oleh

Kejaksaan Pasaman Barat Naikkan Status Perkara Dengan Nilai 1,852 M Di Pasaman Barat

METRORAKYAT.COM, PASAMAN BARAT – Beberapa perkara bernilai Rp.1,852 Miliar kini di proses di Kejaksaan Pasaman Barat, Senin, (16/05/2022). Perkara ini diketahui menjadi perhatian masyarakat.

Foto : Ginanjar Cahya Purnama, Kejari Kabupaten Pasaman Barat (MR/Bobi)

Dengan ditingkatkannya Penyelidikan menjadi Penyidikan, dengan fakta di temukannya dua bukti di lapangan membuat kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Ginanjar Cahya Purnama angkat bicara terkait dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan Rehabilitas Daerah Irigasi Batang Ingu kecamatan Talamau pada tahun anggaran 2020.

“Tim penyelidik berhasil menemukan dua alat bukti. Dengan begitu, status penyelidikan ditingkatkan jadi penyidikan terhadap proyek dengan nilai kontrak Rp1,852 miliar lebih pada Dinas PUPR Pasaman Barat itu,” ungkap Ginanjar Cahya Permana, Jumat.(13/05/2022) beberapa waktu lalu.

Dikatakan lagi, tim penyidik akan terus memeriksa saksi dan mengumpulkan dokumen pendukung serta akan terus berkomitmen untuk tetap dapat mengungkap perkara tindak pidana korupsi di Pasaman Barat. Tujuannya, agar tindak pidana korupsi dengan modus yang sama, tidak terulang kembali.

“Dalam waktu dekat, tim penyidik segera tuntas mengklasifikasikan pihak-pihak yang bertanggungjawab sehingga segera bisa ditetapkan tersangkanya,” terang dia.

“Kami berkomitmen untuk tetap mengungkap perkara tindak pidana korupsi di Bumi Tuah Basamo ini,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang masyarakat Batang Ingu bernama Iyan berharap dengan ketegasan Kejari saat ini, bisa mengungkap kasus – kasus Tindak Pidana Korupsi yang ada di Pasaman Barat.

“Saya mendukung penuh kinerja bapak kejari Pasaman Barat, dalam upayanya membersihkan Pasaman Barat dari perbuatan korupsi yang sangat merugikan Masyarakat itu, bahkan bisa sewaktu – waktu mengundang bencana alam,” kata Iyan yang tinggal disekitar  proyek Irigasi Batang Ingu.(MR/red)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Breaking News