Lapas Terbuka Kendal Berinovasi Kembangkan Potensi Pemanfaatan Lahan Untuk Warga Binaan
METRORAKYAT.COM, KENDAL – Lapas Terbuka Kendal terus berinovasi mengembangkan pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pembinaan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, intelektual, sikap dan perilaku, profesional serta kesehatan jasmani dan rohani.
Lapas yang telah diresmikan sebagai salah satu Lapas Produktif ini terus berinovasi dalam melaksanakan pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian. Salah satu inovasi dalam pembinaan kemandiran, Lapas Terbuka Kendal pada akhir tahun 2021 telah menyiapkan pembinaan kemandirian budidaya jamur tiram.
Melihat bangunan di Lapas Terbuka Kendal yang dapat dimanfaatkan untuk tempat budidaya jamur, salah satu staf kegiatan kerja Charandi berinisiatif melaksanakan kegiatan studi tiru budidaya jamur tiram. Pada tanggal 03 Desember 2021, tim kegiatan kerja berkunjung ke rumah Harto Ismoyo di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang untuk mempelajari budidaya jamur tiram, mulai dari pembuatan baglog (media jamur tiram), pemeliharaan sampai dengan pemanenan jamur tiram.
Pada tanggal 17 Desember 2021, Lapas Terbuka Kendal mendatangkan 650 baglog berusia 45 hari dari tempat budidaya jamur tiram milik Harto Ismoyo. Tak menunggu waktu yang lama, petugas yang telah mengikuti kegiatan studi tiru menyalurkan pengetahuan kepada WBP.
Perawatan dan pemeliharaan jamur dikerjakan oleh WBP dengan pendampingan petugas. Pemeliharaan budidaya jamur tiram ini terkesan mudah, untuk menjaga kelembaban dilakukan penyemprotan air, pada musim kemarau sehari tiga kali dan pada musim hujan cukup sehari satu kali.
Setelah proses pemeliharaan selama kurang lebih satu bulan, Lapas Terbuka Kendal berhasil panen perdana budidaya jamur tiram pada Senin (17/01/22), melihat hasil panen yang memuaskan rencana kedepan Lapas Terbuka Kendal akan membuat drum pengovenan. Drum ini berfungsi pada awal pembuatan baglog, dengan membuat baglog sendiri akan mempermudah pengembangan budidaya jamur tiram di Lapas Terbuka Kendal.
“kita selanjutnya akan membuat mesin oven untuk pembuatan baglog jamur, sehingga jumlah baglog yang saat ini hanya 650 buah dapat kita tambah hingga mencapai kapasitas 10.400 baglog” ujar Puji Raharjo Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Terbuka Kendal.
Hasil budidaya jamur tiram di Lapas Terbuka Kendal telah diminta oleh penampung untuk dipasarkan hingga ke Jakarta, kegiatan inipun berhasil menambah opsi/pilihan kepada WBP dalam memilih pembinaan kemandiran yang akan dijalani sesuai dengan bakat dan minatnya.(mr//siva zou)
