oleh

PT . Inecda Plantations Tertap Bersikukuh Memecat 14 Karyawan Security Meski Sudah Di Lakukan Bipartit Dengan Serikat

METRORAKYAT.COM, INDRAGIRI HULU RIAU – Terkait pemecatan sepihak yang di lakukan oleh perusahaan PT .IP terhadap 14 Security pada Tangggal (27/09/2021) lalu , perusahaan tetap bersikukuh pada pendirian akan memecat ke 14 meski sudah dilakukan pertemuan mediasi Bipartit pertama dan kedua Selasa  (12/10/2021) di ruang aula kantor perusahaan dengan serikat SP3 SPSI .

DPC SP3 SPSI, Diston Pasaribu dan ketua PUK SP3 SPSI, Ali Satrio akan menyurati pihak Disnaker kabupaten Inhu untuk meminta kembali mediasi Tripartit karena hasil Bipartit di perusahaan tidak ada kesepakatan.

Tuntutan 14 korban PHK sepihak meminta agar mereka di pekerjakan kembali oleh perusahaan , alasan perusahan melakukan pemutusan hubungan kerja kepada 14 karyawan tidak kuat.

“Karena kami di paksa untuk membuat surat pernyataan pernah menerima uang dari komandan PaPam dari kesatuan TNI dari Kompi Lirik Berinisial ” N” yang di kontrak kerja oleh perusahaan . Kami akui pernah menerima uang darinya namun kami tidak tau uang itu dari mana ,” jelas Wahyudi, Rudi, Ari Mustopa , Muhkyi,Suprapto,M.Fadli,,Rulli .

Mereka juga meminta keadilan kepada perusahaan Seandai surat pernyataan itu yang menjadi alasan bersalah. “Tapi tunjukan bukti atau perusahaan dapat menghadirkan saudara PaPam TNI tersebut agar kami tau sebenarnya uang itu dari mana.Tapi kenyataan nya Perusahaan PT IP sampai Kini tidak berani menghadirkan PaPam TNI ” N “yang sudah tidak lagi di kontrak oleh perusahaan,”jelas mereka.

Di tempat terpisah, ketua DPRD Indragiri Hulu Riau, Elda Suhanura, SH menanggapi tentang viralnya pemberitaan PHK sepihak yang di lakukan perusahaan perkebunan PT.Inecfda Plantations terhadap 14 security , sampai saat ini belum ada laporan ke 14 Security masuk ke DPRD. Diapun mintanya agar mereka menyampaikan surat kepada DPRD agar dapat diketahui dan bisa di RDP kan untuk dicarikam jalan solusinya.

“Kami siap menampung aspirasi masyarakat,”imbaunya.( MR / KUS ).

Breaking News