oleh

Diduga Korban (Kereng) Milik Bupati Langkat Non Aktif Sarianto Tewas Lemas di kolam

METRORAKYAT.COM, LANGKAT – Sidang Lanjutan Rehabilitasi / Kereng milik Bupati Langkat Nonaktif TRP dengan Nomor perkara : 467/Pid.B/2022/PN Stb, kembali di gelar di Ruang Sidang Prof.Kusuma Atmaja Pengadilan Negeri Stabat, Jum’at (12/8/2022).

Di persidangan sebelumnya Majelis Hakim dan JPU mendengarkan kesaksian dari keluarga korban yakni korban Sarianto Ginting dan korban Abdul Sidik Isnur alias Bedul, pada persidangan kali ini JPU menghadirkan saksi penyidik dari Polda Sumut Kanit I Rampok Sandra Kompol Jama Purba S.H, M.H, Jonter Silalahi, Josua, dr.Rawi Chandra (Kapus Namu Ukur)

Dalam persidangan terungkap, Saksi verbal selaku penyidik menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan saksi yang melihat dan merasakan langsung adanya aksi kekerasan serta dugaan penganiayaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain yakni saksi Sariandi dan istrinya serta keterangan keluarga korban yang melihat adanya keanehan pada tubuh jenazah, menguatkan adanya indikasi penganiayaan dan penyiksaan.

Keterangan saksi (Sariandi) yang merupakan alumni kereng menjelaskan tentang pengalaman yang pernah dialami dan dilihat saksi saat menghuni Kereng milik Bupati Non Aktif,terdapat beberapa bentuk penganiayaan yang diduga dilakukan para terdakwa.

Selanjutnya penyidik dari Polda Sumut Kanit I Rampok Sandra Kompol Jama Purba S.H, M.H menjelaskan bahwa pada saat membuat BAP kesaksian Sariandi terkait kematian Sarianto Ginting, berdasarkan keterangan/kesaksiannya diketahui ada peran DP dalam kasus kematian korban Sarianto Ginting.

Saksi juga menjelaskan jika saksi selaku penyidik sudah 3 kali datang ke TKP. Melihat di dalam kereng yang masih dihuni oleh ‘pasien’ rehabilitasi,” Jelasnya

Berdasarkan video yang diputar dalam persidangan seluruh penghuni menyatakan bahwa mereka keberatan tinggal di dalam kerangkeng.

Dari lokasi kereng Tim penyidik juga menemukan alat bukti untuk penyiksaan dan selang kompresor untuk memukul punggung penghuni kereng,” Majelis Hakim mengatakan bisa saja selang itu yang digunakan untuk memukuli korban dan bisa juga tidak.

Di persidangan yang dilakukan secara online tersebut, DP sempat merasa keberatan dan membantah keterangan saksi.

Sama halnya dengan DP, terdakwa HA juga membantah dan mengklaim jika dirinya tidak ada memukul pakai selang dan membawa korban ke kolam..

Sementara itu, saksi yang meringankan lainnya yakni Robin Ginting, Jonter Silalahi, Josua dan dr.Rawi diberi kesempatan oleh Majelis Hakim dan JPU untuk memberikan keterangan sesuai dengan BAP kepada penyidik yang telah mereka tandatangani.

Namun, Alumni ‘ kereng’ yang mengaku jika dirinya kabur dari kereng mencoba berdalih jika pada saat dirinya dimintai keterangan oleh penyidik merasa ngantuk dan ketakutan.

Menurut Robin, dirinya dibawa ke panti rehab (kereng) itu karena permintaan orang tua,semula dirinya juga takut dan tidak mau dibawa ke rehabilitasi TRP. Namun dirinya kemudian ditangkap dan dibawa paksa menuju Raja Tengah.

“Saya cuma selama 6 bulan Bu Hakim, terus saya kabur,” ujarnya.

Kendati saat memberikan keterangan di depan pengadilan, saksi Robin sangat berbeda dengan keterangannya di BAP.

Jika di BAP saksi Robin Ginting menjelaskan kronologis penyiksaan yang dialami korban Sarianto, namun di persidangan saksi malah mengaku saat diperiksa polisi dirinya ketakutan dan sudah mengantuk.

Namun, saksi Robin mengatakan bahwa selama dirinya di kerangkeng dirinya sempat bertemu dengan korban Sarianto.

“Waktu Sarianto masuk, terlihat enggak sehat. Kayak orang sakit dan kurus,” ujarnya.

Dirinya tidak sering ketemu sama Sarianto karena dirinya disibukkan dengan pekerjaan ngarit dan dipabrik,sa’at korban meninggal dirinya sedang bekerja dan sudah pindah di kereng 2(dua).

Dalam kesaksiannya, Robin juga lebih banyak mengatakan lupa dan tidak ingat.sementara saksi lainnya, Josua, mengatakan saat peristiwa korban Sarianto kecebur kolam, DP sedang bersama saksi sembari memberi makan ayam.

Kemudian saksi Josua mengatakan jika korban Sarianto berjalan sendiri keluar kereng menuju kolam, “Padahal saat di
Itu korban masih belum bisa bebas keluar kereng,”terangnya.(mr/yo)