Pendidikan Tinggi Tidak Menjamin Berperilaku dan Beretika Baik

Pendidikan Tinggi Tidak Menjamin Berperilaku dan Beretika Baik

METRORAKYAT.COM,  TAPUT –  Pendidikan merupakan bekal yang paling utama dalam sebuah kehidupan setiap orang. Secara Etimologi pengertian pendidikan itu adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu. Attitude itu merupakan sikap,perilaku,atau tingkah laku seseorang dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disertai dengan kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap tersebut.

Attitude ini juga disebut sikap seseorang pada aspek afektif yang menentukan seseorang dalam bertindak, karena adanya kemauan atau kerelaan bertindak menentukan seseorang berbuat sesuai dengan karakter sikap yang dimilikinya. Apakah apabila berpendidikan tinggi attitude seseorang semakin baik atau perilaku seseorang itu lebih baik?.

Jelas pengaruh attitude tidak ada dengan tingginya pendidikan, bukan berarti seseorang berpendidikan tinggi memiliki attitude yang baik.

Pendidikan/pengetahuan seseorang lebih hanya akan membuat wawasan seseorang itu menjadi luas, sehingga orang akan memiliki banyak alasan dan opsi untuk berperilaku ataupun merespon sebuah perilaku. Perilaku, sikap ataupun etika seseorang itu banyak dipengaruhi oleh lingkungan dimana seseorang itu banyak melakukan kegiatan atau interaksi seperti dalam keluarga, sircle pertemanan, dan lingkungan seseorang melakukan kegiatan sehari-hari.

Disamping itu, dapat juga kita lihat bahwa banyak orang yang berpendidikan tinggi yang melakukan kejahatan, sebagai contoh dapat kita lihat di Indonesia dengan tingkat koruptor yang sangat tinggi.

Seperti yang kita ketahui mereka yang melakukan korupsi tersebut rata-rata memiliki pendidikan tinggi, bahkan mereka juga mengerti hukum yang berlaku di Indonesia. Apakah perilaku seperti itu disebut perilaku yang baik? Mari kita jawab sendiri.

Mungkin tidak sedikit dari kita yang telah mengetahui hal tersebut, bahwasannya pendidikan itu tidak menjamin seseorang berperilaku baik. Bahkan ada yang menganggap apabila dia sudah berpendidikan tinggi seakan-akan dia telah memiliki kemampuan dan kelebihan yang luar biasa dibanding dengan orang-orang yang hanya memiliki pendidikan sampai tingkat SLTA sederajat dan mungkin ada yang menyombongkan diri.

Seseorang yang memiliki pendidikan akan dilihat dari cara dan dan gaya hidupnya yang menunjukkan sifat-sifat serta perkataan yang sopan dan santun. Pendidikan dan etika memiliki hubungan yang sangat erat didalam sebuah proses, berlangsung secara terus menerus dalam kehidupan manusia melalui pengajaran dalam membangun serta membentuk etika yang baik.

Namun kenyataannya banyak orang yang memiliki pendidikan tinggi tapi etikanya tidak mengimbangi dan tidak sepadan dengan pendidikannya.

Mungkin hal semacam ini banyak dipengaruhi oleh kurangnya mengontrol diri dan kurangnya pendekatan religius.
Kurangnya pendekatan religius atau keagamaan ini mungkin dapat ditimbulkan oleh kesibukan mereka akan dunia kerja dan aktivitas mereka sehari-hari yang membuat mereka tidak menyempatkan diri untuk melakukan pendekatan Religius contohnya ibadah mereka yang masih kurang dan sangat minim. Hal-hal semacam ini sering terjadi apalagi bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor banyak alasan yang menjadi penghambat bagi mereka untuk melakukan pendekatan religius ini. Kesibukan mereka dalam bekerja dan tugas-tugas mereka menjadi salah satu penyebabnya.

Alangkah buruknya seseorang itu jika dia menempuh pendidikan hanya berniat untuk mendapatkan kedudukan dan status social di masyarakat. Perilaku yang seperti ini bahkan yang sering terjadi dan menyebabkan terjerumusnya seseorang itu kedalam perilaku amoral.

Maka tidak heran lagi apabila kita kerap kali menemukan dan menyaksikan sebagian orang-orang pintar dan berpendidikan tinggi dengan berbagai titel ataupun gelar tidak punya ahlak ataupun attitude yang baik. Hal inilah yang dapat memudahkan atau menjadi pemicu seseorang melakukan kejahatan-kejahatan.

