Jarry Massie Usulkan Parpol Baru Sebaiknya Punya Modal Rp 100 Miliar Untuk Syarat Verifikasi
METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Indonesia memang Unik, setiap pemilu muncul partai baru namun ironisnya partai yang muncul tiba-tiba tersebut yang juga adalah partai baru, mati suri alias tak jelas rimbanya.
“Saya namakan ini partai musiman. Contoh lalu partai Idaman partai besutan raja dangdut Rhoma Irama tak nongol lagi,”ujar DR Jerry Massie PhD, Direktur Political and Public Policy Studies, baru-baru ini.
Disebutkan Jerry Massie lagi, sejak Pemilu pertama di gelar di Indonesia, bangsa Indonesia sudah mengenal multi partai. Jadi setiap pemilu banyak partai muncul, tapi di sisi lain banyak juga yang gugur alias tak lolos verifikasi.
“Lihat pada 1955 ada 172 partai yang ikut Pemilu. Nanti pada 1977 terdaftar hanya 3 partai PDI, Golkar dan PPP. Nanti, sejak reformasi kontestan pemilu bertambah. Tercatat pada Pemilu tahun 1999 ada 48 partai yang bertarung sedangkan Pemilu 2019 terdapat 14 partai politik telah memenuhi persyaratan untuk berlaga di Pemilihan Umum (Pemilu),”ujarnya.
Memang Indonesia punya hobi selain revisi Undang-undang, remisi bagi narapidana dan bikin partai baru, kendati tak lolos. Faktor spekulasi dan mendongkrak namanya serta berharap di bantu negara. Soalnya jika partai lolos maka ada anggaran buat partai tersebut.
Kini muncul partai baru yang tak jelas sumber dana dan daya mereka. The power of finance kekuatan keuangan sangat penting bagi partai baru.
Sampai kini sudah ada 15 partai baru atau parpol baru. Dan ada lagi yang bakal muncul.
Namun diantara partai baru ini, ada parpol ‘kere’ yang punya mimpi besar tapi tak punya kekuatan finansial.
“Saya sarankan dibubarkan saja, nanti malu-maluin saja,”harapnya.
Tambahnya, ada dua pola yang mereka gunakan politik nekad dan politik spekulasi. Pentingnya partai punya modal awal Rp 100 miliar sehingga tak mempermalukan.
Di dalam UU 2/2008 tentang Partai Politik hanya mensyaratkan kepada parpol untuk memiliki rekening atas nama parpol yang didaftarkan, akan tetapi tidak memberikan syarat minimal saldo di dalamnya.
“Jadi sebaiknya ada minimal saldo sebesar Rp 100 hingga 500 miliar,” demikian Jerry
Sambung Jerry lagi, bagaimana mau atur partai Rp10-20 juta tak punya. Kemenkumham harus menganulir partai tak punya modal. Dirikan partai bukan sepeti mendirikan ormas jangan salah kaprah.
Dan juga sesuai UU Parpol 2 Tahun 2008 partai baru harus memiliki badan hukum, partai politik harus mempunyai:
Akta notaris pendirian partai politik, Nama, lambang, atau tanda gambar yang tidak mempunyai kesamaan dengan partai lain sesuai undang-undang, Kantor tetap, Kepengurusan paling sedikit 60 persen dari jumlah provinsi, 50 persen dari jumlah kabupaten/kota pada setiap provinsi bersangkutan, dan 25 persen dari jumlah kecamatan pada kabupaten/kota pada daerah yang bersangkutan
Memiliki rekening atas nama partai politik. Tapi masalah rekening tak tertera dana awal parpol berapa. Saran sebaiknya Rp 100 miliar.
“Menurut saya, Kantor juga jangan hanya ditempel papan nama tapi bukan milik sendiri. Parpol bukan hanya urusan lantik melantik pengurus tapi harus jelas manajemen objektif,”pungkasnya. (MR/JRM-rel)
