Viral Akibat Kisruh, Tiga Pengelola Kapal Ihan Batak di Pelabuhan Ambarita Akui Belum Maksimal
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Akibat Kisruh yang terjadi hari minggu kemarin di dermaga Pelabuhan Ambarita hingga viral pemberitaan nya, akhirnya pun diakui pelayanan penyeberangan Kapal Ihan Batak di Pelabuhan Ambarita Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, belum maksimal.
Itu diungkapkan Laspayer Sipayung, Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir kepada sejumlah wartawan di Gedung Terminal Penumpang Pelabuhan Kapal Fery Ihan Batak, Senin (28/03/2022) saat dikonfirmasi terkait terjadi kisruhnya penumpang Kapal Fery Ihan Batak yang terjadi hari minggu kemarin saat menyeberang menuju Pelabuhan Ajibata.
Akibat terjadi kisruh itu, jadwal keberangkatan Kapal Fery Ihan Batak dari Pelabuhan Ambarita menuju Pelabuhan Ajibata sempat tertunda beberapa menit.
Sejak insiden itu akhirnya tiga pengelola yang terlibat dalam pengelolaan pelayanan KMP di Dermaga Pelabuhan Ambarita itu pun langsung mengadakan pertemuan untuk membenahi pengawasan dan pelayanannya.
Tiga pengelola yang disebut itu diantaranya Dinas Perhubungan Samosir yang membidangi parkir, ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) pengelolah KMP Ihan Batak dan BPTD (Badan Pengelolah Transportasi Darat) Menangani Dermaga.
“ Pengelolaannya ini ada tiga. Jadi yang terjadi kemarin akibat miskomunikasi diantara ketiga yang mengelolah,”kata Laspayer Sipayung Kadis Perhubungan Pemerintah Kabupaten Samosir.
Lanjut Laspayer Sipayung mengatakan, akibat insiden kericuhan yang terjadi itu hingga viral pemberitaannya, langsung dilakukan rapat koordinasi guna pembenahan pengawasan dan pelayanan agar tidak terjadi lagi hal yang serupa kedepannya.
Sementara, Karang Taruna Desa yang diberdayakan untuk mengelolah parkir di Pelabuhan Ambarita, langsung mendapat teguran keras berupa Surat Peringatan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir.
” Dinas Perhubungan yang memberdayakan Karang Taruna Desa untuk mengelolah parkir, langsung mengeluarkan Surat Peringatan “, kata Laspayer Sipayung.
Dia menjelaskan awal kericuhan itu terjadi, saat itu ada iringan rombongan sebanyak 7 unit mobil.
Iringan dari rombongan 7 unit mobil tersebut yang muat di KMP Ihan Batak tinggal tersisa 5 unit mobil lagi, sementara para penumpang 2 unit mobil lainnya memaksakan untuk masuk ke kapal dengan berdalih tidak mau terpisah dari iringan rombongan.
Pun akhirnya, para penumpang yang ada didalam ke 5 mobil tersebut ikut keluar dari dermaga.
Sawal Batubara, Pihak Manajemen KMP Ihan Batak itu juga mengakui kericuhan itu terjadi akibat adanya miskomunikasi diantara mereka para pengelola.
Saat ditanya apakah ada pihak yang diduga menjual tiket hingga menjadi over kapasitas, Sawal Batubara menampiknya dengan mengatakan bahwa 7 unit mobil milik iringan rombongan itu telah memiliki tiket.
Diberitakan sebelumnya, penyebab terjadinya kekisruhan di Dermaga Ambarita karena iringan rombongan 7 unit mobil tersebut diduga difasilitasi oleh petugas pelabuhan, hingga dengan mulus dapat menerobos antrian untuk menyelonong masuk ke KMP Ihan batak untuk menyeberang dari Ambarita – Ajibata.
Sementara, terkait tiket yang klaim oleh petugas pelabuhan telah dimiliki oleh iringan rombongan penumpang 7 unit mobil tersebut, Sawal Batubara tidak dapat menunjukkannya kepada wartawan.
Kapal berukuran 546 Gross Tonage (GT) yang memiliki kapasitas dapat menampung penumpang 280 orang dan kendaraan campuran sebanyak 32 unit itu yang dioperasikan di lintasan Ajibata – Ambarita di bawah koordinasi ASDP Cabang Sibolga, dengan hadirnya KMP Ihan Batak yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan guna mendukung daerah kawasan danau toba dari sektor pariwisata yang merupakan salah satu program prioritas kerja Presiden Jokowi, diharapkan tidak diciderai oleh petugas oknum – oknum nakal.(MR/red)
