70 Tahun Usia Teofani : Anak Cucu Pelaku Peristiwa Teofani Menyerahkan 7 Poin Rekomendasi Ke Pemda Maybrat

70 Tahun Usia Teofani : Anak Cucu Pelaku Peristiwa Teofani Menyerahkan 7 Poin Rekomendasi Ke Pemda Maybrat

METRORAKYAT.COM, MAYBRAT – Anak dan Cucu dari pelaku peristiwa Teofani di kayahai pada 21 Oktober 1951 menyerahkan rekomendasi hasil seminar di berabagai kabupaten/kota di Indonesia yang dilaksanakan dalam rangka menyambut perayan HUT Teofani ke 70 Tahun, Rekomendasi tersebut di serahkan saat pelaksanan ibadah HUT ke 70 tahun di Lingkungan SD YPK Syalom Kambuaya pada Kamis, (21/10/2021).

Penyerahan rekomendasi diawali dengan pembacaan hasil seminar yang dibacakan oleh ratu meriam isir keturunan dari (raja Alm simon isir) dan didampingi oleh Baltasar kambuaya Keturunan (Raja Abraham kambuaya), Yeri Howay Keturunan ( Raja Pither (Howay), Marthen Solossa keturunan  Raja marthinus Solossa) dan Yohanis Tamulete keturunan (Raja Habel Tamunete ) dan disaksikan oleh pimpinan dedominasi Gereja serta intelektual kabuupaten Maybrat.

Usai berkahir pembacaan hasil rekomendasi tersebut dan dilanjutkan dengan penyerahan hasil rekomendasi yang di terima secara langsung oleh pimpinan daerah bupati kabupaten maybrat Dr Bernard Sagrim, Drs, MM dan Pimpinan Legislatif wakil ketua 1 DPRD kabupaten Maybrat Habel Howay.

Hasil rekomendasi yang di berikan kepada pemerintah daerah yaitu
1. Dalam mewujudkan 4 hukum teofani di tengah kehidupan masyarakat suku A3 Mayabrat maka di pandang perlu pemerintah daerah menetapkan menjadi satu peraturan yang berlaku secara local di kabupaten maybrat.
2. Bahwa dalam peneriman 4 hukum teofani yang di berikan allah kepada suku A3 ( Ayamaru, aitinyo dan aifat) tepatnya [ada tanggal 21 Oktober 1951 di kampung kayahai bumi A3 maka di pandang perlu pemerintah derah kabupaten maybrat menetapkan tanggal tersebut sebagai hari besar/libur resmi di kabupaten maybrat.
3. Bahwa setelah melalui keputusan mahkamah konstitusi RI nomor 66 tahunu 2013 tentang pembatalan keputusan pasal 7 ayat 1 tentang ibu kota kabupaten maybrat dan ayat 2 tentang nama kota kabupaten dan juga undang undang nomor 23 tahun 2007 tentang pembentukan kabupaten maybrat maka telah terjadi diskresi ( kekosongan Hukum) sehingga di pandang perlu adanya pasung hukum bagi nama dan tempat kedudukan kabupaten maybrat, untuk itu melalui seminar yang di laksanakan pada tanggal 19-20 oktober 2021, forum dapat mengusulkan agar nama kabupaten maybrat dirubah namanya menjadi kabupaten A3 ( Ayamaru, Aitinyo dan Aifat) bedasarkan nama yang Tuhan berikan melalu hambanya Ruben Rumbiak Rasul A3 di kayahai 21 Oktober 1951.
4. Putra/I A3 dapat mengusulkan kepada pemerintah kabupaten maybrat agar rumah sakit umum daerah kabupaten maybrat dirubah namanya menjadi rumah sakit umum ruben rumbiak.
5. Bahwa putra/putir A3 dapat mendorong pemerintah kabupaten maybrat untuk mendorong sekolah unggulan berpola asrama mulai dari tingkat sd,smp,sma bahka perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan dan kebudayan 4 hukum Teofani.
6. Putra/putri A3 mendorong forum komunikasi umat beragama (FKUB) dan persekutuan gereja geraja di bumi A3 untuk mengsosialisasikan 4 hukum teofani menjadi bahan hotbah atau renungan pada dedominasi Gereja yang ada di kabupaten Maybrat.
7. Putra/putri A3 mendesak pemerintah kabupaten maybrat untuk segera menindaklanjuti hasil keputusan seminar injil, adat dan pemerintah di gereja GKI Silo Kambuayatahun 2017.

Lanjut dia lagi, bedasarkan hasil seminar pin 1-7 sejak rekomendasi ini di sampaikan kepada pemerintah kabupaten maybrat sekiranya dapat memberikan perhatian yang serius untuk pembentukan tim penyusun rancangan peraturan daerah dan naskah akademik dalam rangka pembahasan dan penetapatan peraturan daerah tentang teofani di bumi A3 dan juga poin tersebut segera di tetapkan sebelum berakhirnya masa jabatan kepimimpinan Bupati dan wakil bupati periode 2017 – 2022. (MR/DESIANUS WATHO).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.