Pelayanan RS Murni Teguh Dipertanyakan, Dokter Tidak Ada, Pasien Anak Kecewa
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pemerintah Kota Medan melalui dinas Kesehatan kota Medan harus mampu melakukan kontrol pengawasan terhadap rumah sakit swasta yang ada di kota Medan. sebab, jika tidak, maka dampaknya sangat berpengaruh langsung terhadap masyarakat (pasien) yang datang berobat atau untuk memeriksakan kesehatan mereka ke rumah sakit tersebut. Seperti informasi yang diterima awak media metrorakyat.com dari seorang pasien yang datang kerumah sakit Murni Teguh, Jalan Jawa No.2 Kecamatan Medan Timur Kota Medan. Kamis, (18/11). Pasien yang meminta namanya tidak dituliskan tersebut mengatakan sebelumnya mereka sudah konfirmasi ke pihak rumah sakit menanyakan dokter anak untuk imunisasi, dan pihak rumah sakit mengatakan jika untuk pelayanan anak dibuka pagi 09.48 WIB, namun ketika sampai dirumah sakit, pihak rumah sakit malah mengatakan dokter anak sedang tidak berada di tempat dan lagi berada di rumah sakit Sarah.
Mendengar informasi tersebut, terang pasien yang telah membawa anaknya itu kecewa, sebab, dipapan informasi dituliskan jadwal praktek dokter yang bertugas untuk menangani imunisasi, namun pihak rumah sakit malah memberikan informasi yang diduga dokter yang bertugas tidak mengetahui jadwal kerjanya, karena tidak bisa memastikan kapan dokter tersebut hadir.
Anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung yang mendapat kabar tersebut mengatakan sangat kecewa sekali atas pelayanan yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit Murni Teguh. Politisi dari partai Gerindra Kota Medan ini mengatakan bagaimana jika pelayanan rumah sakit swasta di kota Medan banyak ditemukan seperti itu, maka yang akan dirugikan adalah masyarakat sendiri. Pasien datang mau meng-imunisasi anaknya ke rumah sakit Murni Teguh, dan melihat ada daftar nama dokter terpampang di papan informasi bagian anak, namun saat di konfirmasi kepada pegawai di rumah sakit tersebut dikatakan dokter tidak ada ditempat.
“Jadi buat apa nama dokter di pampangkan di papan informasi untuk unit pelayanan anak, jika dokternya pun tidak ada dan pihak RS Murni Teguh tidak bisa memastikan kapan dokternya ada sesuai jadwal yang ad di rumah sakit,”terang Duma. Seharusnya, ada tidak ada pasien, dokter yang bertugas harusnya ada standby sampai batas waktu jam tugas dokter tersebut,”terang Duma.
Duma berharap, agar dinas kesehatan kota Medan segera mengevaluasi rumah sakit yang diketahui mengabaikan pelayanan kepada masyarakat. Karena program kesehatan sudah menjadi program Wali Kota Medan agar pelayanan kesehatan warga kota Medan terjamin.
Sementara itu, secara terpisah, perwakilan pihak rumah sakit Murni Teguh, Opon ketika dikonfirmasi melalui Whatsapp pribadinya hanya membalas iya pak, dan tidak memberikan komentar atas isi konfirmasi terkait pelayanan tersebut yang dituliskan oleh wartawan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penanggungjawab rumah sakit terkait informasi kekecewaan pasien terhadap pelayanan di rumah sakit Murni Teguh Medan. (MR/red)
