PT.ARCO Perbaiki Jembatan Putus Didalam Area PTPN-1 Akibat Diterjang Air Bah

PT.ARCO Perbaiki Jembatan Putus Didalam Area PTPN-1 Akibat Diterjang Air Bah
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGSA – Jembatan penghubung antar lintas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Timur, putus “diterjang” air bah gerusan dari perusakan lahan proyek replanting sawit, wilayah Kebon Lama PTP N-I Gampong (desa) Alur buluh Kecamatan Birem Bayeun, Jum’at kemarin ( 01/10/ 2021).

Akibat putusnya jembatan Mesjid Desa Alur buluh, para warga Gampong Alur Canang, kantor PT ARCO (Aceh Raya Corpindo) Pondok Papan serta, petani yang akan menuju ke Gampong Jambo Labu, tidak dapat melintas. Mereka terpaksa harus memutar, berubah ke jalur lain, hingga jarak tempuh puluhan kilometer.

Hal ini menimbulkan keresahan dan perbicangan hangat warga, di lokasi jembatan ambruk serta kecaman, akibat ulah PTPN-I yang telah merusak dan memporak-porandakan parit jembatan disebabkan, proyek replanting ratusan hektar dikawasan Kebun Lama Kecamatan Birem Bayeun.

Menurut keterangan dikutip dari warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut, robohnya jembatan tersebut juga terkait “memborbadir” dengan puluhan alat berat di lahan secara serampangan tanpa mempedulikan kelancaran aliran arus air mengalir,” ungkap Santo kepada wartawan.

Dikatakan juga oleh warga itu, akibat kejadian tersebut, terlihat jelas di ujung parit jembatan, terjadi erosi akibat di areal proyek terjadi pengerukan yang dilakukan oleh vendor proyek replanting Perkebunan Sawit PTPN-I Aceh yang diketahui menelan anggaran puluhan Milyar Rupiah.

Dari Pantauan wartawan, jembatan tersebut merupakan sarana utama lintasan beberapa Gampong (desa) setiap hari warga menghubungkan antar, Kecamatan di wilayah Kebun Lama Desa Alur Buluh Kec. Bireun Bayeun Kabupaten Aceh Timur. Namun anehnya, itu merupakan proyek replanting Perkebunan Sawit PTP N-I Aceh seluas 137 hektar dengan menelan anggaran puluhan Milyar Rupiah melalui Dana negara biaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Ketika putus jalur tersebut di lokasi jembatan, tidak terlihat satupun pihak PTPN-I perduli dan ikut mengatasi kelancaran warga yang melintas. Sehingga terkesan proyek replanting Perkebunan Sawit PTPN-I Aceh seluas 137 hektar, bagaikan proyek Siluman,”ujarnya.

Karena tidak ada keperdulian untuk memperbaiki jembatan roboh itu karyawan berserta staf dari kebun PT.Aceh Raya Corpindo dengan membawa segala kebutuhan perlengkapan jembatan roboh untuk diperbaiki.

Setelah pihak PT ARCO, memperbaiki jembatan roboh selama 3 hari, dari hari Jum’at malam hingga Minggu pagi kemarin, ( 02/10/2021) kembali pulih jalur transportasi masyarakat.

Sementara itu terkait robohnya jembatan yang menghubungkan beberapa Gampong (desa) yang meresahkan warga, imbas proyek replanting sawit PTPN-I Metrorakyat.com mengkonfirmasi Kasubag Humas dan Protokoler PTPN-I Rusli Ahmad, Senin (4/10/2021) kemarin. Dikatakan, menyangkut dengan jembatan tersebut pihaknya belum mengetahui ada kerusakan.

Dirinya membenarkan pada lokasi tersebut lagi ada proyek replanting sawit yang di kerjakan oleh pihak ketiga sebagai penenang tender, menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Dan menyangkut kerusakan jembatan imbas pekerjaan replanting, kami akan mengecek terlebih dahulu apakah jembatan tersebut masuk dalam area proyek replanting, apabila masuk makan pihak ketiga harus memperbaiki jembatan rusak tersebut,” ucap Rusli Ahmad di ruang kerjanya. (MR/DANTON)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.