Oknum Ketua RW Pertontonkan Sikap Angkuh dan Arogan Terhadap Sekelompok Warganya
METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Ketua RW VII Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, berinisial BA mempertontonkan sikap angkuh dan arogan terhadap warganya yang menolak pembangunan TPS 3R di wilayah RT 02/RW 07 Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Sabtu (23/07).
Penunjukan sikap angkuh dan arogan itu tampak ia ekspresikan disaat warga sekitar melakukan aksi penolakan pembangunan TPS 3R dilokasi pembangunan.
Ketika menemui warga, Ketua RW tersebut mengaku telah merusak satu spanduk yang bertuliskan Warga Jalan Sahata dan Wonosari Menolak Keras Pembangunan TPS 3R. Adapun alasan warga sekitar menolak dilanjutkannya pembangunan TPS 3R tersebut dikarenakan tidak adanya sosialisasi dengan warga sekitar, sehingga warga sekitar beranimo TPS 3R tersebut akan berdampak buruk bagi kesehatan warga sekitar
Ketika dihadapan metrorakyat, Ketua RW tersebut merespon warga dengan ekspresi angkuh dan terkesan arogansi sembari mengeluarkan kata kata yang tidak bermoral dan bermartabat.
“Kalau ditanya siapa yang merusak spanduk ini, saya sendiri yang merusak. Kenapa rupanya? Dan saya tidak mungkin mengotori kampung saya. Ini adalah kampung saya. Disinilah saya tau memakai Kolor atau segi tiga pengaman. pungkasnya, sembari ppih ppih ppih (membuang air liur terhadap seorang ibu ibu yang juga warganya sendiri.
Dihadapan warga, oknum RW bersikeras mengatakan sudah mendapat persetujuan warga sekitar, dalam pembangunan PTS 3R tersebut, namun satupun warga tidak ada merasa jika ada yang didatangi oleh ketua rw terkait sosialisasi pembangunan tersebut.
Pak Mono salah seorang warga yang tinggal didaerah lokasi pembangunan tersebut mengaku kepada awak media, tidak pernah dikunjungi oleh siapapun terkait pembangunan TPS 3R yang persis didepan rumahnya.
” Dia tak ada datang dengan saya dalam agenda sosialisasi, dan jika adapun dokumentasi atau gambar, itu datang tidak dengan agenda sosialisasi tentang hal ini. Dia bohong itu,”ujarnya.
Kordinator Warga yang menolak pembangunan tersebut Kawi, berharap pihak pelaksana dan juga pemerintah setempat dapat duduk bersama dengan warga untuk membicarakan terkait dampak TPS 3R tersebut, bahkan Kawi juga sangat menyayangkan adanya adanya pernyataan Kepala Kelurahan Baran Timur tidak mengetahui proses pembangunan tersebut.
“Saya harap pihak pengelola dapat duduk bersama dengan warga setempat dan juga disaksikan pemerintah setempat, selayaknya RT dan RW. Untuk membicarakan lebih dalam terkait proyek ini. Sepanjang pembangunan berlangsung di Karimun ini kita akan respon dengan positif, tetapi jika proyek seperti ini yang tidak dilengkapi dengan UPL dan prosedur, kita akan tolak. Dan saya sangat menyayangkan tindakan arogan yang dilakukan oleh Pak RW dengan merusak spanduk milik kami,” imbuhnya.
Dari pantauan dilokasi, para pekerja saat ini sudah mulai diistrahatkan, sembari menungu bagaimana hasil dari persentase yang akaan dilakukan oleh beberapa instansi terkait.
Kepala Kelurahan Baran Barat, ketika dikonfirmasi media metrorakyat.com mengatakan sangat respon dengan pembangunan masyarakatnya, namun terkait proyek TPS 3R Lurah akan lakukan pertemuan dengan warga dan menghadirkan tim dari kesehatan seperti Kesling dan SKM. (MR/Lamhot)
