oleh

Sosperda No.4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, Wong Minta Masyarakat Terus Waspadai Virus Baru mirip Covid19

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Drs.Wong Chun Sen Tarigan,M.Pd.B mengingatkan masyarakat agar selalu mewaspadai penularan virus berbahaya Corona Virus Deseases (Covid-19).

Disebutkan Wakil Rakyat dari Dapil 3 ini, saat ini sudah ada dikabarkan virus sejenis Corona namun lebih berbahaya diberinama Virus B11529 atau diberi nama Omicron. Virus Omicron ini, sambung Wong berasal dari negara Afrika Selatan dan dikabarkan telah ada menyebar di beberapa negara di Dunia.

Pemerintah Indonesia saat ini sudah mengantisipasi untuk tidak menerima kedatangan turis dari negara Afrika.

” Kita mendapat kabar bahwa virus jenis Omicron lebih cepat penularannya dari pada Covid19 sebelumnya,” kata Wong saat pelaksanaan Sosperda No.4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, Minggu (4/12) di Jl.Suluh Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Untuk perjalanan luar negeri dijelaskan Wong lagi, saat ini agak rumit karena akan dilakukan isolasi selama 14 hari di hotel.

“Virus saat ini jika kita terkena, gejalanya sama dengan virus Corona, namun penularannya lebih cepat,”ucapnya.

Masalah BPJS Kesehatan, Wong juga menghimbau agar warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan agar segera menguruskan segera.

“Berikan berkas kepada tim saya, Syahrial, agar nanti saya usulkan ke Dinas Kesehatan Kota Medan,”sebutnya.

Sambung Wong lagi, pemerintaj sangat peduli terhadap bencana Covid19 dan hal ini dibuktikan dengan dipotongnya semua anggaran sampai 70 persen untuk mendanai penanganan wabah Virus Covid-19.

Mendekati Natal dan Tahun Baru (Nataru), agar masyarakat tetap waspada karena pemerintah akan menaikkan level 3, artinya perjalanan keluar dan kedalam daerah akan semakin diperketat lagi. Ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kembali penularan virus Corona Covid-19.

“Atas adanya ditemukan kasus  ini, di negara Afrika, pemerintah untuk sementara menutup masuknya Warga Negara Asing (WNA), baik secara langsung maupun transit di negara asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari dari negara/wilayah dengan kriteria: a.Telah mengkonfirmasi adanya transmisi komunitas varian baru SARS-CoV-2.B11529; Afrika Selatan, Botswana, dan Hongkong, dan Negara wilayah yang secara geografis berdekatan dengan negara transisi komunitas kasus varian baru BII529, Afrika secara signifikan Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini dan Lesotho.

Sementara itu, dari Puskesmas Sering melalui Kepala Puskesmas, dr.Fitrah Nurdin, mengatakan, Virus B11529 atau Omicron di Afrika Selatan lebih cepat penyebarannya dari Covid19. Gejalanya juga sama persis dengan virus Corona. Untuk Vaksin, Puskesmas Sering tambah nya, perhari ada 200 orang yang datang ke puskesmas Sering untuk di Vaksin.

Vaksinasi sampai November 2021 sudah mencapai 12 ribu sampai 20 ribu orang, sementara untuk lansia masih sedikit dan masih belum memenuhi target karena masih takut dengan Vaksinasi.

” Saat ini di Puskesmas Sering vaksin Lansia masih 40 persen. Hal ini disebabkan ketakutan Lansia untuk di Vaksin, kemudian, masih sedikitnya warga yang membawakan lansia untuk di Vaksin ke Puskesmas,target kita 109 persen Lansia harus sudah di Vaksin,”jelasnya.

Untuk saat ini, sambungnya, warga sudah mulai longgar memakai masker, termasuk juga kerumunan ataupun kumpul-kumpul.

“Perlu di ingatkan bahwa pemerintah belum mengumumkan Pandemi Covid19 berakhir, sehingga agar warga masyarakat tetap waspada dan mematuhi serta mengikuti Prokes 3M,”terangnya.

Hadir pada pelaksanaan Sosialisasi Perda tersebut, Sekretaris Camat Medan Tembung, Amsah Hasibuan, Kasi Ekbang Kelurahan Sidorejo Hilir, Bangsawan Pasaribu, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh politik.(MR/wan)

 

 

 

 

 

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Breaking News