Jalan Narasinga Kambesko Rengat Inhu Terancam Ambruk
METRORAKYAT.COM, INDRAGIRI HULU – Badan jalan Narasinga yang menghubungi Kelurahan Kampung Dagang antara Kelurahan Kampung Besar Kota ( Kambesko ) Kecamatan Rengat Kabupaten Inhu Riau yang dilalui ribuan kendaraan roda dua dan empat setiap harinya terancam ambruk ke Sungai Indragiri.
Ketua RT15, RW05 Kelurahan Kampung Besar Kota ( Kambesko ) Rengat Inhu, Irwan SE membenarkan bahwa kondisi badan jalan Narasinga sudah rusak parah ambruk ke Sungai tepatnya di wilayah perbatasan antara Kelurahan Kampung Dagang dengan Kelurahan Kampung Besar Kota.
Badan jalan yang rusak parah tersebut bukan baru lagi tapi sudah lama, pihak Pemerintah pada tahun 2021 silam sudah turun kelokasi untuk mengambil sampel.
“Masyarakat sangat berharap secepatnya di bangun turup guna mengatasi abrasi agar badan jalan Narasinga itu tidak ambruk ke dalam sungai, karena kalau dibiarkan tidak dibangun turap bukan hanya saja jalan itu bakalan putus tapi rumah penduduk menjadi sasaran ambruk ke Sungai Indragiri,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ) Pemerintah Inhu, Arif Sudaryanto ST,MT Rabu (20/7/2022) sore di Pematangreba mengatakan kondisi jalan Narasinga yang merupakan jalan Kabupaten sudah lama rusak akibat abrasi hantaman air sungai Indragiri, apalagi lokasi badan jalan yang rusak itu pusaran air Sungai Indragiri.
” Kalau dibanguan jalan baru tidak memungkinkan lagi sebab sudah dihukum pemukiman penduduk yang sudah padat, solusinya harus pembangunan turap, sementara untuk membangun turap bukan wewenang Pemerintah Inhu tapi wewenang Balai Wilayah Sungai ( BWS ) Sumatera III,”sebutnya.
Akan tetapi persoalan keluhan masyarakat itu, pihak Pemerintah Inhu sudah perhatian serius karena pada bulan Nopember tahun 2021 silam Ibu Bupati Inhu Rezita Meylani Yopi SE bersama intansi terkait dan Ketua LAMR Inhu telah melakukan penyelusuran sepanjang Sungai Indragiri mulai dari Batu Rijal Kecamatan Peranap hingga Kecamatan Kuala Cinaku menggunankan perahu karet untuk mendokumentasi situasi tebing yang rawan abrasi sepanjang daerah aliran Sungai Indragiri.
“Hasil penelusuran sepanjang daerah aliran Sungai Indragiri tersebut ada beberapa titik abrasi yang harus dibangun turap termasuk tebing di daerah Kambesko tersebut untuk di usulkan pembangunan turap ke Kementrian PUPR Republik Indonesia guna untuk mencegah terjadinya abrasi yang mengakibatkan longsor di tèpi Sungai Indragiri,”ungkapnya. ( MR/Ob )