Memiliki tingkat pendidikan dan ilmu yang tinggi apabila tidak memiliki etika dan perilaku yang baik itu sama saja dengan nol. Akhlak lebih baik dan terutama, tapi alangkah baiknya lagi diikuti dengan ilmu. Akhlak yang baik lebih penting, pendidikan tinggi namun akhlak tidak punya apa gunanya?.

Pendidikan itu harus seimbang dengan kelakuan, jangan hanya sekedar teori saja. Berkoar-koar supaya terlihat seperti beretika, tapi kelakuannya malah sebaliknya. Begitulah apabila teori hanya sekedar teori tidak ada penerapannya.
Seperti halnya padi semakin berisi semakin merunduk, demikianlah pula seharusnya yang memiliki pendidikan tinggi , semakin tinggi pendidikan yang di tempuh maka ahlak, perilaku, dan etikanya semakin baik. Sehingga mereka bisa menjadi contoh dan teladan serta bermanfaat bagi orang lain.

Namun tidak sedikit juga diantara mereka yang memiliki pendidikan tinggi memiliki perilaku yang baik, mereka mencerminkan nilai-nilai yang baik serta berperilaku baik di dalam lingkungan dan masyarakat. Mereka menghargai dan menghormati setiap orang, terutama orang yang lebih tua, menghargai pendapat orang lain,tidak melakukan sesuatu yang melanggar norma-norma yang berlaku dan sebagainya.

Banyak juga orang-orang yang berpendidikan mencerminkan bahwa dirinya adalah seseorang yang terdidik. Tidak terpengaruh dengan orang lain yang hendak mempengaruhinya untuk melakukan hal-hal tidak terpuji seperti halnya contoh diatas ( korupsi), mereka mengetahui mana yang menjadi hak mereka dam mereka tahu hal-hal yang patut dan tidak patut untuk dilakukan.

Tidak semua dari mereka yang berpendidikan tinggi itu ber attitude buruk, namun ada beberapa. Ada juga diantara mereka menyesuaikan pendidikannya yang tinggi dengan attitude yang baik dan perilaku yang baik, mereka dapat mencerminkan diri mereka dan dapat memberikan teladan yang baik bagi lingkungannya.

Mereka tidak menyombongkan diri dan tidak merendahkan orang lain yang latar belakang pendidikannya rendah. Bahkan terkadang ada juga diantara mereka yang terkadang dibenci oleh banyak orang karena melakukan hal-hal yang benar dan berperilaku baik. Ada banyak orang yang beranggapan bahwa itu hanyalah topeng belaka. Semakin tingginya pendidikan seseorang seharusnya semakin baik etika dan pola pikirnya dan akan semakin layak dijadikan sebagai panutan.

Etika dalam kehidupan kita sehari-hari memegang peranan yang sangat penting. Baik itu di dalam masyarakat, lingkungan pendidikan maupun di lingkugan kerja. Etika berdampak pada perilaku dan memungkinkan seseorang atau individu untuk membuat pilihan yang tepat. Etika juga berperan dalam mengatur hidup dan bertindak secara bertanggung jawab. Pentingnya etika tidak dapat diabaikan dalam kehidupan, termasuk mempraktikkannya dibidang pendidikan ataupun pekerjaan kita.

Karena etika akan membantu menetapkan standar tentang apa yang dpat diterima dab apa yang tidak.
Pendidikan setinggi apapun itu tidak akan mampu membeli sikap santun dan etika seseorang. Bahkan dalam kehidupan kita sehari-hari, kita akan lebih nyaman apabila berbicara dengan seseorang yang memiliki etika baik, dibanding dengan orang yang berpendidikan tapi tidak tahu sopan santun dan etikanya sangat rendah dan buruk. Dalam kehidupan kita sehari-hari kita harus dapat menilai seseorang, yang mana yang layak untuk ditiru dan yang mana yang tidak layak. Melalui opini yang saya tulis ini kiranya semua pembaca dapat mengambil hal-hal positif dan makna yang positif dari opini saya ini.

References
Orang-orang.Pintar.Terjerat. Korupsi.(2013/08/16). Nasional, Pendidikan-tinggi-belum-tentu-mampu-menghasilkan-orang-terdidik.(n.d).

Penulis
Nama : Elfrida Manalu
NIM : 210104046
Semeter : III (tiga)
Program Studi : Manajemen Pendidikan Kristen.Institut Agama Kristen Negeri Tarutung.

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.