Puluhan Tahun Tidak Menikmati Hasil Plasma, Kaum Imbang Langit Tuntut PTPN-VI Kembalikan Hak Tanah Ulayat Kepada Kaumnya
METRORAKYAT.COM, PASAMAN BARAT – Dinamika tanah Tuah Basamo di puncak ambangnya terkait tanah ulayat atau tanah adat yang di kelola oleh investor,di mana ribuan Hektare lahan yang telah terbungkus rapi oleh Sistem Hak Guna Usaha (HGU) yang legal di mata hukum namun hasilnya tidak bisa di nikmati oleh kaum yang telah menyerahkan hak tanah ulayat itu, Rabu, (09/11/2022).
Tanah Ulayat adalah tanah bersama para warga masyarakat hukum adat yang bersangkutan. Hak penguasaan atas tanah masyarakat hukum adat dikenal dengan Hak Ulayat. Hak ulayat merupakan serangkaian wewenang dan kewajiban suatu masyarakat hukum adat, yang berhubungan dengan tanah yang terletak dalam lingkungan wilayahnya.
Aksi damai itu berlansung pada siang hari selasa 08 November 2022 yang di pimpin lansung oleh organisasi Serikat Petani Indonesia basis Kinali anggota SPI yang ikut dalam aksi damai itu sekitar 120 orang .
Pengukuran dari kordinator aksi damai yang berencana mendudukan lahan inti 3 dan inti 4 itu di karenakan hak plasma kaum imbang langik tidak di berikan sesuai ketentuan yang telah di setujui pada tahun 1982 lalu yang sebagai mana pihak PTPN-VI memberikan lahan plasma 1391 Hektare kepada Kaum Imbang Langit .hal itu di sampaikan lansung oleh Sutan Syahril selaku ketua SPI Basis Kinali .
Sutan Syahril mengaku, pihak nya sempat cekcok dan dihalangi oleh petugas keamanan, saat pihak nya ingin memasuki lahan tersebut yaitu lahan inti 3 dan inti 4 namun cekcok itu terhenti di karenakan pihak perusahaan membolehkan masyarakat kaum imbang Langik untuk memasuki lahan.
Aksi damai itu berjalan dengan tertib dan aman, dan berujung mediasi pihak perusahaan PTPN-VI berjanji kepada masyarakat kaum Imbang Langik dalam waktu satu minggu akan memberikan jawaban atas tuntutan masyarakat kaum adat itu .
Sutan Syahril berharap ada penyelesaian atau solusi dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, sebab sudah puluhan tahun kaum Imbang Langik tidak menikmati hasil plasma yang sebagaimana mestinya.(MR/Bobby)
