Proyek Rehabilitasi Lapangan Olahraga SMAN 4 Langsa Dikerjakan Asal asalan, Tidak Memperhatikan Kualitas
METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH – Pengerjaan proyek rehabilitasi lapangan olahraga terpadu SMAN 4 Kota Langsa, yang terletak di Jalan Medan Banda Aceh, Gampong Simpang Lhee Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa, Provinsi Aceh, diduga dikerjakan secara Asal asalan.
Pasalnya, pengerjaan pengecoran lapangan dilakukan secara bertahap alias tidak dicor sekaligus. Selain itu, alat yang digunakan dalam pengerjaan tersebut diduga tidak maksimal.
Selaku warga setempat yang sangat paham dengan proyek, menyayangkan pekerjaan yang terkesan tidak memperhatikan kualitas tersebut. Menurutnya, pengecoran lapangan seperti itu idelanya dilakukan sekaligus, tidak boleh ditunda-tunda supaya sambungan campuran pengecoran dapat bersenyawa, dan hasilnya tidak retak dan pecah-pecah.
“Fakta yang terjadi dilapangan justru berbanding terbalik, bahkan proses pengerjaan sudah berlangsung beberapa hari dan sampai saat ini belum selesai, kalau proses pengerjaannya seperti itu khawatir hasil pengecoran nantinya dipastikan retak dan pecah, disebabkan karena sudah tidak menyatu lagi pengecoran kemarin dengan pengecoran hari ini, alias pengecoran yang kemarin sudah kering,” ungkapnya, Kamis, (8/12/2022).
Belum lagi tambah warga setempat, dasar lantai pada lapangan olahraga tersebut tidak dikepak terlebih dahulu, sehingga penyatuan antara pengecoran lama dengan pengecoran baru tidak maksimal atau tidak saling mengikat.
“Lapangan olahraga harus mampu menahan beban hidup dari pergerakan para pemain serta aktivitas dari olahraga itu sendiri. Oleh karena itu, lapangan olahraga harus dirancang kuat, aman, dan menarik, apalagi ini digunakan untuk sarana pendidikan bagi Siswa siswi nantinya.
Sehingga kekuatan menjadi faktor yang perlu diperhatikan saat merancang lapangan olahraga. Konstruksi lantai yang kuat menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Jangan sampai, pemain yang sedang berlari di atas lapangan terjatuh dan cedera karena lantai yang bermasalah. Selain aman menahan beban, lapangan juga tidak boleh licin. Bayangkan, jika lantai tidak memiliki kualitas yang baik, maka akan rentan membuat pemain cedera,” jelasnya.
Pantauan media, di lokasi proyek rehabilitasi lapangan olahraga terpadu pada SMAN 4 Langsa, tidak ada kegiatan pada proyek tersebut, sudah ditinggalkan hanya saja terlihat sebagian lapangan sudah dicor ditutup menggunakan terpal sebagiannya belum, dalam pekerjaannya tidak dicor sekaligus.
Selain itu yang sudah dicor terlihat tidak rata alias bergelombang, sehingga tampak jelas ketika hujan turun air menggenangi lapangan olahraga tersebut. Diduga dalam pekerjaannya tidak sesuai spek dan dikerjakan Asal jadi oleh pihak kontraktor.
Sementara, pihak kontraktor selaku pelaksana proyek rehabilitasi lapangan olahraga terpadu SMAN 4 Kota Langsa belum diketahui siapa yang mengerjakan, begitu juga dengan konsultan pengawas tidak diketahui dikarenakan tidak terdapat satupun pada proyek tersebut.
Menurut informasi pada papan nama proyek yang di dipajang dilokasi, Nama Pekerjaan. Rehabilitasi Lapangan Olahraga Terpadu SMAN 4 Langsa. Nomor Kontrak. 146/01.31/SPK-FISIK-PL/2022. Nilai Kontrak. Rp.188.700.000, Pelaksana. CV. Bintang Muda Perdana. Pengawas. CV. Baiti Arcices. Sumber Dana Otonomi Khusus Provinsi Aceh. Dinas Pendidikan Aceh, Tanggal Selesai 15 Desember 2022.
Parahnya lagi, Proyek rehabilitasi lapangan olahraga terpadu SMAN 4 Kota Langsa, terancam tidak akan selesai tepat waktu, karena waktu kontrak jika dihitung hanya tersisa waktu 7 hari ke depan sesuai dengan kontrak selesai tanggal 15 Desember 2022.
Sampai berita ini di terbitkan sementara belum ada tanggapan yang resmi dari pihak yang bertanggung jawab, kontraktor selaku pelaksana proyek, Konsultan pengawas maupun dari pihak Dinas Pendidikan Aceh.(MR/DANTON)
