Ketua Pembina Yayasan Tipari Berharap Universitas Werisar menjadi Kebanggaan Masyarakat Sorong Selatan
METRORAKYAT.COM, SORONG SELATAN – Ketua pembina yayasan Tipari berharap dengan hadirnya universitas Werisar akan menjadi kebanggaan masyarakat Sorong Selatan dan juga masyarakat tanah Papua.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Acara penutup PKKMB Universitas Werisar di halaman kampus universitas Werisar kompleks SMK Yapis Teminabuan Rabu,(07/09/2022) pukul 23.00 Wit.
Turut hadir Ketua Dewan Pembina Yayasan Tipari Kabupaten Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE, Ketua Yayasan Tipari Kabupaten Sorong Selatan Ny.Beatrice M Anggiluli, Dandim 1807 Sorong Selatan Letkol Ronald Michael Patty, Kepala kantor kementerian agama kabupaten Sorong Selatan, Wakil rektor 1 universitas Werisar,
Ketua Pembina Yayasan Tipari Samsudin Anggiluli SE dalam sambutannya mengungkapkan bahwa prosesi penutupan PKKMB Universitas Werisar yang saat ini dilakukan yaitu dengan mencium bendera Merah Putih, Bendera Yayasan dan Bendera Universitas tentunya mengingatkan kembali masa perkuliahan kita di perguruan Negri dan tradisi ini tentunya tidak pernah di lakukan perguruan tinggi swasta tetapi baru pertama kali terjadi di universitas Werisar.
Tradisi ini dilakukan untuk bagaimana kita dapat menunjukkan kebersamaan, kekompakan dalam mengikuti PKKMB dan nanti juga akan di terapkan dalam dunia kampus atau perkuliahan.
Saya selaku pembina yayasan menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya karena kerjasama yang baik sehingga bisa melaksanakan tahapan PKKMB sampai selesai dengan baik.
“Cari dimana tarada, kami yang baru pertama kali mengukir sejarah di kabupaten Sorong Selatan secara khusus di universitas Werisar yaitu kebersamaan, jiwa korsa yang luar biasa yang telah di tunjukkan oleh saudara saudara peserta PKKMB,” ujar Samsudin sambil tersenyum.
Dia juga mengucap syukur dan juga bangga dan menyampaikan selamat datang kepada adik-adik semua untuk bergabung dengan universitas Werisar Sorong Selatan dalam mengejar cita-cita.
“Saya percaya bahwa kalian ini adalah anak-anak Papua yang terpilih untuk mau membuat perubahan di kabupaten Sorong Selatan dan mau memilih Universitas Werisar untuk membentuk saudara-saudara di sini,”harapnya.
Tujuan dari kampus atau universitas ini tentunya saudara-saudara akan mendapat gelar akademik yang aksi dalam bidang program studinya masing-masing. Tidak cukup dengan saudara-saudara mendapat gelar akademik selama 4 tahun nanti tetapi saudara-saudara juga akan dibina untuk merubah karakter, karakter, saudara-saudara agar beda dengan yang lain.
“Wajib bagi saya sebagai ketua Dewan Pembina dan juga sebagai pemerintah akan menyiapkan sarana dan prasarana yang mantap di Kabupaten Solok Selatan untuk saudara-saudara ini,”tegas Samsudin.
“Kami juga akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pimpinan DPRD Kabupaten Sorong Selatan untuk bagi mana sama- sama kita membangun sumber daya manusia generasi kita di kabupaten Sorong Selatan,”tandasnya sebagai pemerintah.
Dalam waktu dekat kami bersama para rektor membuat surat audiens yang dikirimkan kepada legislatif untuk menyampaikan undang-undang otonomi Khusus perubahan nomor 2 tahun 2021 yang mana sudah menjelaskan dengan jelas bahwa perguruan tinggi di Kabupaten itu menjadi wajib hukumnya pemerintah harus menyiapkan sarana dan prasarana untuk kepentingan kampus di daerah Papua dan Papua Barat. Khusus kita di Sorong Selatan harus dibuatkan dalam peraturan daerah sehingga kampus ini sudah harus dibiayai oleh pemerintah daerah lewat otonomi Khusus.
“Amanat undang-undang otonomi khusus nomor 2 tahun 2021 pasal 56 ayat 6 poin A, poin B, dan Poin C itu jelas bahwa pemerintah kabupaten dan kota wajib menganggarkan untuk Perguruan tinggi, wajib membangun sarana dan prasarana, wajib memberikan perhatian kepada Dosennya,”ujar Samsudin.
“Kami berharap agar kampus kita ini menjadi kampus kembagan orang Sorong Selatan untuk mempersiapkan sumber daya manusia karena kita di tanah Papua karena anak-anak yang tamat SMA dan lanjut ke perguruan tinggi baru 10% dan yang tidak lanjut kuliah itu 89%. Ini merupakan angka yang paling sedikit sekali sehingga bagaimana kita mau membangun negeri yang besar ini kalau kita punya sumber daya manusia masih sedikit,”tutup Samsudin.(MR/DEWA)
