50 Peserta Sekolah Bisnis Muslim (SBM) Diwisuda, Ini Harapan PD Muhamadiyah
METRORAKYAT.COM, KENDA — Sebanyak 50 peserta mengikuti wisuda Sekolah Bisnis Muslim (SBM) angkatan ke-5 di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah Kendal, Minggu (26/2/2022).
Adapun peserta mengikuti pelatihan kewirausahaan bisnis muslim,70 persen terdampak X korban kebakaran pasar weleri beberapa tahun lalu yang begitu memprihatinkan. pelatihan sekolah Bisnis Muslim diharapakan bisa bangkit dari keterpurukan.
“Bentuk kepedulian itu kami memberikan pelatihan sekolah Bisnis Muslim (SBM) terdampak korban X pasar Weleri, serta memberikan dana stimulus sejumlah 200jt ,setiap peserta beragam menerima dana tersebut ” Hal itu diungkapkan Mawahib
Setelah para korban kebakaran ini diwisuda dalam SBM, mereka akan diberi stimulus. Ini merupakan pinjaman lunak tanpa bunga dan agunan, imbuh Mawahib
Dikatakan, Dalam setiap tahunnya MEK Kendal rutin menggelar SBM dengan 50 peserta. SBM sendiri digelar 12 kali dalam pertemuan dengan mendapatkan materi tentang semangat berbisnis, cara mengembangkan usaha, marketing online.
Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kendal, KH Ihsan Intizam berharap dengan diwisudanya 50 siswa SBM ini ke depan dapat menjadi pengusaha-pengusaha baru yang berjuang untuk mensejahterakan dan memajukan Kabupaten Kendal di bidang perekonomian
“Materi-materi dalam SBM Angkatan 5 mengikuti rangkaian tersebut nantinya dalam bentuk kuliah umum, ceramah, diskusi, kunjungan bisnis, presentasi dan choaching bagi peserta,” terangnya.
Ikhsan menegaskan, selain mencetak wirausahawan baru dan mengembangkan wirausahawan lama, yang terpenting adalah SBM diharapkan mampu membentuk karakter pengusaha yang taqwa memegang nilai-nilai islam dalam bisnisnya.
“Kami berharap, melalui SBM ini akan tumbuh pengusaha baru dan pengusaha muhammadiyah yang mau berjuang untuk memajukan prekonomian terutama di kendal,” pungkas Ikhsan, usai mengikuti acara Wisuda SBM Kendal angkatan kelima.
Sementara Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PD Muhammadiyah M Noer Agoes Hidayat mengatakan, peserta SBM cukup beragam, ada yang sudah punya usaha yang ingin dikembangkan, ada baru awal merintis dan ada juga yang belum punya usaha. Dari berbagai pengalaman peserta tersebut menjadi tantangan dalam pembelajaran untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman. “Di SBM ini, pengalaman itu bisa diambil untuk dicari solusinya oleh para pengisi materi, yang merupakan pelaku langsung di lapangan,” katanya.
Dikatakan, peserta SBM ini masyarakat umum yang memiliki komitmen untuk membangun dan memajukan usaha. Berbagai usaha, seperti kuliner, usaha peternakan, pertanian, industri, juga usaha bidang jasa. “Peserta yang penting harus komitmen mengikuti pendidikan dari awal sampai akhir,dan kini mereka sudah lulus bisa mengembangkan usaha sesuai bidangnya masing-masing” pungkasnya.(MR//Siva Zou)
