oleh

Resapan Air Untuk Kota Medan Akan Terganggu, Kabir Bedi : Sekitar 80 Hektar Lahan PDAM Tirtanadi di Sibolangit Beralih Fungsi

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Dirut PDAM Tirtanadi Sumatera Utara, Kabir Bedi dihadapan Forwadi (Forum Wartawan Tirtanadi) saat mengadakan kegiatan temu ramah bersama sejumlah awak media mengatakan adanya lahan yang beralih fungsi di lokasi PDAM Tirtanadi yang ada di hutan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Tak tanggung-tanggung, lahan yang diduga digarap orang yang tak bertanggungjawab itu mencapai luas hingga 80 hektar. Tentu saja itu akan berdampak pada gangguan untuk resapan air kedepannya untuk Kota Medan. Hal itu disebutkan oleh orang nomor satu (Kabir Bedi-red) di PDAM Tirtanadi Sumut, Senin (29/11/2021) di Sunggal, Kota Medan.

“Saat ini 80 hektar hutan Sibolangit yang sudah ratusan tahun, PDAM Tirtanadi sebagai pengelolanya ada sebagian telah digarap oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga akan dikhawatirkan akan mengganggu resapan air untuk kebutuhan masyarakat di Simalingkar, Johor hingga sebagian daerah Polonia,” ungkapnya.

Baca Juga:  Program Perdana 2022, Kadisdikbud Kota Subulussalam Kunjungi PAUD IQRA

Kabir Bedi menyebutkan, jika lahan tersebut ditakdirkan dikembalikan kebentuk semula, makan dikhawatirkan dapat mengganggu resapan air yang berkepanjangan untuk masyarakat Kota Medan.

“Masyarakat Kota Medan juga harus tahu ini, kalau hutan Sibolangit yang dijadikan untuk resapan air itu ada sejak zaman Belanda. Jika beralih fungsi, debit air pun terganggu. Saat ini kita minta Wartawan memperhatikan ini agar sampai ke instansi pemerintahan. Ini juga harus jadi perhatian khusus untuk keberlangsungan hidup masyarakat juga,” jelasnya.

Kabir Bedi menambahkan, hal itu tentu saja butuh perhatian juga dari Gubernur Sumatera Utara hingga perhatian dari nasional, terkadang ada yang bisa kita kerjakan sendiri tetapi ada juga yang kita kerjakan secara gotong-royong. Ia menganggap, inilah momen yang tepat bagaimana kita menunjukkan bahwa kita satu ke bersatu-padu untuk menyelesaikan permasalahan di Sibolangit.

Baca Juga:  PSI Madina Akan Laporkan Dugaan Pelecehan Lambang Negara

“Karena ini selain masalah harga diri, juga mempengaruhi hajat hidup orang banyak, akan terganggu dan akan mengganggu pelayanan kita kepada masyarakat. Dalam waktu dekat PDAM Tirtanadi akan diskusi dengan Gubernur sebagai leader untuk menyelesaikan permasalahan lahan itu,” tegasnya.

Untuk itu, Kabir Bedi mengatakan akan mengundang sejumlah pejabat daerah dan akan mempertanyakan kenapa lahan PDAM Tirtanadi dapat beralih fungsi?.

“Nanti akan kita undang juga Dinas kehutanan, Kepolisian, Kejaksaan hingga Bupati Deli Sedang dan mempertanyakan dari yang paling mendasar, kenapa fungsi Kawasan hutan di Sibolangit yang mana hutannya merupakan penyangga sumber air semua itu sudah jelas-jelas dulu, kenapa tiba-tiba kawasan tersebut bisa berubah menjadi putih atau menjadi HPL (Gak Pengelolaan Lahan), ada apa? Sudah tahu sumber air kenapa bisa berubah. Ada apa ini? Seperti ada sesuatu dibalik ini kenapa bisa hutan dialihfungsikan. Untuk itu, diharapkan bantuan dari rekan-rekan media untuk mempublikasikannya,” pungkasnya diakhir kata sambutan.

Baca Juga:  Tiba di Bandara KNIA, Kapolri dan Rombongan di Sambut Pimpinan Sumut dan Ratusan Ulama dan Tokoh Agama

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut, Fauzan Nasution, Kadiv Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut Humarkar Ritonga, Kadiv Hubungan Langganan PDAM Tirtanadi Sumut, Kadiv Keuangan PDAM Tirtanadi Sumut dan Forwadi (Forum Wartawan Tirtanadi) Sumut. (MR/Siti)

 

Breaking News