Inspektorat Pastikan BPK Turun Audit Ke Tubaba Pekan Depan

Inspektorat Pastikan BPK Turun Audit Ke Tubaba Pekan Depan
44 views

METRORAKYAT.COM, TUBABA – Inspektorat menyebutkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan turun ke Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) pekan depan dalam rangka Audit Pemerikasaan yang akan berlangsung selama 45 hari kedepan.

Inspektorat berkeyakinan bahwa Swakelola Pemeliharaan Jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tubaba bakal menjadi objek Audit pemerikasaan BPK sebab, anggaran kegiatan swakelola pemeliharaan jalan tersebut terbilang cukup besar.

Dalam hal Audit BPK nantinya, Inspektorat Tubaba berharap adanya penilaian Kualitas.

Prana Putra. Kepala Inspektur Inspektorat melalui Inspektur Pembantu (Irban) V Bidang Investigasi. Ketika dimintai tanggapannya melalui pesan wathsaap. Jum’at (17/3/2023) membalas.

“Ya atas info ini agar tidak ada overlev pemeriksaan, kita tunggu tim BPK karena mulai pekan depan turun melakukan pemeriksaan kalau tidak salah selama 45 hari,” balas Muslim melalui WhatsApp singkatnya.

Menurut Muslim. Kegiatan swakelola pemeliharaan jalan Dinas PUPR Tubaba bakal menjadi objek Audit pemerikasaan BPK sebab, pagu anggaran kegiatan tersebut terbilang cukup besar.
“kalau melihat pagu besaran nilai swakelola kita meyakini pekerjaan itu pastinya akan menjadi objek pemeriksaan audit tim BPK” balasannya.

Selanjutnya Muslim berharap saat Audit pemerikasaan BPK nantinya adanya penilaian Kualitas.
“jadi kita berharap ada penilaian Atas kualitas pekerjaan dan apabila nantinya ada indikasi kekurangan volume atas yg lain pastinya akan ada pengembalian”balasannya.

Diberitakan sebelumnya,
Telan Anggaran 40 Milyaran Rupiah, Swakelola Jalan PUPR Tubaba Rusak Parah

Swakelola Pemeliharaan Ruas Jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Beberapa Ruas Jalan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Tahun 2022 secara Kualitas Dinilai Buruk.

Hal itu begitu terlihat jelas dari kondisi jalan tepatnya di ruas jalan Mulya Kencana Tiyuh -Toho Pulung Kencana- Marga Kencana, Penumangan Baru – Penumangan, Panaragan- Pulung Kencana. Kondisi jalan mulai menunjukkan adanya kerusakan yang cukup parah di beberapa titik badan jalan, aspal mulai mengelupas, retak, batu bertaburan dan badan jalan berlubang cukup dalam yang di khawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sedangkan, Peraturan Presiden no 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa. pada Bab II Tujuan, Kebijakan, Prinsip, dan Etika
Pengadaan Barang/Jasa, Bagian Kesatu menjelaskan Tujuan Pengadaan Barang/Jasa.

Pasal 4 menjelaskan. Pengadaan Barang/Jasa bertujuan untuk:
a. menghasilkan barang/jasa yang tepat dari setiap uang yang dibelanjakan, diukur dari aspek kualitas, jumlah, waktu, biaya, lokasi, dan Penyedia;

Kemudian di terangkan juga dalam Pasal 18 (6) Tipe Swakelola sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a terdiri atas:
a. Tipe I yaitu Swakelola yang direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh Kementerian/ Lembaga/ Perangkat Daerah penanggung jawab anggaran;

Bagian Kesembilan tentang Penyelenggara Swakelola
Pasal 16 (1) menyebutkan, Penyelenggara Swakelola sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf h terdiri atas Tim Persiapan, Tim Pelaksana,
dan/atau Tim Pengawas.
(2) Tim Persiapan memiliki tugas menyusun sasaran, rencana
kegiatan, jadwal pelaksanaan, dan rencana biaya.
(3) Tim Pelaksana memiliki tugas melaksanakan, mencatat,
mengevaluasi, dan melaporkan secara berkala kemajuan
pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran.
(4) Tim Pengawas memiliki tugas mengawasi persiapan dan pelaksanaan fisik maupun administrasi Swakelola.

Padahal pada tahun 2022 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menganggarkan dana sekitar 40 milyaran Rupiah lebih untuk pengadaan bahan/material yang di pusatkan pada 19 paket pengadaan bahan material.

