Disposal PT WIKA PSN Lau Simeimei Hancurkan Lahan Warga
METRORAKYAT.COM,BIRUBIRU – Tindakan PT WIKA proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Lau Simeimei Desa Rumah Gerat Kecamatan Birubiru Deli Serdang menimbun disposal menghancurkan lahan warga. Pertemuan membahas hal itu, Kamis (10/2/2022) tidak membuahkan hasil.
Kades Rumah Gerat Kecamatan Birubiru Jimmy WA Tarigan S.Pd yang dihubungi mengakui pertemuan itu belum menghasilkan keputusan. “ Rencanya hari Senin dilakukan lagi pembicaraan , “ ujarnya.
Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, undangan disampaikan kepada manajemen PT WIKA terkait munculnya pengaduan warga diduga akibat disposal (material bahan galian) yang dibuang PT WIKA di sejumlah lahan warga.
PT WIKA yang selama ini beroperasi di PSN Bendungan Lau Semeimei membuang disposal di beberapa titik. Seorang warga bermarga Purba melaporkan tindakan tersebut kepada pemerintahan desa karena merasakan dampak negatif disposal tersebut.
Akibat disposal PT WIKA membuat debit air melimpah ke lahan masyarakat dan merusak. Akses jalan yang sebelumnya dibangun bermodalkan puluhan juta hancur dan debit air hujan meluber ke tambak/kolam ikan warga.
Dalam petemuan kemarin diperoleh bukti, tindakan PT WIKA berhubungan dengan surat permohonan warga agar lahannya menjadi lokasi disposal. Dalam surat itu juga si pemohon menyatakan bertanggungjawab kepada pemilik lahan yang berdekatan dengannya.
Sementara korban bermarga Purba menyatakan tidak pernah dihubungi terkait penimbunan disposal tersebut. Akibatnya, lahan perkebunan serta tambak ikan terkena imbasnya dengan kerugian material tertentu.
Untuk memediasi itu pihak pemerintahan desa melalui surat undangan pertama bernomor 005/45/1/2022 tanggal 28 Januari 2022 disampaikan ke PT WIKA. “ Namun undangan tersebut tidak dipenuhi PT WIKA, “ ujar Kades Rumah Gerat Jimmy WA Tarigan S.Pd.
Undangan yang kedua disampaikan dengan tembusan kepada Camat , Kapolsek dan Danramil Birubiru.
Kades Rumah Gerat Kecamatan Birubiru Jimmy WA Tarigan S.Pd yang dipertanyakan seputar penimbunan disposal tersebut mengaku tidak terlibat banyak. Sejumlah warga pemilik lahan sering menyampaikan permintaan langsung kepada PT WIKA. ” Kalau tidak salah yang sampai kepada pemerintahan desa dua atau tiga orang warga saja, ” ujarnya.
Pihak PT WIKA yang dihubungi ke lokasi Bendungan Lau Semeimei tidak berhasil. Bahkan dalam pertemuan di kantor desa, Pak Yos yang disebut – sebut sebagai juru bicara PT WIKA tidak hadir. Komunikasi yang disampaikan via selularnya nomor 0813-7039 … juga diabaikan. (MR/JB)
