oleh

Pembangunan Jembatan Perumahaan Nelayan: Kejar Target, Kontraktor Abaikan Keselamatan Pekerja

METRORAKYAT.COM, LANGSA – Sisa waktu diakhir tahun 2021, membuat Kontraktor kerja keras guna mencapai terget waktu sesuai kontrak kerja.

Namun disayangkan pihak pelaksana atau kontraktor mengabaikan keselamatan pekerjanya, seperti yang terlihat di proyek pembangunan jembatan perumahan nelayan Gampong Kapa Kecamatan. Langsa Timur Kota Langsa, Provinsi Aceh.

Proyek yang menelan anggaran Rp 3,2 Milliar dari DOKA 2021, harus sudah selesai 24 November 2021 bila di hitung tersisa waktu 32 hari lagi oleh PT MEUKUTA RANUB PERKASA sebagai pelaksana. Tuntutan ini benar-benar membuat kontraktor kejar target sesuai kontrak kerja dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Langsa.

Dari Pantauan langsung wartawan MetroRakyat.Com di lokasi proyek Kontraktor mengabaikan keselamatan kerja, terpantau jelas saat para pekerja memasang besi untuk pengecoran lantai. Padahal di lokasi proyek tersebut jelas terpasang spanduk tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Namun spanduk tersebut hanya sebatas formalitas untuk memenuhi syarat prosedur kerja kenyataan aturan tersebut tidak dipraktekkan dalam pekerjaan.

“Waduh, itu terlihat beberapa pekerja lagi memasang besi pada lantai untuk pengecoran jembatan tanpa menggunakan peralatan safety yang diwajibkan dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) konstruksi bangunan.

Ketika dikonfirmasi, salah satu pekerja yang mengaku sebagai tukang, mengatakan alat Keselamatan Kerja ada di sediakan, Namun saat di tanyakan kalau ada kenapa para pekerja tidak menggunakan.! Alat Pelindung Diri (APD) kepala tukang itu memberi jawaban dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal kepada awak media.

Sementara Konsultan Pengawas dan Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) Bina Marga pada Dinas PUPR Kota Langsa tidak berada di lokasi proyek, hal tersebut di benarkan oleh salah satu pekerja yang mengaku sebagai kepala tukang yang tidak diketahui namanya itu.

Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh (YLBHIMA) H M Ali Abusyah akrab disapa Abu Alex, sangat menyayangkan kontraktor pelaksana proyek pembangunan jembatan rumah nelayan Gampong Kapa yang mengabaikan keselamatan kerja para pekerjanya.

“Bila itu benar, kontraktor jelas salah dengan tidak menerapkan K3 dalam melaksanakan pekerjaannya, dan mestinya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Langsa harus menegur keras kontraktornya,” ujar Abu Alex ketika dikonfirmasi, Jum’at (22/10/2021).

Menurut Abu Alex aturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja sudah jelas aturannya dalam undang-undang, jadi di setiap pekerjaan proyek wajib menerapkan K3 kepada para pekerjanya.

“Seharusnya Pemkot Langsa melalui Dinas PUPR menegur atau memberikan sanki kepada pelaksana karena telah mengabaikan hal tersebut yang sudah jelas dalam aturannya, jangan mau untung tapi mengabaikan nyawa pekerja.” Pungkasnya.

Dasar hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontruksi Bangunan adalah UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja.

UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dimana di dalam UU tersebut memuat seluruh tentang ketenagakerjaan termasuk keselamatan dan kesehatan kerja. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2014 tentang pedoman sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) konstruksi bidang pekerjaan umum.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja N0.1/Men/1980 tentang keselamatan dan kesehatan kerja dibidang konstruksi bangunan.

Surat keputusan bersama menteri pekerjaan umum dan menteri tenaga kerja No.Kep.174/MEN/1986-104/KPTS/1986 tentang pedoman keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.(MR/FAHRID)

Breaking News