Kerja Tanpa Alatan Utama Hasil Pekerjaan Tidak Maksimal

Kerja Tanpa Alatan Utama Hasil Pekerjaan Tidak Maksimal
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TUBA –  Pelaksanaan pekerjaan hibah pembangunan Rumah Dinas Kajari Tulangbawang yang dikerjakan oleh CV. Manunggal Karya dengan nilai kontrak Rp 973.893.000, di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) tahun anggaran 2022, walaupun tidak memakai tiga peralatan utama sesuai dengan persyaratan Lembar Data Pemilihan (LDP) pekerjaan tetap berjalan.

Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi pihak rekanan diduga tidak memakai ketiga peralatan utama yaitu Theodolite, Barcuteer dan Barbender, anehnya pihak konsultan pengawas dari CV. Carika Arta Konsultan, terkesan membiarkan hal tersebut terjadi.

Kepala tukang Yudi ketika dikonfirmasi menegaskan, dalam pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan pada saat pengukuran bangunan, pihaknya hanya memakai pralatan siku, meteran dan waterpas saja, peralatan tersebut milik para tukang yang dibawa dari rumah. “Dari awal pekerjaan sampi saat ini alat ukur yang kami gunakan peralatan yang kami bawa dari rumah, seperti siku, meteran dan waterpas, ujarnya belum lama ini (11/8).

Ketika ditanya apakah pihak rekanan menyiapkan peralatan Theodolite sebagai alat ukur pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi, Yudi mengatakan, dari awal kami tidak pernah melihat peralatan Theodolite tersebut dipakai dilokasi pekerjaan ini, menurut Yudi, pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah dinas Kajari ini, pengukurannya gak perlu pakai Theodolite cukup pakai alat ukur siku dan waterpas, saja.

Untuk alat pemotong besi kami menggunakan gerenda yang kami bawa dari rumah, sedangkan untuk membengkokkan besi kami cukup menggunakan cara manual saja, dengan peralatan bantu balok dan paku, karna besi yang digunakan bukan ukuran yang besar.

Ketika disinggu dalam pekerjaan pembangunan tersebut tidakperlu menggunkan peralatan Theodolite, Barcuteer dan Barbender, Yudi menegaskan, tanpa peralatan tersebut pekerjaan tersebut dapat dikerjakan secara maksimal, “gak perlu pake alat -alat itu, untuk ngerjakan bangunan ini, hasil pekerjaanya juga dapat maksimal ko, Pake alat-alat yang kami bawa sendiri dari rumah” ujar Yudi.

Selama ini kami kerja belum pernah kami ditegur oleh pihak konsultan pengawas terkait peralatan yang kami gunakan dalam pelaksanaan pekerjaan, pihak rekanan baru menurunkan peralatan satu unit concrit mixer untuk adukan semen dilokasi pekerjaan, ucap Yudi.

Pada waktu yang bersamaan juga Ari salah satu tukang mengatakan, alat untuk memotong besi tulangan beton kami menggunakan gerinda yang saya bawa dari rumah, sedangkan untuk ngebengkokin besi saya pake dengan cara manual, tidak Pake alat mesin.

Tidak ada arahan dari konsultan pengawas atau dari pihak rekanan motong besi dan membengkokkan besi harus menggunakan alat mesin Barcuteer dan Barbender. Dan sampai sekarang peralatan yang dimaksud juga belum ada di lokasi pekerjaan, ” Gak ada arahan dari konsultan dan pihak rekanan motong dan bengkoin besi Pake alat mesin, gak mungkin pake mesin, orang Pake alat yang ada aja udah cukup ko” ujar Ari.

Untuk tenagateknis di lapangan dari pihak rekanan sampai sekarang kami gak pernah liat, yang kami tahu hanya Yudi Kepala tukang, dari awal sampai sekarang yang mengarahkan kami saat bekerja hanya kepala tukang saja, ujar Ari.

Dari informasi dan data yang berhasil diperoleh, didalam LDP yang ada dalam dokumen pelelangan pekerjaan hibah pembangunan Rumah Dinas Kajari Tulangbawang, merupakan persyaratan yang akan dipertandingkan dalam tender dan harus dipenuhi para peserta salah satunya dukungan peralatan utama. Pada tender paket pekerjaan ini ada enam item peralatan utama yang harus dimiliki para peserta lelang, baik milik sendiri atau sewa.

Ke enam peralatan utama tersebut yaitu, Scapolding 1,8 M sebanyak 50 set, Theodolite digital distanc range min 3.000 m, Barcuteer 3 Pasa, Barbender 4 hp, 2 unit concrit mixer 0,3 M3, Mobil pick-up 1 ton. Peralatan utama merupakan peralatan yang harus dipakai untuk mendukung proses pelaksanan pekerjaan kontruksi. Artinya ke enam peralatan utama tersebut wajib dipakai pihak rekanan untuk mendukung pelaksanan pekerjaan konstruksi tersebut.

Anehnya pihak pelaksana konstruksi CV. Manunggal Karya dalam pelaksanaan konstruksi, diduga tidak memakai tiga jenis peralatan utama, pengukuran tidak menggunakan Theodolite digital distanc range min 3.000 m, dan alat pemotongan besi dan pembengko tidak menggunakan Barcuteer 3 Pasa, Barbender 4 hp, proses pekerjaan tersebut tetap berjalan dengan lancar tidak ada hambatan yang dapat menghambat progres pekerjaan. (MR/Tim)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.