Berdasarkan Dokumen yang di peroleh media, didapati pada tahun 2022 Dinas PUPR Tubaba menganggarkan dana sekitar Rp 40 milyaran rupiah lebih yang di pusatkan pada 19 paket pengadaan bahan material di antaranya.
Pengadaan bahan /material Ruas Jalan 056 yang di menangkan oleh CV Bumi Sraya dengan pagu Rp.149.793.208.40
Pengadaan bahan material Ruas 012 yang di menangkan oleh CV Bumi Sraya dengan dengan pagu Rp.473.238.067.66.
Pengadaan bahan material Ruas jalan 093 dimenangkan CV Manunggal Karya dengan pagu Rp. 126.313.113.02.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 091 dimenangkan oleh CV Manunggal Karya dengan pagu Rp 336.803.994.70.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 049 dimenangkan oleh CV. Pawaka Jaya dengan pagu Rp. 172.503.277.92.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 083 dimenangkan oleh CV. Pawaka Jaya dengan pagu Rp. 372.414.542.44.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan Menuju Agrowisata dimenangkan oleh CV. Stek Harmoni dengan pagu Rp.318.629.895.60.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 081 dimenangkan oleh CV. Stek Harmoni dengan pagu Rp.260.484.257.22.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 304 dimenangkan oleh CV. Stek Harmoni dengan pagu Rp. 523.120.850.23.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 094 dimenangkan oleh CV. Halim Konstruksi dengan pagu Rp.129.609.646.10.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 050 dimenangkan oleh CV. Halim Konstruksi dengan pagu Rp. 371.123.682.60.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 057 dimenangkan oleh CV. Jenggirat Tandang dengan pagu Rp.276.076.092.00.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 002 dimenangkan oleh CV. Jenggirat Tandang dengan pagu Rp.497.963.810.51.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 029 dimenangkan oleh CV. Delapan Belas Guna Mandiri dengan pagu Rp 1.789.685.079.00.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan Menuju Perpustakaan Daerah dimenangkan oleh CV. Delapan Belas Guna Mandiri dengan pagu Rp.172.633.614.00.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 013 dimenangkan oleh CV. Berdasarkan ma Arkhana dengan pagu Rp.910.123.763.36.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 089 dimenangkan oleh CV. Bina Arkana dengan pagu Rp.198.864.085.30.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 303 dimenangkan oleh CV. DUTA dengan pagu Rp.565.067.997.20.
Pengadaan bahan material Ruas Jalan 020 dimenangkan oleh CV. Halim Konstruksi dengan pagu Rp. 243.672.861,00.

Direktur Cabang Sentral Investigasi Korupsi Akuntabilitas dan HAM (SIKK-HAM) Kabupaten Tubaba menilai, pekerjaan swakelola pemeliharaan jalan yang di lakukan oleh pihak Dinas PUPR Tubaba tidak mengutamakan mutu sehingga hasil dari pekerjaan swakelola yang di lakukan oleh pihak dinas PUPR Tubaba secara kualitas dinilai sangatlah “Buruk”.

“Swakelola itu kan seharusnya menjadi contoh baik untuk pekerjaan yang di lakukan oleh pihak rekanan, karena yang namanya pekerjaan Swakelola tipe 1 dalam prosesnya. di Rencanakan sendiri, dilaksanakan sendiri, diawasi sendiri, dilaporkan oleh dinas itu sendiri. Artinya Pekerjaan yang di lakukan oleh instansi itu sendiri seharusnya menjadi contoh pekerjaan lain yang di lakukan oleh pihak ketiga”kata Merizal. Senin (13/3/2023).

Sikkham menegaskan seharusnya Swakelola jalan Dinas PUPR Tubaba menjadi Prioritas BPK maupun APH untuk melakukan audit, sebab hal itu selalu berulang yang menjadi temuan setiap tahunnya yang di awali dari pengadaan bahan material yang dilakukan oleh pihak penyedia.

“Ini seharusnya menjadi Prioritas Audit BPK secara khusus, sebab pekerjaan yang di lakukan secara swakelola di Dinas PUPR Tubaba itu selalu menjadi temuan setiap tahun, mulai dari pengadaan bahan material yang di lakukan oleh pihak penyedia yang berulang kali, tiap tahun menjadi temuan” kata nya.

Hingga berita di terbitkan, Kepala Bidang Bina Marga dan Kepala Dinas PUPR Tubaba belum berhasil di mintai keterangan.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.