DPRD Samosir, Harap Pemkab Bersinergi Bersama BPODT Tingkat Pariwisata
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Anggota DPRD Kabupaten Samosir berharap bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Bersinergi dalam rangka memajukan kawasan wisata danau Toba di wilayah Samosir.
Hal ini saat Komisi III DPRD melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) untuk menyampaikan harapannya terhadap komitmen memajukan pariwisata maupun perekonomian pelaku wisata Kawasan Danau Toba.
Rombongan DPRD yang terdiri dari Pantas Marroha Sinaga selaku Wakil Ketua DPRD didampingi Jonny Sagala, Paham Gultom, Pantas Lasidos Limbong, dan Rismawaty Simarmata.
Kunker ke kantor BPODT guna menjalin serta memperkuat komunikasi juga menyamakan visi-misi untuk membangun dan mengembangkan Pariwisata di Kawasan Danau Toba maupun dalam mewujudkan mimpi dan cita cita besar Presiden Republik Indonesia setelah ditetapkannya Danau Toba sebagai salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Prioritas di Indonesia, Senin (7/2/2022), Pangururan.
“Wakil Ketua DPRD Samosir menyampaikan, tujuan kedatangan kami ke kantor BPODT, untuk memperkuat komunikasi terkait rencana rencana besar BPODT yang akan dilakukan untuk memajukan pariwisata di Kawasan Danau Toba”, sebut Pantas M Sinaga.
Komisi III DPRD Samosir yang selalu terinformasi akan perkembangan pembangunan maupun pengembangan Danau Toba dengan harapan, masyarakat dapat menjaga Kawasan Danau Toba terlebih yang bergelut dibidang pariwisata merasakan dampak peningkatan ekonomi dari industri kepariwisataan,” ucap Pantas Sinaga.
Sementara Pantas Limbong selaku Ketua Komisi III DPRD Samosir menambahkan, berharap dengan adanya sinergitas antara BPODT dengan Pemkab Samosir di Kawasan Koordinatif seperti halnya berupa dukungan BPODT dalam peningkatan SDM dan Event sehingga seluruh wilayah otoritatfi maupun koordinatif dari BPODT sendiri telah merasakan betul kehadiranya di Kawasan Danau Toba.
BPODT dibentuk pada tahun 2016 dengan tugas yang terbagi menjadi dua yaitu, Koordinatif dan Otoritatif.
Sebagai fungsi Koordinatif BPODT tidak memiliki peran dalam melakukan pembangunan fisik melainkan hanya sebatas memberikan dukungan serta fasilitasi, sedangkan untuk tugas Otoritatif, BPODT memiliki membangun kawasan otoritatif seluas 386 hektar yang berada di Kabupaten Toba.
Mewakili Direktur Utama BPODT yang sedang mendampingi kunjungan kerja Presiden Repubik Indonesia di Kawasan Danau Toba, Direktur Keuangan Umum dan Komunikasi Publik BPODT sembari melakukan paparan program kerja BPODT di tahun anggaran 2022 menuturkan,
“Kami sangat senang dan menyambut baik atas maksud dan tujuan kehadiran Bapak dan Ibu dari DPRD Kabupaten Samosir. Masih dalam suasana awal tahun DPRD Samosir sudah sangat proaktif untuk melakukan pertemuan dengan kami dalam hal memperkuat komunikasi dan sinergitas dalam melakukan pembangunan dan pengembangan Kawasan Danau Toba,” imbuhnya.
“Kita tetap berupaya menjalin komunikasi yang berkelanjutan ke seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kawasan Danau Toba baik di level eksekutif, legislatif maupun yudikatif, dan yang paling mengetahui masyarakat atas kehadiran BPODT dengan berharapan mampu secara bersama memberikan terbaik buat masyarakat di Kawasan Danau Toba”, terang Bambang.
Menimpali hal tersebut, Direktur Keuangan Umum dan Komunikasi Publik, Kepala Divisi Pemasaran Nusantara BPODT menambahkan.
“Untuk pendukungan event pariwisata di Kawasan Danau Toba tetap menjadi program BPODT berdasarkan pertimbangan kegiatan yang sudah ada anggaran daerah, kelembagaan dan berpotensi untuk dipromosikan kepada wisatawan/pengunjung yang tentunya akan meningkatkan sektor jasa maupun usaha di Samosir,” cetus dia.
“Maka akan ada kajian untuk melakukan akurasi event Calendar of Event Danau Toba, yang salah satunya kegiatan di Kabupaten Samosir. (MR/156).
