Lakukan Secara Virtual, Bimtek UMKM  Kota Pekanbaru, Kampar Dan Inhu Hasil Perjuangan DPR RI Komisi VII H.Nurzahedi,  Bimtek Di Inhu Difasilitasi Langsung Wakil Ketua II DPRD Suwardi Ritonga

Lakukan Secara Virtual, Bimtek UMKM  Kota Pekanbaru, Kampar Dan Inhu Hasil Perjuangan DPR RI Komisi VII H.Nurzahedi,  Bimtek Di Inhu Difasilitasi Langsung Wakil Ketua II DPRD Suwardi Ritonga
Bagikan

METRORAKYAT.COM, INDRAGIRI HULU – Pelaksanaan Bimbingan teknis  (Bimtek)  UMKM di Dua Kabupaten yakni di Kabupaten  Kampar dan Kabupaten Inhu serta Kota Pekanbaru dilaksanakan secara  virtual, sedangkan di Kabupaten Inhu pelaksanaan Bimtek UMKM tersebut di fasilitasi langsung oleh wakil ketua II DPRD Inhu H Suwardi Ritonga SE tepatnya di Hotel Irma Bunda Pemetangreba Senin (28/03/2022).

Adapun pelaksanaan Bimtek UMKM di Dua Kabupaten dan Kota Pekanbaru Provinsiriau itu merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat yang di perjuangkan anggota DPR RI Komisi VII H. Nurzahedi (Edi Tanjung) ke Mentri Perindustrian RI selaku mitra kerja Komisi VII DPR RI.
Bimtek UMKM secara virtual di ikuti, Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Kementrian Perindustrian RI Riefky Yuswandi ST, Kepala Subdirektorat Industri Kecil Menengah dan Aneka, Barang Kayu dan Furnitur Kementrian Perindustrian RI, Triharsono S.Sos MM,Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau.

Kemudian, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Indragiri Hulu, Pengurus Partai Gerindra tingkat Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Indragiri Hulu dan anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Gerindra, Dapil Kota Pekanbaru, yang langsung hadir dalam pelaksanaan kegiatan di Kota Pekanbaru. Anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Gerindra, H. Nurzafri SE MM yang langsung hadir bersama peserta di Kabupaten Kampar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hulu dari Fraksi Partai Gerindra, H.Suwardi Ritonga SE, Plt Kepala  Disperindag Pemkab Inhu, Evi Irma Junita Manurung, Kepala Dinas, DPMPTSP Inhu yang diwakilkan Sutrisno.

Anggota Komisi VII DPR RI H.H Nurzahedi, SE dengan panggilan Edi Tanjung dalam sambutanya menyampaikan, pelaksanaan kegiatan ini  merupakan hasil dari aspirasi masyarakat di Provinsi Riau, yang di perjuangkan ke Kementrian Perindustrian Republik Indonesia.

“Karena pelatihan dibidang UMKM sangat penting bagi pelaku usaha guna meningkatkan keahlian. Masyarakat meyakini dari pelatihan UMKM yang diperoleh dan dipercaya dapat meningkatkan daya saing dan pengetahuan serta keterampilan untuk membuka usaha baru atau membuat inovasi produk UMKM yang telah berjalan,” katanya.

Disampaikan lagi, sebagai anggota Komisi VII DPR RI, aspirasi masyarakat tersebut, saya perjuangkan dalam rapat kerja antara Komisi VII DPR RI dengan Menteri Perindustran RI. Saya paparkan dan jelaskan kepada Bapak Menteri Perindustrian RI bahwa masyarakat Riau harus mendapatkan pelatihan dibidang peningkatan keterampilan UMKM yang dialksanakan selama empat hari mulai tanggal 28 – 31 Maret 2022.

Dimana total peserta dalam kegiatan ini berjumlah 240 orang yang terdiri dari 80 peserta dari UMKM yang ada di Kota Pekanbaru, 80 peserta dari UMKM yang ada di Kabupaten Kampar dan 80 peserta dari UMKM yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu.
Selama pelatihan  diberikan  cukup beragam.

Diantaranya pelatihan dibidang konveksi, pelatihan dibidang bordir, pelatihan dibidang perbengkelan roda dua dan pelatihan dibidang pengolahan makanan ringan. Termasuk juga pelatihan dibidang reparasi HP, pelatihan dibidang pembuatan sabun cair dan shampoo, pelatihan dibidang olahan daging ikan/hasil laut, pelatihan dibidang pembuatan batako dan pelatihan dibidang perbengkelan las.

Untuk itu, kegiatan pelatihan ini diharapkan  dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh para peserta. Karena ditengah kondisi ekonomi makro yang belum stabil saat ini, pergerakan ekonomi nasional sangat ditopang oleh suksesnya para pelaku UMKM dalam berusaha. Makin banyak UMKM yang berhasil maka akan membantu pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Dan peserta yang ikut dalam kegiatan ini juga harus memahami bahwa keberadaan UMKM yang dikelola akan membentuk ekosistem rantai pasokan bahan baku baru di Provinsi Riau. Hasil perkebunan dan pertanian seperti sayur mayur, buah, ubi, singkong, jagung dan jenis lainnya di Provinsi Riau, akan mendapatkan pasar baru dengan keberadaan UMKM dibidang makanan ringan yang kelola.

