Di DugaTenaga Kerja Asing Bersikap Arogan Dan Intimidasi Pekerja Lokal Di PT.Laras Internusa Kabupaten Pasaman Barat

Di DugaTenaga Kerja Asing Bersikap Arogan Dan Intimidasi Pekerja Lokal Di PT.Laras Internusa Kabupaten Pasaman Barat

METRORAKYAT.COM, PASAMAN BARAT – Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berkerja di Perusahaan pengelolaan kelapa sawit Pt. Laras Internusa (PT.LIN) perusahaan itu berada di Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat ,di duga TKA yang berkenegaraan Malaysia itu telah melakukan intimidasi serta berbicara kotor terhadap pekerja lokal yang mayoritas nya masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Pasaman Barat. Selasa, (22/11/2022).

Peristiwa itu memicu konflik antara TKA dengan tenaga kerja lokal hingga berujung laporan kepada Dinas Ketenagaan Kerja Kabupaten Pasaman Barat juga Transmigrasi Sumatera Barat .

Hal itu di jelaskan oleh Sarmuji Selaku dari Serikat Buruh Industri Perkebunan Kelapa Sawit (SERBUKSI) Kabupaten Pasaman Barat .

“Benar telah terjadi intimidasi serta lontaran kata-kata kotor oleh Tenaga Kerja Asing di PT. Laras Internusa terhadap pekerja lokal, hal itu memicu kemarahan pekerja lokal karena mereka merasa di jajah di negara sendiri ,” ucap Sarmuji perwakilan dari Organisasi SERBUKSI Pasaman Barat .

Menurut informasi pekerja di PT. Laras Internusa di bagian perkebunan Tenaga Kerja Asing yang berasal dari negeri Jiran itu memang sering bersikap arogan hingga berucap kata-kata kasar terhadap para pekerja lokal .

Susanto salah satu saksi yang pernah mengalami dan melihat peristiwa inti midasi itu di lingkungan perusahaan PT.LIN mengatakan bahwasanya (KN) sering marah-marah dan sampai mengucapkan kata-kata kotor terhadap para pekerja lokal.

Selain itu Santo menambahkan TKA itu mengucapkan kata-kata kotor di depan hak layak umum saat apel pagi di deoan Asisten Manager (Am) dan mandor krani bidang TBS.

“Mandor kerani kerjanya kaya Taik kata-kata itu diucapkan diwaktu apel pagi didepan Asisten Manager (AM) dan Mandor dan Krani TBS,” tambah Susanto salah seorang kariawan PT.LiN

Menurut nya, perihal ini sangat merusak norma adat istiadat di Ranah minang yang mana sangat menjunjung tinggi norma agama serta adat istiadat dan juga sopan santun.

Seharusnya sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA) memberikan contoh yang baik dan mempunyai Attitude sebagai TKA bekerja di PT. LIN, sehingga warga atau karyawan yg bekerja bisa menerima keberadaan TKA . Ujar Hidayat Seorang Kariawan di PT.LIN.

Hingga terjadi aksi di halaman Office PT.Laras Internusa , dan sempat mediasi namun pihak kariawan tidak mendapatkan solusi ,hanya sekedar perkataan maaf saja tidak bisa mengobati yang mencederai harga diri karyawan-karyawan itu .

Ketika ada masalah seharusnya jangan langsung marah – marah, tetapi memberikan solusi yang terbaik, tapi bukannya memberi solusi karyawan malah mendapatkan perlakuan yang tak wajar dengan menghardik.

“Sampai mengatakan kalau gak bisa bekerja lebih bagus mundur dari perusahaan. Ini yang membuat karyawan gerah dan marah, mereka merasa seperti hidup di masa zaman penjajahan,” tegas Hidayat karyawan lokal PT.LIN.

Ditambahkannya, sebelumnya banyak juga TKA yang bekerja di PT. LIN namun tidak pernah melontarkan kata-kata kasar dan kotor.

Hidayat juga mengaku bersama rekan-rekannya telah meminta Serikat Pekerja dan buruh Sarbuksi untuk melaporkan kasus tersebut kepada pihak Pemerintah.

“Karena kalau hal itu dibiarkan berlanjut mereka takut akan terus di tindas oleh (KN) yang notabene Tenaga Kerja Asing (TKA),mereka meminta dan memohon kepada Pemerintah melalui Disnaker dan Imigrasi Kabupaten dan Provinsi untuk melakukan pemeriksaan dan tindak tegas kepada TKA inisial (KN). Dan karyawan bersedia bersaksi serta membuat pernyataan apabila di panggil oleh pihak Disnaker Kabupaten Pasaman Barat juga Disnaker Provinsi dan Imigrasi Sumatera Barat,”terangnya.(MR/Bobi )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.