oleh

Warga Sumut Berharap Besar Target Vaksin Dapat Meningkatkan Roda Perekonomian  

Medan – Gencarnya pelaksanaan Vaksin agar target hert Immunity dapat tercapai, telah menambah harapan seluruh masyarakat Sumatera Utara, termasuk Kota Medan sehingga dapat tercapai pertumbuhan perekonomian yang mampu menambah Pendapatan masyarakat.

Bekerjasama dengan pemerintah pusat, dan Satgas Covid-19 serta dukungan semua pimpinan daerah dan Forkopimda, pelaksanaan Vaksin untuk mempercepat penurunan penyebaran Corona Virus Deases (Covid-19)

Seperti hal nya yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dimana meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dalam kehidupan sehari-hari. Meski saat ini kondisi penularan Covid-19 di daerah ini terus membaik.

Dari data yang di dapat, rata-rata penambahan kasus harian positif di Oktober 2021 sekitar 16 – 18 kasus. Berbeda dengan pertengahan Agustus 2021 yang kasus hariannya bisa mencapai 1.000 – 2.000 kasus. Sementara Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur baik di Rumah Sakit kini hanya 1,89 %.

“Dulu, sempat rumah sakit tidak kuat daya tampungnya, sekarang kita sudah membaik,” kata Gubernur Edy Rahmayadi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di areal kantor PT Bridgestone Rubber Sumatera, Dolok Merangir, Kabupaten Simalungun, Kamis (4/11).

Gubernur juga mengingatkan jika peningkatan kasus di negara-negara luar termasuk Singapura, Inggris dan lainnya. Ia berharap agar hal itu tidak terjadi di daerah ini.

“Sumut jangan sampai kena, harus dijaga semua, karena pengaruhnya kesehatan dan keluarga kita, ekonomi juga memprihatinkan, ” katanya.

Karena itu, Edy Rahmayadi meminta masyarakat agar jangan lengah dan terus menjalankan protokol kesehatan. Dikatakannya, masyarakat juga harus ikut menjaga kondisi yang sedang baik tersebut.

“Kita harus juga membaik ini, dengan menjaga disiplin Prokes, kita gunakan masker, atur jarak, dan cuci tangan, ” kata Edy.

Selain protokol kesehatan, vaksinasi adalah hal yang harus terus ditingkatkan. Edy meminta kabupaten/kota agar terus meningkatkan angka vaksinasi. Jika bisa, hingga akhir tahun, target 75% masyarakat yang tervaksinasi tercapai.

Bukan hanya Gubernur Sumatera Utara Wali Kota Medan, Bobby Nasution juga sangat getol agar program Vaksinasi dapat berjalan lancar. Bobby selalu hadir di sertiap pelaksanaan vaksinasi yang digelar Pemko Medan bersama termasuk juga bersama dengan Partai Politik (Parpol) di Rumah Sehat, jalan Gatot Subroto, Kec. Medan Petisah, Selasa (23/11).

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengaku kegiatan vaksinasi Covid-19 ini merupakan bentuk nyata kolaborasi dalam mensukseskan program vaksinasi di Indonesia. Untuk kota Medan sendiri, saat ini sebut Bobby Nasution capaian vaksinasi sudah mencapai 76.6% untuk dosis pertama dan 67.4% untuk dosis kedua.

“Tingginya jumlah vaksinasi menjadikan jumlah penularan covid-19 di kota Medan kian melandai, bahkan empat hari terakhir ini tidak ada ditemukan penambahan jumlah kasus covid-19 di kota Medan, oleh sebab itu kita perlu terus menjaganya agar perekonomian dan  kehidupan sosial  dapat kembali bangkit.”kata Bobby Nasution.

Bobby Nasution juga mengapresiasi bantuan dari semua pihak yang turut serta mensukseskan program vaksinasi di kota Medan, mulai dari TNI, Polri dan juga Parpol.

