KemenPPPA Gelar Bimtek Ke-4 Desa Wisata Ramah Anak Bebas Eksplorasi Dan Kekerasan Di Mabar

KemenPPPA Gelar Bimtek Ke-4 Desa Wisata Ramah Anak Bebas Eksplorasi Dan Kekerasan Di Mabar
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MABAR , NTT – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), melalui Asdep Perlindungan Khusus

Anak dari Kekerasan, Ciput Eka Purwianti menggelar bimbingan Teknis ke 4 Desa wisata di Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan Bimtek Desa wisata ramah anak bebas ekplorasi dan kekerasan ini berlangsung selama 2 hari mulai 16-17 Juni 2022 di Hotel Perundi,Labuan Bajo.

Menurut Ciput Eka Purwanti dalam sambutannya bahwa, ditahun 2022 ini KemenPPPA dan ECPAT Indonesia memilih Bimtek kali ini di Manggarai Barat karna Labuan Bajo sebagai Brand Super Premium dan pastinya banyak di kunjungi oleh para wisatawan baik asing maupun lokal.

Untuk itu pentingnya pengembangan Desa Wisata Ramah Anak Bebas dari Kekerasan dan eksplorasi ke 3 Desa Wisata di Mabar yaitu Desa Loha, Desa Gorontalo, Desa Liang Dara dan Desa Batu Cermin.

“Pemilihan ketiga Desa/Kelurahan tersebut berdasarkan beberapa indikator dalam pemetaan singkat yang dilakukan ECPAT Indonesia,”ungkap Ciput Eka.

Ia juga katakan bahwa Desa Wisata yang telah memiliki konsep pengembangan pariwisata di tingkat Desa, terdapat pelibatan anak dan orang muda dalam program pembentukan dan pengelolaan Desa wisata, telah terbentuk Pokdarwis, telah memiliki komitmen bekerja bersama multipihak baik itu pemerintah Desa, Sektor swasta dan pihak lainnya untuk mendapatkan dukungan penuh dari Pemda Mabar untuk mengembangkan Desa Wisata.

Hal yang menarik lainnya dari ketiga desa tersebut adalah tidak hanya menawarkan paket wisata keindahan alam, namun juga yang mengenalkan kearifan lokal atau wisata budaya dan wisata pendidikan akan kekayaan tradisi lokal (local wisdom).

“Potensi- potensi itulah yang harapannya melalui pelatihan ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi Desa Wisata yang ramah terhadap anak bebas dari kekerasan dan eksplorasi”

Dalam kegiatan Bimtek kali ini guna untuk Meningkatnya pemahaman aparat pemerintah Desa/Kelurahan dan stakeholder di 3 Desa/Kelurahan
dalam memahami konsep desa wisata ramah anak bebas dari kekerasan dan eksploitasi sehingga berkomitmen membentuk dan meng-implementasikannya.

Lalu terbangunnya kesadaran multipihak yaitu Pemerintah Desa, Pengusaha Wisata, Pokdarwis, Kelompok Anak, Organisasi Perlindungan Anak, Masyarakat di 3 Desa dalam membangun jaringan kerjasama dalam rangka upaya perlindungan anak di desa wisata.

“Pentingnya partisipasi pemerintah desa dalam membentuk forum anak disetiap desanya serta dapat memberikan perlindungan terhadap anak,”tutup Ciput Eka Purwanti.

Diketahui, peserta yang mengikuti pelatihan ini terdapat 54 orang terdiri dari Aparat pemerintah Desa/Kelurahan, anak-anak, warga masyarakat perwakilan pelaku bisnis wisata, PATBM, tokoh adat/tokoh agama, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, pengusaha wisata, Pokdarwis, Babinkamtibmas, Babinsa yang akan mendapatkan manfaat dari pelatihan wisata pedesaan ramah anak bebas dari kekerasan dan eksplorasi.(MR/Eras Tengajo)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.