Pasca Tragedi Kisor 2 September Kini Aktivitas Pendidikan Di Kampung Fiyoh Kembali Berjalan Normal

Pasca Tragedi Kisor 2 September Kini Aktivitas Pendidikan Di Kampung Fiyoh Kembali Berjalan Normal
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MAYBRAT– Pasca tragedi kisor 2 September Kini Aktivitas Pendidikan Di Kampung Fiyoh Distrik Aifat Selatan kabupaten Maybrat kembali berjalan normal.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat melalui Via telepon usai menyelesaikan pertukaran pimpinan kepala sekolah SD YPK Ebenezer Fiyoh Distrik Aifat Selatan di ruang kerjanya kantor Dinas P dan P Senin, (05/09/2022).

Kornelius Kambu,S.Sos,M.Si mengungkapkan bahwa terkait dengan persoalan kefakuman pelaksanaan pendidikan di SD YPK Ebenezer Fiyoh Distrik Aifat Selatan artinya sejak tragedi pasca 2 September di kisor sehingga anak-anak kita terpencar semua ada yang ke kota, ada yang ke mana-mana sehingga persoalan pendidikan di sana tidak jalan maka menjadi opini penilaian dari Komnas HAM maupun lembaga LSM lainnya terkait masalah pendidikan di Maybrat.

Pemerintah berusaha untuk bagaimana memulangkan anak-anak dan juga orang tua yang mengunsi akibat tragedi tersebut sehingga akhirnya mereka kembali ke tempat asal untuk melaksanakan aktivitas pendidikan saat ini

lanjut “Beberapa waktu lalu terjadi pelantikan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah di lingkungan kabupaten Maybrat salah satunya Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sokolah Dasar Sypk Fiyoh Distrik Aifat Selatan dengan mempertimbangkan aspek-aspek normatif lainnya”.

sehingga Kepala Distrik Aifat Selatan Roland Suwe bersama Sekretaris Distrik dan Kepala Kampung Fiyoh Selatan bersama kepala sekolah dan wakil kepala Sekolah ke kantor Dinas Pendidikan kabupaten Maybrat untuk melakukan komunikasi guna menukarkan jabatan dari kepala sekolah yang di lantik Bapak Habel Sori untuk turun menduduki jabatan wakil kepala sekolah dan wakil kepala sekolah Derek Mose naik menjadi kepala sekolah SD YPK Ebenezer Fiyoh.

“Saya melihat aspek ini sangat luar biasa bagi saya, sejak pelantikan itu ada di tempat-tempat lain yang kita berusaha untuk mendudukkan aspek normatif, aturan, regulasi baik dari aspek kepangkatan, Diklat kepala sekolah, sertifikasi, penjenjangan dan lain-lain tetapi selalu menemukan pro dan kontra seperti Pemalangan sekolah dan lain-lain dan tentunya ini beda dengan sekolah ypk Ebenezer Fiyok Distrik Aifat Selatan,”ujar Kornelius.

Mereka ini sangat luar biasa dan berbeda dengan yang lain karena melalui kebersamaan yang sangat intens sekali sehingga akhirnya kepala sekolah dan wakil kepala sekolah datang dengan didampingi oleh kepala Distrik dan kepala kampung dengan tujuan untuk menyampaikan terima kasih kepada kami bahwa mereka hargai keputusannya Bupati Maybrat tetapi Kami ingin mau menyampaikan bahwa sejokjanya wakil kepala sekolah orang non Papua ini yang naik menjadi kepala sekolah dan kepala sekolah yang yang di lantik ini turun menjadi wakil kepala sekolah dan siap mendukung proses belajar/ mengajar tanpa paksan dari orang lain.

“Cobalah hal seperti begini bisa diikuti oleh saudara-saudara kita kepala sekolah dan wakil kepala sekolah yang ada di kabupaten Maybrat, janganlah kita lakukan hal Pemalangan yang akhirnya melibatkan tokoh intelektual tetapi coba kita selesaikan dengan arif dan bijaksana,”ajak Kornelius

“Dengan pola seperti ini baru pertama kali saya ketemu Maybrat dan terus terang saya menyampaikan bahwa ini sungguh luar biasa dan toleransi yang begitu besar dengan cara yang bijaksana yang di lakukan oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah,”tutup Kornelius”.(MR/DEWA).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.