“Peran parpol sangat besar untuk mengajak masyarakat bersama-sama mensukseskan program vaksinasi yang dilakukan Pemerintah. Karenanya saya mengucapkan terimakasih.”ujar Bobby Nasution.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Nasution juga mengharapkan dukungan dari Parpol agar dapat menghimbau para lansia yang berada di wilayah konstituen nya masing-masing agar mau divaksin. Sebab saat ini vaksinasi terhadap lansia di kota Medan baru mencapai 50% dari target 60% yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

“Kami mengharapkan dukungan dari Parpol untuk mensukseskan vaksinasi terhadap lansia, sebab lansia ini merupakan kelompok yang paling rentan tertular covid-19. Apalagi Pemerintah Pusat juga akan menerapkan PPKM level 3 di seluruh wilayah di Indonesia, Oleh sebab itu Parpol harus membantu Pemko Medan untuk turut mensosialisasikanya kepada masyarakat guna menghindari terjadinya lonjakan kasus covid-19 di Kota Medan.”pungkasnya sembari mengajak para pengurus Parpol untuk berkolaborasi dengan Pemko Medan dalam mempercepat penanganan covid-19 dan percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

*Jelang Nataru, Pemprov Sumut Fokus Batasi Mobilitas dan Percepat Vaksinasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus meningkatkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satunya dengan membatasi mobilitas penduduk dan meningkatkan vaksinasi, terutama di daerah-daerah yang cakupannya masih rendah.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas)  Penanganan Covid-19 Sumut sampai saat ini capaian dosis I sebesar 5.409.845 (47,37%) dan dosis II 3.349.898 (29,33%). Namun, masih ada 16 Kabupaten/Kota yang capaiannya masih di bawah 40% antara lain Kota Tanjungbalai, Padangsidimpuan, Kabupaten Labuhanbatu, Tapanuli Tengah, Padanglawas Utara, Deliserdang, Asahan, Labuhanbatu Utara, Mandailingnatal, Tapanuli Selatan, Padanglawas, Langkat, Nias Selatan, Labuhanbatu Selatan, Nias Barat, dan Nias Utara.

“Kita akan terus tingkatkan upaya pencegahan jelang Nataru, Prokes yang utama dan kemudian kita akan perkuat vaksinasi, terutama di daerah-daerah yang cakupannya masih rendah,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi usai pertemuan dengan Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, beberapa waktu lalu.

Selain vaksinasi, mobilitas masyarakat juga menjadi perhatian Pemprov Sumut. Berkaca dari tahun lalu, peningkatan kasus Covid-19 di Sumut terjadi usai Nataru, puncaknya 10 Februari dengan 224 kasus per hari. Karena itu, salah satu langkah yang diambil Pemprov Sumut adalah melarang cuti bagi pekerja untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

“Kita batasi cuti untuk membatasi mobilitas masyarakat. Kita tidak ingin ada lonjakan kasus lagi karena tahun lalu setelah libur kenaikan kasus terjadi,” kata Edy Rahmayadi.

*Kapolri Akan menambah Pasokan Vaksin

Sementara, dukungan pelaksanaan Vaksin juga datang dari Kapolri Litsyo Sigit. Kapolri mengatakan  akan menambah pasokan vaksin untuk Sumut karena masih ada daerah-daerah yang cakupan vaksinnya tertinggal dari daerah lain. Menurutnya, vaksinasi sangat membantu mengurangi risiko kematian dan kritis untuk orang yang terpapar Covid-19.

“Selain untuk mencegah penyebaran, vaksin akan sangat berpengaruh mengurangi risiko kematian dan kritis bagi orang yang terpapar Covid-19. Belajar dari negara maju seperti Inggris, Belanda dan Jerman tingkat penyebaran Covid-19 mereka tinggi sekarang tetapi angka kematian sangat kecil,” kata Kapolri seperti dikutip dari relis pemprovsu.

Dengan percepatan pelaksanaan Vaksin Covid-19, semoga perekonomian di Sumatera Utara, pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara dan kota Medan dapat terus membaik dan meningkat.(Metrorakyat.com)

Breaking News