Rengat Barat Kabupaten  Inhu, Masla ketika di konfermasi metrorakyat.Com melalui via ponselnya Selasa 8 Agustus 2023 mengatakan tahun ini petani sudah dua kali mengalami gagal tanam, pertama gagal tanam pada bulan Mei dan Juni akibat teremdam banjir.

Karena ketika banjir,  banyak hama keong  muncul yang mengakibatkan kerusakan tanaman padi sawah. dari hamparan sawah seluas 30 hektar, yang  gagal tanam sekitar 20 hektar sehingga merugikan petani.

Petani panen gabah per hektar rata rata produksinya mencapai 4 ton, biasanya pada bulan September sudah panen gabah untuk kebutuhan hidup para petani, mungkin nanti kalau tidak terjadi banjir diperkirakan  panen gabah sekitar bulan Desember nanti.

Memang sambungnya, dalam satu hamparan ini bukan hanya lahan kelompok tani Mekar Jaya saja yang kena banjir, termasuk  Kelompok tani Teluk Redang dengan luas lahan 35 hektar dengan bermacam macam comudity yakni padi, tanaman palahwijauh juga mengalami yang sama.

Ditambahkan, selama ini petani Mekar Jaya ini menanam padi sawah dan kacang tanah, tapi karena tikus banyak sehingga sebahagian lahan tanaman kacang tersebut di alihkan menjadi tanaman sawit.

“Kita berharap perhatian  dari pihak instansi terkait Pemerintah Inhu untuk membangun pintu air baik itu pintu air di hulu  perbatasan Desa Danau Baru dan di hilir Desa Redang guna mengendalikan debit air dari sungai Indragiri, memang bangunan pintu air ada namun tidak berfungsi lagi alias rusak,”kata Masla.

Di hari yang sama, Kepala Desa Redang Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Inhu, Edi Suparman membenarkan bahwa petani tersebut mengalami gagal tanam dua kali dalam tahun ini.

“Kita berharap agar pemerintah bisa  menyelesaikan persoalan petani ini,agar masyarakat petani tidak terjadi lagi gagal tanam akibat banjir,”katanya.

Karena  gagal tanam ini berdampak yang cukup besar dirasakan  masyarakat petani dan berdampak juga pada gangguan kebutuah  hidup petani yang merupakan kebutuhan pokok hidup mereka  salah satunya dari hasil padi sawah.

“Pihaknya berharap kepada pemerintah membangun pintu air karena jika di biarkan dikhwatirkan nantinya  lahan padi sawah dan lahan tanaman palahwijauh itu dialih fungsikan menjadi lahan sawit,” harapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Inhu, Rabu (9/8/2023 ) mengatakan , dalam waktu dekat ini Tim dinas akan turun melakukan peninjauan dilapangan, apakah memang itu solusinya, kalau iya dilihat juga apakah pintu air menjadi kewenangn  dinas pertanian dan perikanan (distankan), kalau tidak akan dikoordinasikan  dengan Bappeda dan PUPR Inhu (MR/Ob )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.