Begitu juga para pekerja dibidang pertambangan pasir dan tanah liat akan mendapatkan pasar baru atau permintaan baru dari keberadaan UMKM dibidang pembuatan batako. Dengan kata lain, apapun jenis UMKM yang bapak/ibu kelola akan memberikan dampak positif bagi perkembangan perekonomian Provinsi Riau secara khusus dan Indonesia secara umum.

Bahkan saya sangat berharap bahwa hasil kerajinan atau olahan dari UMKM yang kelola tidak sebatas dinikmati oleh masyarakat Riau. Namun menembus pasar nasional. Saya sangat ingin hasil kerajinan atu olahan dari Riau dapat menembus pasar di Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Bali hingga Papua. Dan apabila memungkinkan bisa tembus ke pasar ekspor harapnya.

“Disamping itu, saya juga ingin menyampaikan pesan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Provinsi Riau dan Kota/Kabupaten yang ada di Provinsi Riau, agar terus melakukan pembinaan dan pengawasan keberadaan para pelaku UMKM,”ketusnya.

Pembinaan dan pengawasan pelaku UMKM yang ada di Provinsi Riau secara terus menerus akan memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM. Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang ada di Riau saya harapkan untuk juga memberikan masukan dan solusi serta membantu hal-hal administratif untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal kita.

Bantu para pelaku UMKM dalam pengurusan sertifikat dan promosi. Bahkan dan yang terpenting adalah membuka ruang agar hasil kerajinan maupun olahan dari UMKM lokal kita dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintahan yang ada di Provinsi Riau.

Apalagi Partai Gerindra memiliki konsentrasi penuh untuk peningkatan kualitas UMKM di dalam negeri. Karena saat saya ditempatkan di Komisi VII yang bermitra langsung dengan Kementrian Perindustrian RI, salah satu tugas yang harus diperjuangkan dari Partai Gerindra adalah memastikan agar kegiatan peningkatan kualitas UMKM di dalam negeri terlaksana dengan baik.

“Sebagaimana yang dikatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bahwa UMKM adalah pionir pembangunan masyarakat ekonomi Indonesia. Oleh karena itu masyarakat diharapkan berperan aktif untuk memajukan perekonomian Indonesia dari sektor UMKM. Dengan aktif dibidang UMKM dengan sendirinya akan menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda yang inovatif dan kreatif,” harapnya.

Kementrian Perindustrian RI Riefky Yuswandi ST, menyampaikan Bimtek dan kewirausahaan industri kecil dan ekonomi menegah di Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Inhu, hal ini merupakan mitra dan sinergitas dari anggota DPR Komisi VII  RI. H. Nurzahedi SE  dalam mendorong ekonomi masyarakat khususnya bagi pelaku usaha di Provinsiriau.

“Saya berharap para calon pelaku usaha menegah di Riau dapat mandiri dan sangat diharapkan menjadi penyerapan tenaga kerja karean saat ini sangat dbutuhkan unit kerja  siap layak individu yang produktif. Kami dari pemerintahan tidak cukup untuk memajukan para pelaku usaha namun harus ada  sport dari kelangan masyarakat dalam usaha baru  untuk dapat menciptakan usaha apalagi jumlah rasio sehingga jumlah rasio usaha salah kementrain industri melakukan bimbingan teknis berkeloborasi DPR RI Komisi VII dan dinas perindustrian di tingkat provinsi kabupaten kota,” katanya.

Wakil Ketua II DPRD Inhu, H Suwardi Ritonga mengatakan, bimtek  kewirausahaan di Inhu dapat bermanfaat bagi pelaku usaha yang ada di Inhu karena  tantangan dan persaingan kedepan semakin berat sehingga tentunya dipersiapkan keahlian agar  bisa berdaya saing dan berkompotisi dalam berusaha.

Apalagi menghadapi global bersiang dengan dunia sehingga pelaksanaan bimtek muda mudahan bisa bermanfaat kepada masyarakat dan terus berkelanjutan tahun kedepan terutama bidang sarana dan prasarana yang berteknologi  dapat di berikan oleh pihak pemerintah agar UKM di Inhu lebih produktif dan berkembang di Inhu hingga bisa berdaya saing dengan pasar dunia.

Plt Kepala Disperindag Pemerintah Kabupaten Inhu, Evi Irma Junita Manurung mengatakan, bimtek kewirausahaan di Inhu bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat, karena tumbuhnya pelaku UKM di Inhu guna untuk mencitpakan lapangan kerja yang merupakan  salah satu pilihan yang  tepat dan membantu jumlah pengangguran terutama usia produktif  yang  kreatif dan inovatif.

Peserta bimtek kewirausahaan Inhu sebanyak 80 orang terdiri dari WUB IKM  makanan ringan, IKM Batu Bata, IKM perbengkelan roda dua,IKM Perbengkelan Las.

“Kita mengharapkan dari kementrian perindustrian RI dapat membantu sarana dan prasaran bagi pelaku usaha sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah agar pelaku usaha kedepan dapat maju dan berkembang,”  harapnya. (MR/Butar)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.