Dirgahayu RI dan  Dugaan Kebohongan di Institusi Polri

Dirgahayu RI dan  Dugaan Kebohongan di Institusi Polri

METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Tewasnya Brigadir Joshua Hutabarat yang diduga akibat pembunuhan terencana dan terkonsep seolah-olah menjadi dasar bagi seluruh warga Negara Republik Indonesia menilai Popularitas Institusi Polri drastis menurun.

Bahkan yang paling  memprihatinkan dalam kasus brigadir J ini adanya kebohongan yang diduga dilakukan oknum polri disetting sedemikian rapi yang hampir lulus mengelabui ratusan juta warga Negara Republik Indonesia dan kini mulai terkuak akibat desakan dari banyak pihak.

Yang juga sangat menyedihkan, rekayasa kebohongan ini diduga dilakukan oknum perwira tinggi kepolisian dan didukung banyak oknum kepolisian yang seharusnya bertindak sebagai penegak hukum di negeri ini, yang fatal mengakibatkan turunnya popularitas dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi polri yang sebelumnya berjuang memperbaiki citranya dibawah kendali Jenderal Sigit sebagai Kapolri.

KEBOHONGAN

Menurut ahli Neurologi pusat, kebohongan manusia dapat dikendalikan di bahagian otak yang bernama prefrontal cortex (pc) dan anterior cingulate cortex (acc) dan ini dibuktikan dengan pemeriksaan MRI fungsional saat berbohong, bahagian otak inilah yang aktif.

Berbicara tentang kebohongan, sesungguhnya di negeri ini seakan sudah tradisi. Baik kebohongan yang dilakukan pejabat kepada rakyatnya, dan kebohongan yang dilakukan rakyat. Dua sisi kebohongan ini sering diperhadapkan kepada publik, jika rakyat kecil berbohong atau menyebar hoax di media sosial, pedang hukum akan bekerja secara cepat, dan berakhir dalam penjara akibat kebohongannya, apalagi rakyat yang dipersepsikan sebagai oposisi penguasa.

Namun apabila kebohongan dilakukan para elite politik dan penguasa, pedang hukum menjadi tumpul dan seluruh rakyat diminta memaklumi, dan mereka tidak hanya aman dari jeratan hukum tetapi akan mengulang kebohongan diwaktu yang akan datang.

Kebohongan penguasa itu tampak disaat mereka masih berkampanye untuk menduduki kursi empuk legislatif ataupun eksekutif baik ditingkat pusat maupun daerah. Terkadang jejak digital masih tersimpan disaat mereka berkampanye untuk memperjuangkan rakyat kecil, menjunjung tinggi kedaulatan ekonomi, menegakkan supremasi hukum, menindak tegas korupsi dengan mendukung KPK, menghentikan impor pangan untuk kesejahteraan petani dan rakyat kecil, namun semuanya berbanding terbalik atas kebohongan, sehingga masih sangat sulit bagi negara ini mencapai tujuan yang tertera dalam UUD 1945 bila penyelenggara negara dan terkhusus Institusi Polri yang sedang viral sekarang melakukan kebohongan dalam pendalaman kasus brigadir Josua, untuk mengelabui rakyat dan mempersulit penyidikan kasus yang sangat mengundang empati bagi seluruh warga negara yang akan berulang tahun ini. Maka sudah saatnya Polri berbenah, hilangkan kebohongan yang sedang terjadi dan hargai proses hukum. Dirgahayu RI ke 77.(MR/Baho)

Oleh : Lamhot JF Naibaho SPd
(Ketua Panpel BKSK Kabupaten Karimun)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.